GalaPos ID - Iklan Banner

Prabowo Terima KTA NU, Gus Kikin Ungkap Hal yang Disebut Baru Kali Ini

GalaPos ID, Jombang.
Ada yang berbeda dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Presiden Prabowo Subianto bukan hanya hadir untuk menutup forum organisasi Islam terbesar tersebut, tetapi juga tercatat menghadiri pembukaannya beberapa hari sebelumnya.

Prabowo Hadir Lagi di Muktamar NU, KTA Seumur Hidup Jadi Sorotan
Prabowo dua kali hadir di Muktamar NU, dari membuka hingga menutup, lalu pulang membawa KTA NU seumur hidup. Publik boleh bertanya: ini sekadar kehormatan, atau politik simbolik yang memang selalu punya panggungnya sendiri? Foto: BPMI

 

"Kalau kehadiran Presiden di Muktamar NU disebut “sangat spesial”, publik tentu berhak ikut bertanya: spesial karena sejarah baru tercipta, atau karena kartu anggotanya kini berlaku seumur hidup?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Prabowo mencatat momen berbeda: menghadiri pembukaan sekaligus penutupan Muktamar NU ke-35.
2. Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031 setelah memperoleh 472 suara pada tahap penjaringan.
3. Prabowo menerima KTA NU dengan status anggota seumur hidup, sembari memuji pelaksanaan Muktamar yang disebut guyub, rukun, dan damai.


Bagi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, kehadiran Presiden dalam dua momentum tersebut merupakan sesuatu yang istimewa.

"Alhamdulillah pada pagi hari ini kita bermuajahah dalam acara penutupan Muktamar yang ke-35. Ini sangat spesial, tadi sudah disampaikan Gus Ipul, dua kali Presiden Republik Indonesia menghadiri acara ini. Pembukaan hadir dan penutupan hadir baru kali ini," kata Gus Kikin dalam sambutannya, Senin, 31 Agustus 2026.

Presiden Prabowo menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU pada Senin, 31 Agustus 2026. Kedatangan Kepala Negara disambut Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU 2026–2031 KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Sebelumnya, Prabowo hadir sekaligus membuka Muktamar ke-35 NU yang digelar pada Jumat, 27 Agustus 2026.

Dua kehadiran tersebut menjadi salah satu sorotan dalam penutupan Muktamar. Sebab, menurut Gus Kikin, baru kali ini seorang Presiden hadir dalam pembukaan sekaligus penutupan Muktamar NU.

Namun, di tengah simbolisme kehadiran kepala negara, Muktamar juga menghasilkan keputusan penting bagi internal NU: pergantian kepemimpinan organisasi.

Baca juga:

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031
Muktamar ke-35 NU telah memilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

Gus Kikin memperoleh suara terbanyak dalam proses penjaringan calon ketua umum. Pada tahap awal, para muktamirin melakukan pemungutan suara untuk menyaring lima besar calon Ketua Umum PBNU.

Dalam proses tersebut, Gus Kikin menempati posisi pertama dengan perolehan 472 suara.

Dengan terpilihnya Gus Kikin, forum Muktamar bukan sekadar menjadi panggung kehadiran Presiden, tetapi juga menjadi titik awal kepemimpinan baru PBNU untuk periode lima tahun ke depan.


Dari Muktamar ke KTA NU Seumur Hidup
Ada satu momen lain yang kemudian menarik perhatian dalam penutupan Muktamar. Presiden Prabowo menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama saat menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Kartu tersebut diserahkan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan didampingi Ketum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, serta Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Dua Kali Datang ke Muktamar NU, Prabowo Terima KTA Seumur Hidup
Prabowo mencatat momen berbeda: menghadiri pembukaan sekaligus penutupan Muktamar NU ke-35. Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031 setelah memperoleh 472 suara pada tahap penjaringan. Foto: BPMI

 

Prabowo menyebut pemberian KTA tersebut sebagai sebuah kehormatan. Namun, perhatian Presiden justru tertuju pada satu keterangan yang tercantum di kartu tersebut: status keanggotaan seumur hidup.

"Ini kehormatan besar bagi saya dan ini disini, ada luar biasa lagi disini. Di bawahnya disebut anggota seumur hidup. Ini luar biasa ini," kata Presiden Prabowo, Senin, 31 Agustus 2026.

Kalimat tersebut menjadi bagian menarik dari rangkaian penutupan Muktamar. Sebab, di satu sisi, pemberian KTA menjadi simbol penerimaan dan penghormatan. Di sisi lain, status “anggota seumur hidup” membuat momen tersebut memiliki bobot simbolik yang lebih kuat.


Prabowo Beri Selamat kepada Pimpinan NU Terpilih
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan NU yang terpilih.

"Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU yang terpilih," ucap Presiden Prabowo.

Prabowo juga mengapresiasi pelaksanaan Muktamar NU yang berlangsung dengan suasana guyub, rukun, dan damai.

Menurutnya, proses tersebut menunjukkan bahwa perbedaan dan kompetisi dapat dijalankan secara sehat.

Baca juga:


Presiden menilai NU telah memberikan contoh bagi masyarakat dalam menjalankan organisasi dengan jumlah anggota yang besar melalui proses musyawarah yang tertib dan damai.

"Tapi saya kira NU memberi contoh kepada seluruh bangsa. Bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu, tapi bisa melaksanakan Muktamar dengan sukses, dengan damai, dengan rukun," pungkasnya.

Di titik ini, Muktamar ke-35 NU memperlihatkan setidaknya dua wajah sekaligus: pergantian kepemimpinan internal organisasi dan kuatnya simbol kedekatan institusional dengan kepala negara.

Kehadiran Prabowo sejak pembukaan hingga penutupan, ditambah pemberian KTA NU seumur hidup, tentu menjadi rangkaian simbol yang menarik untuk dicermati.

Bagi NU, momentum itu disebut istimewa. Bagi pemerintah, kehadiran tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan apresiasi terhadap proses organisasi yang damai.

Baca juga:
Kasus APAR Muratara, Vonis Supriyono Naik di Tingkat Banding

Sementara bagi publik, pertanyaan yang lebih penting justru bukan sekadar siapa hadir dan kartu apa yang diberikan, melainkan bagaimana hubungan simbolik tersebut akan diterjemahkan dalam praktik setelah Muktamar usai.

Sebab, pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah organisasi besar bukan hanya seberapa meriah forum ditutup, tetapi sejauh mana kepemimpinan baru mampu membawa keputusan Muktamar menjadi kerja nyata yang dirasakan anggotanya dan masyarakat luas.

 

 



Baca juga:


Biasanya orang datang ke acara, memberi sambutan, lalu pulang. Prabowo datang ke Muktamar NU dua kali—membuka, menutup, dan kali ini membawa pulang KTA dengan status seumur hidup.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #MuktamarNU #PrabowoSubianto #PBNU #GusKikin #NU2026

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال