GalaPos ID - Iklan Banner

Masjid yang 10 Tahun Terendam Muncul Saat Waduk Jatigede Surut

GalaPos ID, Sumedang.
Surutnya permukaan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kembali membuka jejak kehidupan yang selama lebih dari satu dekade berada di bawah air. Salah satunya Masjid Al Ikhlas, bangunan tempat ibadah di kawasan yang dahulu merupakan permukiman warga Dusun Betok, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja.

Masjid yang 10 Tahun Terendam Muncul Saat Waduk Jatigede Surut
Air Waduk Jatigede surut, sejarah kampung lama justru naik ke permukaan. Masjid Al Ikhlas yang lama terendam kembali terlihat, seolah mengingatkan bahwa di balik proyek waduk dan angka elevasi, pernah ada rumah, tempat ibadah, dan kehidupan warga yang ikut ditenggelamkan. Foto: Anda N

 

"Air turun sekitar 24 meter, tetapi cerita lama justru naik ke permukaan. Masjid Al Ikhlas kembali terlihat—bersama jejak kampung yang pernah menjadi rumah warga sebelum Jatigede menjadi waduk."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Waduk Jatigede mengalami penyusutan signifikan: elevasi permukaan air di lapangan disebut sekitar 236 mdpl, dibandingkan kondisi normal sekitar 260 mdpl.
2. Masjid Al Ikhlas kembali terlihat: bangunan yang dahulu berada di kawasan permukiman Dusun Betok masih menyisakan dinding dan sejumlah ornamen meski atapnya telah hilang.
3. Yang muncul bukan hanya masjid: surutnya waduk juga membuka kembali jejak rumah dan lingkungan kampung yang dahulu menjadi tempat kehidupan warga sebelum kawasan tersebut tergenang.


Bangunan masjid tersebut kembali terlihat setelah permukaan waduk mengalami penyusutan signifikan. Berdasarkan informasi di lapangan, elevasi permukaan air berada di kisaran 236 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi normal waduk disebut berada di sekitar 260 mdpl.

Dengan selisih sekitar 24 meter itu, bagian-bagian kawasan yang sebelumnya tenggelam mulai kembali muncul ke permukaan. Kondisi Masjid Al Ikhlas kemudian menjadi perhatian setelah rekamannya beredar di media sosial.

Masjid Muncul, Jejak Kampung Lama Ikut Terbuka
Masjid Al Ikhlas masih memperlihatkan struktur dinding yang relatif kokoh. Atap bangunan telah hilang, tetapi sejumlah ornamen pada bagian atas dinding masih dapat dikenali, termasuk lafaz Allah dan Muhammad.

Yang muncul bukan hanya bangunan masjid.

Di sekitar lokasi, bekas permukiman warga juga mulai terlihat. Tanah tampak mengering dan mengalami retakan. Pada sejumlah titik terdapat cangkang kerang yang telah mati, sementara rerumputan yang tumbuh kemudian dimanfaatkan warga sebagai pakan ternak.

Pemandangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kawasan yang kini menjadi dasar waduk pernah menjadi ruang hidup masyarakat.

Baca juga:
34 JPU Disiapkan Sidang Perdana Febrie Adriansyah, Jaksa Eks-KPK Masuk Tim 


Sebelum digenangi Waduk Jatigede, kawasan tersebut merupakan permukiman yang di dalamnya terdapat rumah warga, tempat ibadah, serta berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.
Warga: Tahun Ini Surutnya Paling Parah

Warga setempat, Anwar Hidayat, mengatakan kawasan tersebut dahulu merupakan kampung tempat masyarakat tinggal sebelum seluruh wilayah tergenang Waduk Jatigede.

"Di sini dulu ada kampung dan rumah-rumah warga. Jadi bukan hanya masjid. Sekarang, ketika air surut, bekas bangunan yang dulu terendam mulai terlihat lagi," kata Anwar, Rabu, 07 Oktober 2026.

Menurut Anwar, penyusutan permukaan air sebenarnya bukan fenomena yang sepenuhnya baru. Kondisi serupa terjadi hampir setiap tahun. Namun, menurut dia, penurunan permukaan air pada tahun ini jauh lebih ekstrem.

"Setiap tahun memang air surut, tetapi tahun ini surutnya paling parah," katanya.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena kemunculan kembali Masjid Al Ikhlas tidak berdiri sendiri. Bangunan itu muncul bersamaan dengan terbukanya kembali bagian kawasan yang dahulu menjadi tempat tinggal masyarakat.

Waduk Jatigede Surut 24 Meter, Masjid Al Ikhlas Muncul Lagi
Waduk Jatigede mengalami penyusutan signifikan: elevasi permukaan air di lapangan disebut sekitar 236 mdpl, dibandingkan kondisi normal sekitar 260 mdpl. Masjid Al Ikhlas kembali terlihat: bangunan yang dahulu berada di kawasan permukiman Dusun Betok masih menyisakan dinding dan sejumlah ornamen meski atapnya telah hilang. Foto Anda N

 


Kemarau Panjang Bikin Waduk Menyusut
Surutnya permukaan Waduk Jatigede disebut terjadi setelah kemarau panjang yang berlangsung selama lebih dari lima bulan.

Penurunan muka air hingga sekitar 24 meter membuat sejumlah bagian kawasan yang sebelumnya tenggelam kembali terlihat. Tanah yang terbuka kemudian mengering dan retak, sementara vegetasi mulai tumbuh di area yang sebelumnya berada di bawah permukaan air.

Namun, fenomena tersebut tidak semata-mata soal bangunan yang mendadak muncul dan menjadi tontonan di media sosial.

Kemunculan kembali Masjid Al Ikhlas juga memperlihatkan sisi lain dari perubahan muka air waduk: jejak kehidupan lama yang kembali terlihat ketika air pergi.


Viral karena Masjid, tetapi Ceritanya Lebih Besar
Masjid Al Ikhlas memang menjadi objek yang paling mudah menarik perhatian. Bangunan tempat ibadah yang selama bertahun-tahun berada di bawah air tiba-tiba kembali tampak ketika waduk menyusut.

Namun, jika perhatian publik berhenti pada foto dan video bangunan tersebut, ada bagian cerita yang berpotensi terlewat.

Baca juga:
88 Perwira Dimutasi Kapolri Suyudi, Ini Daftarnya 

Di lokasi yang sama pernah berdiri kampung dengan rumah-rumah warga. Ada masyarakat yang menjalani kehidupan sehari-hari, ada tempat ibadah, dan ada lingkungan sosial yang kemudian menjadi bagian dari kawasan yang tergenang.

Karena itu, kemunculan Masjid Al Ikhlas dapat dibaca sebagai semacam arsip fisik yang muncul kembali akibat perubahan kondisi waduk.

Bukan hanya soal masjid yang kembali terlihat, tetapi juga tentang jejak permukiman yang pernah ada sebelum kawasan itu berubah menjadi waduk.
Ketika Air Surut, Sejarah Ikut Terlihat

Kondisi Waduk Jatigede kali ini memperlihatkan kontras yang menarik. Ketika permukaan air berada pada kondisi normal, jejak permukiman lama tertutup oleh air. Ketika permukaan air menyusut sekitar 24 meter, bagian dari sejarah kawasan tersebut kembali terlihat.

Masjid Al Ikhlas menjadi salah satu penanda paling jelas. Dindingnya masih berdiri meski atap telah hilang. Ornamen keagamaan masih terlihat. Di sekelilingnya, tanah retak, rerumputan tumbuh, dan sisa-sisa kehidupan lama muncul dari kawasan yang sebelumnya hanya dikenal sebagai bagian dari waduk.

Baca juga:
Punya Visa hingga 2027, WNA China Tetap Ditolak Masuk Indonesia 


Fenomena ini sekaligus mengingatkan bahwa perubahan muka air bukan hanya persoalan angka elevasi. Bagi masyarakat yang pernah tinggal di kawasan tersebut, setiap meter air yang surut dapat berarti munculnya kembali bagian dari ruang hidup yang selama bertahun-tahun tidak terlihat.

Untuk saat ini, Masjid Al Ikhlas kembali menjadi saksi bisu kampung yang pernah ada di kawasan Waduk Jatigede—muncul ketika air surut dan kembali menjadi perhatian publik setelah lama berada di bawah permukaan.

 

 

Baca juga:
Kapolri Suyudi Mutasi 88 Perwira, 19 Kapolda Bergeser

Selama bertahun-tahun air menutupnya. Kini ketika waduk menyusut, sebuah masjid kembali “berdiri” dan mengingatkan publik bahwa dasar waduk ternyata menyimpan lebih dari sekadar lumpur.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #WadukJatigede #MasjidAlIkhlas #Sumedang #JawaBarat #KemarauPanjang

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال