AI for Life Jadi Gagasan BINUS di Usia 45 Tahun, Publik Menanti Dampak Nyata

GalaPos ID, Tangerang.
Di tengah euforia perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin masif, pertanyaan terpenting bukan lagi seberapa canggih teknologinya, melainkan siapa yang paling diuntungkan.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, Dewan Guru Besar BINUS University meluncurkan gagasan AI for Life, sebuah pandangan yang menegaskan bahwa AI harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, menjaga nilai kemanusiaan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung pembangunan Indonesia.

AI for Life Jadi Gagasan BINUS di Usia 45 Tahun, Publik Menanti Dampak Nyata
Rayakan 45 Tahun, BINUS University bawa Indonesia ke panggung global pendidikan tinggi lewat QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026

"AI memang makin pintar. Pertanyaannya, apakah kebijakan dan manusianya ikut semakin bijak, atau justru semakin bergantung pada mesin?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Dewan Guru Besar BINUS meluncurkan gagasan AI for Life yang menempatkan AI sebagai teknologi yang harus berpihak pada manusia dan kepentingan publik.
2. Pembahasan AI dilakukan secara lintas disiplin, mencakup teknologi, bisnis, industri kreatif, hukum, geopolitik, hingga kebijakan nasional.
3. Tantangan Indonesia bukan sekadar mengadopsi AI, tetapi memastikan teknologi menghasilkan manfaat nyata melalui regulasi, etika, perlindungan data, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Gagasan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan 45 tahun BINUS University, yang tidak hanya menjadi momentum perayaan institusi, tetapi juga refleksi mengenai tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan bangsa melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.

Ketua Dewan Guru Besar BINUS University, Prof. Harjanto Prabowo, mengatakan perkembangan AI tidak boleh hanya dipandang sebagai perlombaan teknologi atau sekadar penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.

"Di usia 45 tahun BINUS, kami bersyukur atas perjalanan yang telah dilalui dan menghargai seluruh kontribusi yang telah membentuk BINUS hingga hari ini. Namun, rasa syukur itu juga harus diwujudkan melalui komitmen untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi Indonesia. Melalui gagasan AI for Life, Dewan Guru Besar BINUS ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya," terang Prof. Harjanto Prabowo, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Rabu, 1 Juli 2026.

Baca juga:
Lautan Eceng Gondok Kepung Waduk Saguling, Pasokan Listrik Jawa-Bali Terancam

Pesan tersebut menjadi relevan ketika AI mulai masuk ke hampir seluruh sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, industri, ekonomi kreatif, pelayanan publik, hingga kebijakan negara. Di sisi lain, muncul kekhawatiran mengenai hilangnya lapangan kerja, penyalahgunaan data pribadi, hingga minimnya regulasi yang mampu mengimbangi laju perkembangan teknologi.
 
BINUS menilai diskusi mengenai AI tidak boleh berhenti pada persoalan teknologi semata. AI perlu dipahami sebagai bagian dari transformasi sosial yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, hukum, tata kelola pemerintahan, hingga strategi nasional.

Melalui pendekatan lintas disiplin, Dewan Guru Besar BINUS membagi pembahasan ke dalam tiga fokus utama.

Fokus pertama membahas teknologi, engineering, dan information technology yang menyoroti pentingnya mengubah AI dari sekadar alat menjadi sumber nilai ekonomi dan sosial. Menurut tim ini, tantangan Indonesia bukan hanya mengadopsi AI, melainkan mampu melakukan transformasi melalui peningkatan literasi digital, tata kelola data, etika, perlindungan privasi, dan kepemimpinan yang adaptif.

45 Tahun BINUS, Dewan Guru Besar Usung AI for Life: Teknologi Harus Mengabdi pada Manusia
BINUS University memperkenalkan gagasan AI for Life dalam perayaan 45 tahun berdiri. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, publik menanti apakah AI benar-benar menjadi solusi bagi pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, atau hanya menjadi jargon baru di era digital.

 

Fokus kedua mengangkat bisnis dan industri kreatif. Para Guru Besar menilai AI seharusnya menjadi mitra bagi kreativitas, bukan ancaman. AI dapat mempercepat proses inovasi dan membuka peluang ekonomi baru, namun kreativitas manusia tetap tidak tergantikan karena dibangun dari pengalaman hidup, budaya, empati, dan nilai-nilai sosial.

Sementara itu, fokus ketiga membahas geopolitik global, hukum, dan strategi kebijakan nasional. Di tengah persaingan global berbasis teknologi, Indonesia dinilai perlu memperkuat regulasi, keamanan siber, perlindungan data pribadi, hingga kebijakan nasional yang mampu menjaga kepentingan publik tanpa menghambat inovasi.

Melalui tiga perspektif tersebut, Dewan Guru Besar BINUS menegaskan bahwa AI bukan hanya persoalan kecanggihan teknologi, tetapi menyangkut arah pembangunan bangsa.

Baca juga:
Bahaya Menahan BAB: Dari Sembelit hingga Risiko Kanker

Tema tersebut juga diperkuat melalui orasi ilmiah bertajuk "Shaping the Next Intelligence Era: Artificial Intelligence, Leadership, and Collaboration." BINUS menilai kepemimpinan dan kolaborasi menjadi faktor utama agar AI tidak berkembang tanpa arah, melainkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Prof. Harjanto kembali menegaskan bahwa setiap inovasi yang lahir dari perguruan tinggi harus kembali kepada kepentingan masyarakat.

"BINUS lahir dengan semangat Bina Nusantara. Karena itu, setiap pemikiran dan inovasi yang kami hadirkan harus kembali kepada kontribusi bagi bangsa. AI for Life adalah ajakan agar kita tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa teknologi tersebut membawa manfaat nyata bagi manusia dan Indonesia," lanjut Prof. Harjanto.

Baca juga:
Drama OTT Kuansing: Dari Penangkapan Massal hingga Penyerahan Diri Pejabat 


Di tengah derasnya narasi revolusi AI, tantangan terbesar sebenarnya bukan menciptakan teknologi yang semakin pintar, melainkan memastikan kecerdasan tersebut tetap berpihak pada manusia.

Sebab, publik tidak hanya membutuhkan inovasi, tetapi juga kepastian bahwa perkembangan teknologi berjalan seiring dengan perlindungan hak masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, serta terciptanya kesempatan ekonomi yang lebih adil bagi semua.

 

 

Baca juga:
Sindikat Judi Online 1XBET Terbongkar, Empat Tersangka Ditangkap

Semua berlomba mengembangkan AI. Tapi yang lebih mendesak adalah memastikan teknologi bekerja untuk manusia, bukan manusia yang sibuk mengejar algoritma.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #AIForLife #ArtificialIntelligence #BINUSUniversity #TeknologiUntukManusia #IndonesiaDigital

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال