GalaPos ID, Yahukimo.
Tragedi kembali menyelimuti langit Papua Pegunungan. Pesawat perintis milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan registrasi PK-RCY terbakar sesaat setelah mendarat di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Kamis, 2 Juli 2026.
"Satu pesawat terbakar. Yang ikut terbakar bukan hanya badan pesawat, tetapi juga harapan warga pedalaman yang bergantung pada penerbangan perintis."
Baca juga:
- KTN ke-63 YPPII Batu Soroti Karakter Bangsa di Tengah Tantangan Zaman
- Petugas Rutan Surabaya Bongkar Penyelundupan Sabu Berkedok Kotak Susu
- Obat Vertigo dan Penyebabnya, Jangan Salah Tangani
Gala Poin:
1. Pilot Nicholas F. Goselin meninggal dunia setelah pesawat perintis PK-RCY terbakar di Lapangan Terbang Balinggama.
2. Tujuh penumpang Orang Asli Papua dilaporkan selamat, sementara penyebab insiden masih dalam penyelidikan.
3. Peristiwa ini kembali menyoroti rapuhnya keamanan jalur udara yang menjadi satu-satunya akses masyarakat pedalaman Papua.
Pilot pesawat, Nicholas F. Goselin alias Mark, dilaporkan meninggal dunia. Sementara tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) berhasil selamat.
Di balik insiden tersebut, muncul pertanyaan yang jauh lebih besar daripada sekadar siapa pelakunya. Ketika satu-satunya jalur transportasi udara menuju wilayah pedalaman kembali lumpuh, masyarakat yang bergantung pada penerbangan perintis kembali menjadi pihak yang paling terdampak.
Berdasarkan laporan awal yang diterima Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, pesawat berangkat dari Bandara Wamena pukul 06.30 WIT dan mendarat di Lapangan Terbang Balinggama pada pukul 06.46 WIT. Tidak lama setelah pilot melaporkan pendaratan, komunikasi terputus.
Baca juga:
Dalih Bahas Video Berujung Dugaan Kekerasan Seksual, Pria 22 Tahun Ditangkap Polisi
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel (Inf) Tri Purwanto menyampaikan laporan sementara yang diterima aparat.
"Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari masyarakat setempat, pilot pesawat, Nicholas F. Goselin alias Mark, warga negara Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia," kata Tri Purwanto dalam keterangannya, Kamis, 2 Juli 2026.
Meski demikian, TNI menegaskan penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan.
![]() |
| Pesawat PK-RCY. Foto Instagram: @amapapua |
Tri juga menyampaikan seluruh penumpang berhasil selamat.
"Hingga saat ini aparat masih terus melakukan koordinasi intensif dengan operator penerbangan, pemerintah daerah, serta instansi terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan terverifikasi," ucap Tri, dalam keterangan Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menambahkan,
"Termasuk memastikan kronologi kejadian, kondisi para penumpang, serta perkembangan situasi keamanan di lokasi."
Menurut Tri, insiden tersebut menjadi perhatian serius karena penerbangan perintis merupakan urat nadi masyarakat pedalaman Papua.
"Kami masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya sambil menunggu hasil penyelidikan resmi," kata dia.
Baca juga:
AI for Life Jadi Gagasan BINUS di Usia 45 Tahun, Publik Menanti Dampak Nyata
Di sisi lain, TNI menyebut terdapat dugaan keterlibatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam aksi pembakaran pesawat. Namun aparat menegaskan penyelidikan masih berlangsung sehingga penyebab pasti belum dapat dipastikan.
Peristiwa ini kembali membuka persoalan yang berulang di Papua Pegunungan. Ketika jalur darat belum mampu menjangkau banyak wilayah, pesawat perintis menjadi satu-satunya penghubung masyarakat menuju layanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan hingga distribusi logistik.
Setiap gangguan terhadap penerbangan bukan hanya berdampak pada maskapai atau operator, tetapi juga mengancam akses kebutuhan dasar ribuan warga di daerah terpencil.
Karena itu, publik kini menunggu hasil investigasi resmi aparat guna memastikan penyebab insiden sekaligus menjawab pertanyaan yang lebih penting: bagaimana negara menjamin keamanan transportasi udara bagi masyarakat yang tidak memiliki pilihan moda transportasi lain.
Hingga berita ini ditulis, aparat gabungan masih melakukan koordinasi untuk mengumpulkan informasi dan memverifikasi kronologi kejadian sebelum menyampaikan kesimpulan resmi kepada publik.
Baca juga:
45 Tahun BINUS, Indonesia Siap Jadi Sorotan Pendidikan Tinggi Dunia Lewat QS Summit 2026
Di Papua, hilangnya satu penerbangan bukan sekadar gangguan transportasi. Bagi ribuan warga, itu bisa berarti putusnya akses menuju rumah sakit, sekolah, dan logistik.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PapuaPegunungan #Yahukimo #PesawatPerintis #TransportasiUdara #Papua
.jpg)
.jpg)