Ramadan 2026, Permintaan Kredit Kendaraan di BSI Naik 15 Persen

GalaPos ID, Jakarta.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan kendaraan sepanjang 2025.
Total penyaluran mencapai Rp6,41 triliun atau tumbuh sekitar 19 persen secara tahunan (year on year/YoY), dengan kualitas pembiayaan diklaim tetap sehat.

Ramadan 2026, Permintaan Kredit Kendaraan di BSI Naik 15%
Sepanjang tahun 2025, kinerja pembiayaan kendaraan BSI tercatat tumbuh sekitar 19% (YoY) dengan total pembiayaan mencapai Rp6,41 Triliun dengan kualitas pembiayaan sehat. Peningkatan ini mengalami lonjakan terutama di daerah-daerah dengan mobilitas tinggi dan padat industri seperti Jabodetabek, Medan, Surabaya dan Makassar. Foto: bankbsi.co.id

"Menjelang Ramadan 2026, pembiayaan kendaraan di BSI melonjak. Tumbuh 19 persen sepanjang 2025, apakah tren ini sinyal daya beli menguat atau dorongan promo agresif perbankan?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Pembiayaan kendaraan BSI tumbuh 19% secara tahunan pada 2025 dengan total Rp6,41 triliun dan kualitas pembiayaan diklaim sehat.
2. Menjelang Ramadan 2026, permintaan pembiayaan kendaraan diproyeksi meningkat 10–15%, terutama di wilayah padat industri.
3. BSI optimistis KKB 2026 tumbuh dua digit, ditopang insentif kendaraan listrik, minat pembiayaan syariah, dan program promosi milad.


Menjelang Ramadan 2026, tren peningkatan itu kembali terlihat. Permintaan pembiayaan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, mengalami kenaikan di sejumlah wilayah dengan mobilitas dan aktivitas industri tinggi seperti Jabodetabek, Medan, Surabaya, dan Makassar.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyebut kinerja pembiayaan kendaraan perseroan berada di atas rata-rata industri yang berada di kisaran 7 persen.

"BSI OTO mencatatkan kinerja solid tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan industri sekitar 7%," ujar Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangan, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menambahkan, tren musiman menjelang Ramadan turut mendorong kenaikan pembiayaan.

"Menjelang Ramadan, rata-rata kebutuhan pembiayaan kendaraan di BSI biasanya naik sekitar 10-15%."

Baca juga:
Cempaka dan Detoks, Diuretik Alami atau Sekadar Sugesti?


Pertumbuhan pembiayaan kendaraan BSI ditopang strategi pembiayaan yang disebut tepat sasaran dan penerapan manajemen risiko yang disiplin. Untuk mempercepat proses, BSI OTO bekerja sama dengan Mandiri Utama Finance Syariah (MUF Syariah) yang fokus pada pembiayaan mobil baru, mobil bekas, dan motor baru.

Kolaborasi ini dinilai memperkuat penetrasi pasar, terutama di wilayah padat industri dan urban, di mana kebutuhan kendaraan masih menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan mobilitas harian.

BSI juga optimistis penyaluran pembiayaan kredit kendaraan bermotor (KKB) pada 2026 dapat tumbuh dua digit. Optimisme itu didorong oleh stimulus pemerintah, termasuk insentif kendaraan listrik, meningkatnya minat masyarakat terhadap pembiayaan berbasis syariah, serta berbagai program promosi internal.

Dalam rangka milad kelima, BSI menghadirkan sejumlah promo, antara lain special price mulai dari 2,22 persen flat per tahun bagi nasabah ASN, BUMN, BUMD, payroll, serta segmen lainnya. Selain itu tersedia bonus tabungan emas, cashback tabungan haji, cashback referral, serta program promosi lain dengan syarat dan ketentuan berlaku.

BSI Catat Rp6,41 Triliun Pembiayaan KKB, Optimistis Tumbuh Dua Digit
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) resmi memperoleh izin bulion jasa simpanan emas per 10 November 2025. Dengan izin ini, BSI kini mengelola tiga kegiatan usaha bulion, yakni Simpanan Emas, Perdagangan Emas, dan Penitipan Emas. Foto: istimewa

 

BSI menawarkan produk pembiayaan kendaraan berbasis prinsip syariah dengan cicilan tetap dan tenor fleksibel. Proses pengajuan dapat dilakukan melalui jaringan kantor cabang maupun secara digital melalui superapps BYOND by BSI.

Lonjakan pembiayaan kendaraan menjelang Ramadan kerap menjadi fenomena musiman. Namun, pertumbuhan 19 persen sepanjang 2025 juga memunculkan pertanyaan publik: apakah ini mencerminkan pemulihan daya beli yang kuat, atau lebih dipicu strategi promosi agresif dan insentif pembiayaan?

Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi konsumsi rumah tangga, keberlanjutan pertumbuhan dua digit pada 2026 akan sangat bergantung pada kualitas pembiayaan serta ketahanan nasabah dalam memenuhi kewajiban cicilan.

Bagi industri perbankan syariah, momentum Ramadan tetap menjadi etalase kinerja. Sementara bagi masyarakat, keputusan mengambil pembiayaan kendaraan tetap memerlukan perhitungan matang agar tidak terjebak beban finansial jangka panjang.

 

Baca juga:
Solidaritas Afrika dan Sikap Indonesia Warnai Isu Palestina

"PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat pembiayaan kendaraan tumbuh 19% secara tahunan sepanjang 2025 menjadi Rp6,41 triliun. Menjelang Ramadan 2026, permintaan KKB diproyeksi naik 10–15%, ditopang promo dan insentif kendaraan listrik."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BankSyariahIndonesia #KKB2026 #PembiayaanSyariah #Ramadan2026 #EkonomiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال