GalaPos ID, Serang.
Perjalanan menuju Cikarang, Jawa Barat, berubah menjadi insiden kekerasan. Seorang calon penumpang bus diduga menjadi korban pengeroyokan dan penusukan setelah terjadi cekcok dengan seorang kernet di depan Indomaret RS Sari Asih, Kota Serang, Banten, Selasa, 6 Oktober 2926, sekitar pukul 17.30 WIB.
![]() |
| Cekcok calon penumpang dan kernet bus di Serang berujung dugaan pengeroyokan dan penusukan. Dua terduga pelaku diringkus polisi setelah bus dikejar hingga Gerbang Tol Serang Timur. Foto: istimewa |
"Di halte, yang seharusnya ditunggu adalah bus. Di Serang, sebuah cekcok justru membuat polisi harus mengejar bus sampai gerbang tol."
Baca juga:
- Karhutla 2026: Enam Provinsi Masih Dilanda Kebakaran Lahan Gambut
- 34 JPU Disiapkan Sidang Perdana Febrie Adriansyah, Jaksa Eks-KPK Masuk Tim
- 88 Perwira Dimutasi Kapolri Suyudi, Ini Daftarnya
Gala Poin:
1. Cekcok berubah menjadi kekerasan: Perselisihan antara istri korban dan kernet bus kemudian berkembang menjadi dugaan pengeroyokan dan penusukan.
2. Polisi mengejar bus hingga gerbang tol: Dua orang berinisial AS dan IS diringkus setelah Bus Asli Prima dihentikan di depan entrance Gerbang Tol Serang Timur.
3. Proses hukum masih berjalan: Korban mendapat perawatan medis, sementara kedua terduga pelaku dan barang bukti diserahkan kepada Polresta Serang Kota untuk penanganan lebih lanjut.
Dua orang berinisial AS (28) dan IS (29) yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut kemudian diringkus personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Banten. Keduanya diamankan setelah bus yang ditumpangi korban dan diduga digunakan para pelaku dikejar hingga Gerbang Tol Serang Timur.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan perejadian tersebut diketahui saat anggota Sat PJR Ditlantas Polda Banten, Aipda Deri dan Bripda Agus Munandar, sedang melaksanakan patroli rutin di ruas jalan arteri Pakupatan hingga Serang Timur. Saat melintas di depan Indomaret RS Sari Asih Kota Seristiwa itu diketahui ketika anggota Sat PJR Ditlantas Polda Banten sedang menjalankan patroli rutin di ruas jalan arteri Pakupatan hingga Serang Timur.
"Kejadian tersebut diketahui saat anggota Sat PJR Ditlantas Polda Banten, Aipda Deri dan Bripda Agus Munandar, sedang melaksanakan patroli rutin di ruas jalan arteri Pakupatan hingga Serang Timur. Saat melintas di depan Indomaret RS Sari Asih Kota Serang, petugas mendapati masyarakat meminta pertolongan dan memberhentikan kendaraan patroli. Petugas kemudian mendapat informasi bahwa telah terjadi pengeroyokan dan penusukan terhadap seorang calon penumpang yang dilakukan oleh oknum kernet Bus," ujar Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Rabu, 07 Oktober 2026.
Baca juga:
Punya Visa hingga 2027, WNA China Tetap Ditolak Masuk Indonesia
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengejaran. Polisi bersama korban mengejar Bus Asli Prima yang disebut bergerak menuju Gerbang Tol Serang Timur.
"Bus tersebut selanjutnya berhasil dihentikan di depan entrance Gerbang Tol Serang Timur. Petugas kemudian meringkus dua pelaku yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut," katanya.
Berawal dari Teguran, Berujung Dugaan Penusukan
Menurut keterangan awal kepolisian, persoalan bermula ketika korban bersama istrinya hendak bepergian menuju Cikarang dengan menaiki bus jurusan Bandung.
"Saat hendak naik ke bus, terjadi cekcok antara istri korban dengan salah seorang kernet bus. Cekcok tersebut diduga dipicu adanya permintaan agar korban dan istrinya segera naik ke dalam bus. Korban kemudian menegur kernet tersebut. Perselisihan selanjutnya berkembang hingga terjadi pengeroyokan dan penusukan terhadap korban," jelasnya.
Rangkaian kejadian tersebut kini menjadi bagian dari proses penanganan hukum. Polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat, sementara sejumlah barang bukti turut diserahkan untuk proses lebih lanjut.
Barang bukti yang disebut diamankan meliputi:
- 1 buah baju kemeja warna biru milik korban;
- 1 buah KTP milik pengemudi bus;
- 1 buah gunting; dan
- 1 buah STNK bus.
Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara dua orang terduga pelaku beserta barang bukti diserahkan kepada jajaran Satlantas dan Satreskrim Polresta Serang Kota untuk proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Polisi Imbau Konflik Tidak Berujung Kekerasan
Kasus tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perselisihan kecil dalam situasi perjalanan dapat berkembang menjadi persoalan serius ketika tidak dikendalikan.
Baca juga:
Kapolri Suyudi Mutasi 88 Perwira, 19 Kapolda Bergeser
Namun, status kedua orang yang diamankan masih sebagai terduga pelaku. Proses hukum dan pembuktian lebih lanjut menjadi kewenangan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Diakhir, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menghimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu terjadinya tindak kekerasan.
"Kami mengimbau masyarakat agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Apabila terjadi gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center 110," tutupnya.
Penulis: Ibnu F
Baca juga:
Revolver dan 10 Munisi Diamankan TNI dari Patroli di Aifat Selatan
Niatnya mengejar bus, bukan mengejar masalah. Namun, cekcok soal naik bus di Serang justru berujung dugaan pengeroyokan dan penusukan.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Serang #Banten #BeritaKriminal

