GalaPos ID, Yahukimo.
Dugaan pembakaran pesawat perintis PT Associated Mission Aviation (AMA) registrasi PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 2 Juli 2026, kembali menempatkan masyarakat sipil di garis terdepan sebagai pihak yang paling terdampak.
"Di Papua, sebelum penyelidikan dimulai, dugaan sudah lebih dulu terbang. Padahal yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kepastian, bukan spekulasi."
Baca juga:
- Tragedi Pesawat Perintis di Yahukimo, Pilot Tewas dan Akses Vital Warga Lumpuh
- KTN ke-63 YPPII Batu Soroti Karakter Bangsa di Tengah Tantangan Zaman
- Petugas Rutan Surabaya Bongkar Penyelundupan Sabu Berkedok Kotak Susu
Gala Poin:
1. Satgas Operasi Damai Cartenz menduga pembakaran pesawat dilakukan KKB, tetapi menegaskan belum ada kesimpulan resmi sebelum olah TKP.
2. TNI memastikan pilot Nicholas F. Goselin meninggal dunia berdasarkan laporan awal, sementara penyebab kematian masih dalam penyelidikan.
3. Terbakarnya pesawat perintis kembali mengancam akses transportasi vital masyarakat pedalaman Papua yang bergantung pada jalur udara.
Di tengah kabar tewasnya pilot Nicholas F. Goselin alias Mark dan selamatnya tujuh penumpang Orang Asli Papua (OAP), aparat hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut. Dugaan keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) maupun Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih menunggu pembuktian melalui olah tempat kejadian perkara (TKP).
Satgas Operasi Damai Cartenz menyatakan dugaan awal mengarah kepada KKB. Namun, aparat menegaskan belum ada kesimpulan resmi karena proses penyelidikan belum dilakukan secara menyeluruh.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan dugaan tersebut muncul karena kecil kemungkinan masyarakat sipil melakukan penyerangan terhadap fasilitas transportasi yang justru menjadi kebutuhan mereka sendiri.
"Patut diduga ya. Karena kalau masyarakat sipil biasa, kayaknya enggak mungkin mereka akan melakukan penyerangan terhadap satu-satunya sarana transportasi yang dapat menjadi penghubung masyarakat di Balingga ke dunia luar gitu," kata Yusuf kepada wartawan di Posko Operasi Damai Cartenz, Kamis, 2 Juli 2026.
Baca juga:
Drama OTT Kuansing: Dari Penangkapan Massal hingga Penyerahan Diri Pejabat
Menurut Yusuf, Satgas Damai Cartenz telah memetakan kondisi di lokasi dan menyiapkan proses evakuasi serta penyelidikan.
"Kurang lebih tiga peleton," ujar Yusuf.
Ia menambahkan personel akan bergerak dari Wamena sebagai pos utama dengan dukungan tambahan dari Timika dan Yahukimo untuk melakukan olah TKP pada Jumat, 3 Juli 2026.
Di sisi lain, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel (Inf) Tri Purwanto juga menyampaikan bahwa laporan awal dari masyarakat menyebut pilot Nicholas F. Goselin meninggal dunia. Namun TNI belum memastikan penyebab kematiannya.
"Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari masyarakat setempat, pilot pesawat, Nicholas F. Goselin alias Mark, warga negara Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia," kata Tri Purwanto dalam keterangan, Kamis, 2 Juli 2026.
Tri menegaskan penyebab kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan resmi.
Baca juga:
AI for Life Jadi Gagasan BINUS di Usia 45 Tahun, Publik Menanti Dampak Nyata
Sementara itu, tujuh penumpang dilaporkan selamat.
"Hingga saat ini aparat masih terus melakukan koordinasi intensif dengan operator penerbangan, pemerintah daerah, serta instansi terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan terverifikasi," ucap Tri.
Ia melanjutkan,
"Termasuk memastikan kronologi kejadian, kondisi para penumpang, serta perkembangan situasi keamanan di lokasi."
Insiden tersebut bukan hanya menjadi persoalan keamanan, melainkan juga menyangkut kepentingan publik. Di banyak wilayah pedalaman Papua, pesawat perintis merupakan satu-satunya moda transportasi yang menghubungkan masyarakat dengan rumah sakit, sekolah, pelayanan pemerintahan, hingga distribusi bahan pokok.
Baca juga:
Biji Nangka: Manfaat, Risiko, dan Cara Aman Konsumsi
Karena itu, setiap serangan terhadap penerbangan perintis akan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang tidak memiliki alternatif jalur transportasi lain.
Di tengah berbagai dugaan yang berkembang, publik berhak memperoleh informasi yang akurat dan berbasis pembuktian. Pernyataan aparat sendiri menunjukkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan kesimpulan resmi belum dapat disampaikan.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat gabungan masih bersiap menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memastikan kronologi insiden secara menyeluruh.
Baca juga:
Lautan Eceng Gondok Kepung Waduk Saguling, Pasokan Listrik Jawa-Bali Terancam
Pesawat boleh terbakar dalam hitungan menit. Namun membangun kembali rasa aman masyarakat di jalur udara Papua bisa memakan waktu bertahun-tahun.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PapuaPegunungan #Yahukimo #OperasiDamaiCartenz #KKB #PenerbanganPerintis

.jpg)