Biji Nangka: Manfaat, Risiko, dan Cara Aman Konsumsi

GalaPos ID, Jakarta.
Artis senior Ratna Listy membagikan pengalaman uniknya mengonsumsi biji nangka rebus yang lezat dan bernutrisi. Lewat unggahan terbarunya, Ratna Listy mengajak publik menikmati camilan tradisional kaya manfaat yang jarang dilirik
"Siapa yang hobi makan biji Nangka rebus seperti aku? ❤️" tulisnya dalam akun IG ratna_listy, Jumat, 26 Desember 2025.
Siapa yang hobi makan biji nangka rebus seperti beliau?

Jangan Asal Makan, Ini Risiko dan Manfaat Biji Nangka
Lewat media sosial, Ratna Listy mengungkap kegemarannya menyantap biji nangka rebus. Camilan tradisional yang sederhana ini ternyata kaya gizi dan cocok jadi pilihan makanan sehat sehari-hari. Pengalaman Ratna Listy ini sukses membuat banyak orang ikut bernostalgia dengan rasa khas biji nangka rebus. Foto IG: ratna_listy

 

"Biji nangka kerap berakhir di tempat sampah, padahal kandungan gizinya disebut kaya karbohidrat, protein, hingga antioksidan. Amankah dikonsumsi rutin? Apa benar bisa turunkan kolesterol dan risiko kanker? Simak fakta ilmiahnya berikut ini."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Biji nangka kaya nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan antioksidan yang berpotensi mendukung kesehatan pencernaan dan metabolisme.
2. Sejumlah manfaat kesehatan masih dalam tahap penelitian awal, terutama terkait efek antimikroba, anti-kanker, dan penurunan kolesterol.
3. Konsumsi berlebihan berisiko, terutama karena kandungan anti-nutrisi dan potensi interaksi dengan obat-obatan tertentu.


Selama ini masyarakat Indonesia lebih akrab dengan daging buah nangka, baik dalam bentuk gudeg maupun buah segar. Namun, bijinya—yang dikenal sebagai beton di Jawa—justru sering diabaikan.

Padahal, sejumlah penelitian menyebutkan biji nangka mengandung nutrisi penting. Pertanyaannya, seberapa aman dan bermanfaat konsumsi biji nangka bagi kesehatan publik? 

Kandungan Nutrisi: Energi Tinggi dan Serat Melimpah
‎‎Biji nangka bukan sekadar limbah dapur. Dalam 28 gram biji nangka matang, terkandung sekitar 11 gram karbohidrat dan 2 gram protein. Selain itu, terdapat vitamin dan mineral seperti riboflavin, thiamin, magnesium, dan fosfor.

‎Kandungan pati yang tinggi menjadikan biji nangka sebagai sumber energi alternatif. Seratnya pun cukup signifikan, yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan membantu pertumbuhan bakteri baik usus.

‎Secara teori, kandungan ini membuat biji nangka berpotensi membantu mencegah sembelit, mengontrol rasa lapar lebih lama, serta menjaga berat badan tetap stabil.

Baca juga:
Desa Bersujud Semarak, Ribuan Siswa Darul Azhar Rayakan Pawai Ramadan

‎Namun, seperti halnya pangan lain yang sedang naik daun sebagai “superfood”, klaim manfaat tetap perlu ditelaah dengan kritis.

Klaim Manfaat: Antimikroba hingga Anti-Kanker
‎‎Beberapa studi menyebutkan adanya komponen antimikroba dalam biji nangka yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri seperti E. coli, penyebab umum keracunan makanan.

‎Tak hanya itu, kandungan antioksidannya diklaim cukup kuat untuk melawan radikal bebas, mengurangi inflamasi, hingga membantu perbaikan DNA. Disebutkan pula adanya potensi penurunan risiko kanker pada pembuluh darah berdasarkan studi laboratorium.

‎Dalam penelitian lain—yang masih dilakukan pada hewan percobaan—ekstrak biji nangka disebut dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), sehingga menurunkan risiko penyumbatan pembuluh darah dan stroke.

‎Meski menjanjikan, penting digarisbawahi bahwa sebagian temuan ini masih berada pada tahap penelitian awal dan belum sepenuhnya diuji dalam skala klinis pada manusia. Artinya, publik perlu berhati-hati dalam menafsirkan klaim kesehatan tersebut.

Biji Nangka: Kaya Nutrisi, Tapi Aman Dikonsumsi Setiap Hari?
Ratna Listy, membagikan cerita serunya menikmati biji nangka rebus sebagai camilan favorit. Selain enak dan mengenyangkan, biji nangka rebus juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Inspirasi kuliner sehat ala Ratna Listy ini pun mencuri perhatian warganet.

 

Efek Samping: Jangan Konsumsi Berlebihan
‎‎Di balik manfaatnya, biji nangka juga memiliki potensi risiko.

‎Pertama, biji nangka mengandung zat anti-nutrisi seperti tanin dan trypsin inhibitor. Senyawa ini dapat menghambat penyerapan nutrisi tertentu dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi dalam kondisi mentah atau tidak matang sempurna.

‎Kedua, terdapat potensi interaksi dengan obat-obatan seperti aspirin, obat antikoagulan, dan ibuprofen, yang berisiko memicu perdarahan jika dikonsumsi bersamaan.

‎Ketiga, pada sebagian orang, konsumsi biji nangka dapat menyebabkan nyeri atau gangguan lambung.

‎Karena itu, pengolahan hingga matang sempurna menjadi syarat mutlak sebelum dikonsumsi.

Baca juga:
AMPRO Fight 2026 di TVRI Jadi Sinyal Kebangkitan Tinju Nasional

Cara Mengolah yang Aman dan Variatif
‎‎Biji nangka dapat diolah dengan berbagai cara, antara lain:

‎- Direbus hingga matang, dengan rasa menyerupai kentang.
‎- ‎Dihaluskan menjadi puree atau bubur.
‎- ‎Diolah menjadi tepung sebagai alternatif pengganti tepung terigu atau beras.
‎- ‎Dipanggang atau digoreng sebagai camilan.
‎- ‎Ditambahkan ke dalam smoothies untuk tekstur lebih kental.

‎Pengolahan yang tepat tidak hanya meningkatkan cita rasa, tetapi juga membantu menurunkan kadar anti-nutrisi.

Baca juga:
GM Le Eminence: Media Punya Peran Strategis Dongkrak Hospitality

‎Kepentingan Publik: Bijak Sebelum Mengonsumsi
‎‎Di tengah tren pangan lokal dan gerakan zero waste, biji nangka memang layak dipertimbangkan sebagai alternatif sumber pangan. Namun, menjadikannya konsumsi rutin harian tanpa takaran jelas juga bukan langkah bijak.

‎Sebagai masyarakat, penting untuk memahami bahwa tidak semua bahan alami otomatis aman dalam jumlah besar. Konsumsi sesekali sebagai camilan relatif tidak bermasalah bagi sebagian besar orang sehat. Namun, bagi yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap dianjurkan.

‎Biji nangka memang edible dan bernutrisi. Tetapi seperti banyak bahan pangan lainnya, kuncinya ada pada jumlah, cara pengolahan, dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

 

 

Baca juga:
Novita Hardini Ajak KWT Munjungan Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

"Biji nangka atau beton ternyata menyimpan kandungan nutrisi penting seperti serat, protein, vitamin, dan antioksidan. Namun, di balik manfaatnya, terdapat potensi efek samping jika dikonsumsi berlebihan atau bersamaan dengan obat tertentu. Berikut ulasan lengkap dan kritis mengenai keamanan konsumsi biji nangka."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BijiNangka #KesehatanAlami #EdukasiGizi

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال