GalaPos ID, Lumajang.
Panen raya salak pondoh kembali menggeliat di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, menjelang penghujung tahun 2025.
Ribuan kilogram buah salak segar dihasilkan petani dari lereng Gunung Semeru, menawarkan rasa manis dan tekstur renyah yang menjadi ciri khas daerah ini.
"Manis, renyah, dan murah—salak pondoh khas Pronojiwo kembali menjadi harapan pemulihan ekonomi warga Lumajang pascaerupsi Gunung Semeru."
Baca juga:
- Banjir Rendam Jorong Sungai Asam, Tim SAR Evakuasi Warga
- BTS Umumkan Album dan Tur Dunia Pasca Wajib Militer
- Paparan Gadget Berlebih, Kesehatan dan Mental Anak Terancam
Gala Poin:
1. Panen raya menghasilkan ribuan kilogram salak pondoh khas Pronojiwo.
2. Harga terjangkau Rp3.000 per kilogram menarik minat konsumen.
3. Komoditas ini menjadi harapan pemulihan ekonomi pascaerupsi Semeru.
Kesibukan tampak di teras rumah warga Desa Oro-Oro Ombo. Seorang ibu terlihat membersihkan buah salak yang baru dipanen. Sekitar sembilan kuintal salak pondoh menggunung, menandai puncak musim panen petani setempat.
Salak pondoh khas Pronojiwo dikenal memiliki cita rasa berbeda dibandingkan salak dari daerah lain. Faktor tanah vulkanik dan iklim sejuk kaki Gunung Semeru diyakini memberi pengaruh besar terhadap kualitas rasa dan tekstur buah.
Salah satu konsumen, Elis, mengaku sengaja datang langsung ke lokasi untuk membeli salak pondoh Pronojiwo.
“Rasanya manis dan teksturnya renyah, salak asal Pronojiwo memang beda dari buah salak daerah lain,” jelas Elis, dikutip Jumat, 2 Januari 2026.
Baca juga:
Luminesa Hidupkan Layar Tancep jadi Ruang Literasi dan Keakraban Sosial
Harga salak pondoh Pronojiwo juga terbilang terjangkau. Sriati, pedagang salak setempat, mengatakan satu kilogram salak dijual seharga Rp3.000.
“Harganya sangat murah hanya tiga ribu rupiah per kilogram. Sekarang lagi musim dan panen raya, kami juga mengirimkan ke beberapa daerah terdekat di Jawa Timur jika panenan melimpah,” kata Sriati.
Meski demikian, para petani dan pedagang tak menutup mata terhadap dampak erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025. Aktivitas ekonomi sempat menurun tajam setelah bencana tersebut.
Namun, panen raya akhir tahun ini menjadi penanda perlahan bangkitnya roda perekonomian warga. Desa Oro-Oro Ombo selama ini dikenal sebagai sentra salak pondoh Lumajang.
Ribuan pohon tumbuh subur di lereng Semeru, dengan jangkauan pemasaran hingga Banyuwangi dan Bali. Bagi warga Pronojiwo, salak bukan sekadar buah, tetapi penopang ekonomi dan identitas daerah.
Salak Pronojiwo adalah komoditas unggulan dari Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, dikenal karena rasa manis, daging renyah, dan bisa berbuah sepanjang musim, terutama varietas Salak Pondoh dan Gulapasir yang tumbuh subur di dataran tinggi dekat Gunung Semeru.
Selain dijual segar, salak ini juga diolah menjadi keripik salak sebagai oleh-oleh khas daerah tersebut.
Baca juga:
Prabowo Setujui Normalisasi Sungai Skala Besar untuk Mitigasi Bencana
"Panen raya salak pondoh Pronojiwo Lumajang menghadirkan rasa manis khas lereng Semeru dengan harga terjangkau. Komoditas unggulan ini menjadi tumpuan ekonomi warga pascaerupsi."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #SalakPondoh #Pronojiwo #Lumajang
.jpeg)
.jpeg)