GalaPos ID, Jakarta.
Raksasa teknologi Google kembali menggulirkan inovasi melalui fitur terbaru di Google Search bernama Preferred Source.
Fitur ini memungkinkan pengguna memilih sumber berita favorit agar otomatis muncul di posisi teratas kolom Top Stories.
![]() |
| Tak hanya pengguna, media juga bisa memanfaatkan fitur Preferred Sources Google untuk meningkatkan loyalitas pembaca. Bagaimana caranya agar situs Anda dipilih dan tampil di Top Stories? |
"Ingin hasil berita di Google Search hanya menampilkan media favorit Anda? Fitur Preferred Source dari Google memungkinkan pengguna mengatur Top Stories sesuai selera—namun ada potensi risiko filter bubble yang perlu diwaspadai."
Baca juga:
- Road to Piala Dunia 2026, TVRI Panaskan Atmosfer dan Libatkan UMKM
- Warga Swadaya Bangun Jembatan Bambu, Perbaikan Belum Jelas
- Ramadan 2026, Permintaan Kredit Kendaraan di BSI Naik 15 Persen
Gala Poin:
1. Preferred Source memungkinkan pengguna memilih media favorit di Google Search.
2. Fitur ini mempermudah akses berita, tetapi berpotensi memicu filter bubble.
3. Pengguna tetap perlu menjaga keberagaman sumber informasi.
Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat personalisasi pencarian. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan publik: apakah kontrol penuh atas sumber informasi justru berpotensi mempersempit sudut pandang?
Apa Itu Preferred Source?
Preferred Source adalah fitur yang memungkinkan pengguna memilih situs berita tertentu sebagai sumber utama ketika mencari informasi di Google Search.
Jika sebelumnya hasil pencarian berita menampilkan berbagai media secara acak berdasarkan algoritma, kini pengguna bisa memprioritaskan media favorit mereka. Tidak ada batasan jumlah situs yang dapat dipilih.
Dalam uji coba awal melalui Google Labs, lebih dari separuh pengguna memilih setidaknya empat sumber berita sebagai referensi utama mereka.
Baca juga:
Mengapa Kebiasaan Kecil Lebih Penting untuk Kebahagiaan
Cara Mengatur Preferred Source di Google Search. Berikut langkah yang dapat dilakukan pengguna:
- Buka Google Search dan ketik topik berita yang ingin dicari.
- Pada bagian atas hasil pencarian, muncul kotak Top Stories.
- Klik ikon bintang di sisi kanan tulisan Top Stories.
- Pilih media atau situs berita favorit.
- Jumlah situs yang bisa dipilih tidak terbatas.
- Tekan tombol Refresh results untuk memperbarui hasil pencarian.
- Berita dari media terpilih akan tampil di bagian teratas.
Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur personalisasi minat berdasarkan topik seperti teknologi, gaya hidup, atau hobi.
Manfaat dan Tantangan: Filter Bubble Mengintai
Fitur ini memang menghadirkan kontrol lebih besar bagi pengguna. Namun, risiko filter bubble menjadi catatan penting.
Kondisi ini terjadi ketika seseorang terus-menerus terpapar informasi dari sumber yang sejalan dengan pandangannya. Akibatnya, keragaman perspektif berkurang dan ruang diskusi publik menjadi sempit.
Google menegaskan pengguna bebas menambah atau menghapus sumber favorit kapan saja. Fleksibilitas ini diharapkan dapat menjaga keberagaman informasi.
Baca juga:
Semeru Erupsi Dua Kali, BPBD Lumajang: Status Turun Bukan Berarti Aman
Saat ini, Preferred Source baru tersedia di Amerika Serikat dan India, dengan rencana ekspansi ke negara lain.
Pada akhirnya, personalisasi bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga tanggung jawab. Pengguna dituntut lebih kritis agar tidak terjebak dalam ruang gema informasi.
Baca juga:
Cempaka dan Detoks, Diuretik Alami atau Sekadar Sugesti?
"Google Search meluncurkan fitur Preferred Source yang memungkinkan pengguna memilih media favorit agar tampil utama di Top Stories. Simak cara mengatur, manfaat, serta risiko filter bubble yang mengintai personalisasi berita ini."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #GoogleSearch #PreferredSource #LiterasiDigital #FilterBubble #JurnalismeKritis
.jpeg)
.jpg)