GalaPos ID - Iklan Banner

Karhutla Mengganas: Kalteng Membara, Kaltim? Ini Data Terbarunya

GalaPos ID, Jakarta.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menunjukkan wajah berbeda di sejumlah wilayah Indonesia. Di tengah penurunan titik panas di beberapa daerah, Kalimantan Tengah justru mencatat kenaikan signifikan.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa penanganan karhutla belum bisa sekadar mengandalkan kabar baik dari turunnya angka di satu wilayah.

Karhutla Indonesia: Kalteng Membara, Kaltim? Ini Data Terbarunya
Karhutla Indonesia kembali jadi sorotan. Titik panas Kalimantan Tengah melonjak 412 titik menjadi 4.359, sementara Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan mengalami penurunan. Angka boleh naik-turun, tetapi publik tentu berharap asap tidak ikut menjadi “agenda tahunan” yang selalu datang tanpa undangan. Foto: Helikopter water bombing melakukan operasi pemadaman karhutla di Kubu Raya, Selasa, 25 Agustus 2026/BNPB

 

"Indonesia kembali menghitung titik panas. Sebagian turun, sebagian naik, dan asap tetap punya peluang menjadi “tamu langganan”. Pertanyaannya, kapan angka penanganan benar-benar lebih cepat daripada angka kebakaran?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Kalimantan Tengah menjadi perhatian: titik panas meningkat 412 titik menjadi 4.359 titik, dengan 93 titik api dan indikasi lahan terbakar lebih dari 7.634 hektare.
2. Kalimantan Barat mengalami penurunan titik panas: dari 1.742 menjadi 1.083 titik, tetapi masih ditemukan 18 titik api dan indikasi lahan terbakar lebih dari 38.310 hektare.
3. Kalimantan Selatan ikut menurun: titik panas berkurang 180 menjadi 899 titik, dengan 28 titik api dan indikasi luas lahan terbakar lebih dari 10.095 hektare.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan karhutla di berbagai Indonesia. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan di Indonesia ada enam provinsi yang menjadi prioritas untuk ditangani secara serius terkait karhutla.

Di Kalimantan Tengah, misalnya, terdapat 93 titik api. Namun, titik panas meningkat sebesar 412 titik sehingga hari ini menjadi 4.359 titik panas.

“Dengan luas lahan terbakar yang diindikasikan lebih dari 7.634 hektare, jarak pandang normal mencapai 9 kilometer,” lanjutnya.

Angka tersebut menjadi catatan penting di tengah upaya pemerintah menangani karhutla. Sebab, ketika titik panas meningkat ratusan titik, persoalannya bukan hanya tentang angka di peta, tetapi juga potensi dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan keselamatan warga.


Kalimantan Barat Turun, tetapi Ancaman Belum Hilang
Situasi berbeda terlihat di Kalimantan Barat. Titik panas di wilayah tersebut hari ini turun secara signifikan, dari sebelumnya 1.742 titik menjadi 1.083 titik.

Baca juga:


“Ini merupakan penurunan yang sangat signifikan. Semoga pada waktu-waktu mendatang penurunan ini juga ditandai dengan menurunnya titik api,” terang Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Jumat, 28 Agustus 2026.

Namun, penurunan titik panas belum otomatis berarti persoalan karhutla selesai. Saat ini ditemukan 18 titik api dengan indikasi lahan terbakar sebanyak lebih dari 38.310 hektare, dengan jarak pandang di bawah 1 kilometer.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa membaca situasi karhutla hanya dari naik-turunnya titik panas berisiko membuat publik kehilangan gambaran utuh. Indikator lain, termasuk titik api, luas lahan terbakar, dan jarak pandang, tetap perlu diperhatikan.

Kalimantan Selatan Ikut Menurun

Lebih lanjut, Berton juga menyampaikan kondisi karhutla di Kalimantan Selatan yang mengalami penurunan titik panas.

“Titik panas menurun sebesar 180 titik sehingga titik panas yang ditemukan hari ini sebanyak 899 titik, sedangkan titik api sebanyak 28 titik. Dengan indikasi luas lahan terbakar lebih dari 10.095 hektare, jarak pandang berada di bawah 7 kilometer,” kata Berton SP Panjaitan.

Penurunan tersebut tentu menjadi perkembangan positif. Namun, angka 899 titik panas, 28 titik api, dan indikasi lahan terbakar lebih dari 10.095 hektare menunjukkan bahwa ancaman belum dapat dianggap remeh.

Karhutla 28 Agustus: Kalteng Naik 412 Titik, Kalbar Menurun
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan Kalteng menjadi perhatian: titik panas meningkat 412 titik menjadi 4.359 titik, dengan 93 titik api dan indikasi lahan terbakar lebih dari 7.634 hektare. Kalbar mengalami penurunan titik panas: dari 1.742 menjadi 1.083 titik, tetapi masih ditemukan 18 titik api dan indikasi lahan terbakar lebih dari 38.310 hektare.

 

Bagi publik, persoalan karhutla pada akhirnya bukan sekadar soal apakah angka hari ini naik atau turun. Yang lebih penting adalah seberapa cepat titik api dikendalikan, seberapa luas lahan berhasil diselamatkan, serta seberapa efektif negara memastikan masyarakat tidak menjadi korban berulang dari bencana yang terus muncul.

Karena itu, ketika sebagian wilayah mencatat penurunan titik panas, sementara wilayah lain justru mengalami lonjakan, pertanyaan publik semestinya tetap sederhana: apakah penanganan karhutla benar-benar semakin efektif, atau Indonesia hanya sedang sibuk menghitung asap sebelum kembali menghirupnya?

 

 

Baca juga:


Indonesia kembali menghitung titik panas. Sebagian turun, sebagian naik, dan asap tetap punya peluang menjadi “tamu langganan”. Pertanyaannya, kapan angka penanganan benar-benar lebih cepat daripada angka kebakaran?

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Karhutla #BNPB #KebakaranHutan #Kalimantan #BencanaIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال