GalaPos ID, Nagekeo.
Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya berbicara tentang tenda pengungsian dan bantuan logistik.
Di tengah kebutuhan warga yang mendesak, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Polri mengerahkan dukungan anggaran, fasilitas darurat, logistik, hingga dana gotong royong anggota kepolisian.
"Bencana tidak bisa makan angka miliaran rupiah. Pengungsi juga tidak bisa tidur di atas laporan keberhasilan. Yang dibutuhkan tetap sederhana: makanan, air minum, selimut, matras, dan bantuan yang benar-benar tiba."
Baca juga:
- Mahasiswa KKN UMM 2026 Rubah Kulit Jeruk Jadi Produk Ekonomi
- Karhutla Lampung 100,7 Hektare, Prabowo Kerahkan Tim Alfa TNI
- Heboh Kasir Indomaret Viral Full 7 Menit, Benarkah Videonya Ada?
Gala Poin:
1. Polri memperkuat respons darurat dengan 20 posko tanggap darurat, 9 posko kesehatan, 9 posko trauma healing, 45 tenda, 10 unit water treatment, 7 kendaraan dapur umum, serta sekitar 284,54 ton logistik.
2. Polri menyiapkan Rp12,68 miliar dari iuran anggota untuk membantu kebutuhan penanganan bencana di lapangan.
3. Pemerintah pusat memberikan dukungan anggaran besar dengan Rp20 miliar untuk setiap kabupaten di Pulau Flores dan Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT, sementara kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas distribusi.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto bahwa Polri telah menyiapkan berbagai dukungan untuk memperkuat penanganan bencana di Pulau Flores. Laporan tersebut disampaikan saat Presiden meninjau penanganan dampak gempa bumi di Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan Polri ialah membangun posko cadangan di sejumlah wilayah yang terdampak bencana, selain mendukung posko utama dan Satgas yang dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Selain Satgas ataupun posko yang dibuat oleh Kepala BNPB, kami juga membantu membuatkan posko cadangan," ujar Listyo Sigit, Rabu, 26 Agustus 2026.
Polri mencatat telah membangun 20 posko tanggap darurat, 9 posko kesehatan, dan 9 posko trauma healing. Dukungan fasilitas juga mencakup 45 unit tenda, 10 unit water treatment, serta 7 unit kendaraan dapur umum lapangan.
Baca juga:
Polri juga mengandalkan gotong royong internal. Para anggota kepolisian melakukan iuran yang kemudian disiapkan untuk membantu kebutuhan penanganan bencana di lapangan.
Dari iuran tersebut, sekitar Rp12,68 miliar disiapkan dan dititipkan kepada Kapolda untuk mendukung kebutuhan yang muncul selama penanganan darurat.
"Kami gotong royong iuran para anggota, saat ini kami titip nanti ke Pak Kapolda Rp12,68 miliar Pak, untuk membantu kegiatan-kegiatan yang sifatnya diperlukan karena mungkin Kapolda juga membutuhkan," ucapnya.
Di tingkat pemerintah daerah, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Ia mengatakan seluruh kabupaten di Pulau Flores mendapatkan bantuan masing-masing Rp20 miliar, sedangkan Pemerintah Provinsi NTT memperoleh Rp40 miliar.
![]() |
| Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, kedua dari kiri. Polri menyiapkan Rp12,68 miliar dari iuran anggota untuk membantu kebutuhan penanganan bencana di lapangan. Foto: istimewa |
Menurut Emanuel, dukungan tersebut memberi ruang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak gempa dan memperkuat penanganan pengungsi.
"Memang kemarin kami terima kasih, Bapak Presiden sudah mendapatkan bantuan semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar dan provinsi Rp40 miliar. Itu sangat membantu kami untuk mengerahkan lebih maksimal lagi biar bisa bantu pengungsi," ujar Emanuel, Rabu, 26 Agustus 2026.
Yang menarik, bantuan juga diberikan kepada Flores Timur meskipun wilayah tersebut tidak terdampak langsung gempa kali ini. Alasannya, wilayah tersebut masih menghadapi dampak erupsi Gunung Lewotobi yang menurut Emanuel telah berlangsung sekitar dua tahun.
"Bahkan yang tadi Flores Timur yang tidak ikut terdampak pun juga kemarin Bapak Presiden kasih," ucapnya.
Namun, besarnya angka bantuan tidak otomatis menyelesaikan persoalan di lapangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan benar-benar berubah menjadi makanan, air minum, selimut, matras, layanan kesehatan, serta kebutuhan lain yang sampai kepada warga yang membutuhkan—terutama mereka yang berada di wilayah dengan akses sulit.
Baca juga:
Pemprov NTT berupaya menjaga pasokan kebutuhan dasar pengungsi dengan melibatkan toko dan kios masyarakat. Pelaku usaha diminta tetap menyediakan makanan, minuman, selimut, dan matras, sementara pembiayaannya akan ditanggung pemerintah.
"Karena pokoknya jangan sampai ada yang tidak bisa makan atau minum atau tidak punya selimut ataupun matras pada saat bencana itu, dan kita minta semua toko semua kios juga membantu," tuturnya.
Skema tersebut diharapkan dapat menjaga kebutuhan dasar tetap tersedia, termasuk di daerah yang sulit dijangkau. Emanuel menyebut wilayah seperti Palue menjadi salah satu contoh kawasan dengan tantangan akses dalam distribusi bantuan.
Di titik inilah ukuran keberhasilan penanganan bencana tidak berhenti pada jumlah posko, tonase logistik, atau besaran anggaran yang diumumkan. Bagi warga terdampak, ukuran paling sederhana justru jauh lebih konkret: apakah mereka bisa makan, minum, tidur dengan layak, mendapatkan layanan kesehatan, dan memperoleh bantuan ketika benar-benar membutuhkannya.
Emanuel kembali menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan masyarakat terdampak gempa di Flores.
"Terima kasih untuk dukungan ini Bapak Presiden," ungkapnya.
Baca juga:
- Sungai Dalu-Dalu Dikeruk, Polisi Amankan Excavator dan Dump Truck
- Heboh di SPBU Batu Bara! Pria Diduga Curi Motor Diamuk Massa
Di atas kertas, bantuan gempa NTT terlihat melimpah: miliaran rupiah, ratusan ton logistik, dan puluhan posko. Tinggal satu pekerjaan yang tidak bisa diwakilkan angka: memastikan semuanya benar-benar sampai kepada pengungsi.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #GempaNTT #GempaFlores #BencanaNTT #Polri #Prabowo #NusaTenggaraTimur
.jpg)
.jpg)