Warga Swadaya Bangun Jembatan Bambu, Perbaikan Belum Jelas

GalaPos ID, Lombok Timur.
Kerusakan jembatan penghubung antara Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, dan Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), selama satu bulan terakhir memicu gangguan serius terhadap mobilitas warga lintas kecamatan.

Jembatan Rusak di Lombok Timur, Warga Bangun Akses Darurat
Kerusakan jembatan penghubung Desa Lendang Nangka Utara dan Desa Jurit Baru di Lombok Timur, NTB. Foto: RS

 

"Jembatan rusak di Lombok Timur lumpuhkan akses dua kecamatan. Warga terpaksa bangun jembatan darurat dari bambu, sementara perbaikan permanen belum terlihat."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Jembatan penghubung dua kecamatan di Lombok Timur rusak selama satu bulan dan mengganggu aktivitas ekonomi serta pendidikan warga.
2. Warga membangun jembatan darurat dari bambu secara swadaya, namun berisiko terhadap keselamatan pengguna.
3. Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen karena akses tersebut sangat vital.


Jembatan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian. Hingga Rabu, 18 Februari 2026, belum terlihat adanya perbaikan permanen di lokasi.

Seorang warga, Abdul Muhid, menegaskan dampak kerusakan jembatan sangat dirasakan masyarakat.

“Kerusakan jembatan ini sangat mengganggu. Setiap hari banyak kendaraan roda dua dan roda empat melintas. Ini akses utama warga untuk ke pasar dan ke sekolah,” ujar Abdul Muhid, Rabu, 18 Februari 2026.

Menurutnya, para petani menjadi kelompok yang paling terdampak. Distribusi hasil bumi ke pasar di wilayah Masbagik dan Pringgasela terhambat akibat akses yang tidak lagi aman dilalui kendaraan.

“Kalau lewat jalur lain harus memutar cukup jauh. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini karena sangat vital bagi warga,” tambah Abdul Muhid, dikutip Rabu, 18 Februari 2026.

Baca juga:
Solidaritas Afrika dan Sikap Indonesia Warnai Isu Palestina


Akibat kerusakan tersebut, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif dengan jarak memutar hingga sekitar dua kilometer. Kondisi ini bukan hanya menambah waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan biaya operasional, terutama bagi pedagang dan petani yang mengandalkan kendaraan bermotor untuk mengangkut barang.

Secara ekonomi, hambatan distribusi berpotensi menekan harga jual hasil pertanian di tingkat petani. Di sisi lain, keselamatan pengguna jalan juga menjadi pertaruhan.

Sebagai solusi sementara, warga secara swadaya membangun jembatan darurat dari bambu dan papan. Akses tersebut hanya dapat digunakan untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Meski membantu mobilitas dasar masyarakat, struktur jembatan darurat dinilai rawan dan berisiko membahayakan pengguna, terutama saat kondisi papan licin.

Abdul Muhid menjelaskan, tidak sedikit pengendara sepeda motor yang memilih turun dan menuntun kendaraannya saat melintasi jembatan darurat tersebut.

Warga Swadaya Bangun Jembatan Bambu, Perbaikan Belum Jelas
Warga terpaksa bangun jembatan darurat dari bambu, sementara perbaikan permanen belum terlihat. Foto: RS
 

Pengguna dari dua arah juga menerapkan sistem bergantian guna mengurangi beban yang ditopang jembatan agar tidak melebihi kapasitas secara bersamaan.

Langkah gotong royong ini menunjukkan daya tahan sosial masyarakat desa. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut menjadi indikator minimnya respons cepat terhadap infrastruktur vital yang menyangkut kepentingan publik.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan dan perbaikan permanen. Mereka khawatir, jika dibiarkan berlarut, kerusakan akan semakin parah dan meningkatkan potensi kecelakaan.

Jembatan bukan sekadar konstruksi beton atau rangka baja. Di wilayah pedesaan, ia adalah urat nadi ekonomi, jalur pendidikan anak-anak, serta akses layanan dasar masyarakat. Ketika infrastruktur vital terputus, yang terhenti bukan hanya lalu lintas, tetapi juga roda kehidupan warga.

Kini, masyarakat dua desa menunggu langkah konkret pemerintah untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas sosial-ekonomi kembali pulih.

 

 

 

Baca juga:
Peta Kekuatan Chip AI Global 2026: Siapa Produsen, Siapa Konsumen?

"Kerusakan jembatan penghubung Desa Lendang Nangka Utara dan Desa Jurit Baru di Lombok Timur, NTB, mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan warga. Masyarakat membangun jembatan darurat dari bambu sambil menunggu respons pemerintah daerah."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #LombokTimur #InfrastrukturDesa #NTB #Masbagik #Pringgasela

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال