GalaPos ID, Washington.
Indonesia membuka akses impor produk pertanian asal Amerika Serikat (AS), mencakup buah segar, daging, beras, hingga etanol, melalui perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
Kesepakatan ini menandai babak baru hubungan perdagangan kedua negara, dengan fokus pada kemakmuran ekonomi dan penguatan rantai pasok global.
"Akses pasar senilai Rp 75 triliun terbuka: Indonesia-AS jalin perjanjian dagang tanpa kompromi kedaulatan!"
Baca juga:
- Padi Membusuk di Ciasem, Sampah Liar Pantura Subang Kian Menggunung
- Ribuan Warga Terdampak, Banjarbaru Tetap Waspada Cuaca Ekstrem
- Masjid Raya Singkawang, Cermin Kerukunan Multi Etnis di Kota Amoy
Gala Poin:
1. Akses Impor Besar – Indonesia membuka impor produk pertanian AS senilai Rp 75,98 triliun, termasuk buah, daging, beras, dan etanol.
2. Kedaulatan Terjaga – Perjanjian ART mencabut pasal non-ekonomi sehingga kebijakan nasional tetap independen.
3. Relaksasi Tarif & Dampak Riil – 1.819 pos tarif nol persen untuk komoditas strategis; sektor industri dan pangan domestik mendapat manfaat langsung.
Dalam dokumen perjanjian, Indonesia setuju memfasilitasi pengaturan komersial untuk mengimpor komoditas pertanian AS senilai US$ 4,5 miliar atau setara Rp 75,98 triliun. Pada tahap awal, sejumlah komoditas utama AS akan difasilitasi selama lima tahun ke depan.
Mengutip laman resmi Gedung Putih pada Jumat (20/2), perjanjian ini disebut bakal membuka terobosan besar bagi sektor manufaktur, pertanian, dan ekonomi digital. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pasal non-ekonomi telah dicabut, sehingga kebijakan nasional tetap independen.
“Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non kerja sama ekonomi, antara lain terkait pengembangan reaktor nuklir, kebijakan Laut Cina Selatan, serta pertahanan dan keamanan perbatasan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026.
Baca juga:
Bali Tunda Penutupan TPA Suwung, Ini Alasan dan Dampaknya
Kesepakatan ini menegaskan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan adalah fondasi utama ART. Menurut Airlangga, perjanjian dirancang untuk meningkatkan kemakmuran ekonomi bersama dan rantai pasok yang kuat, tanpa campur tangan dalam kebijakan nasional masing-masing negara.
Secara teknis, ART mencakup 1.819 pos tarif di sektor pertanian dan industri yang kini dikenakan tarif nol persen. Komoditas unggulan Indonesia seperti minyak sawit, kopi, karet, serta komponen semikonduktor dan pesawat terbang dapat masuk ke pasar AS tanpa tarif.
Sektor tekstil juga mendapat perhatian melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ) nol persen, yang diperkirakan memperkuat daya saing industri penopang sekitar 4 juta tenaga kerja.
Sebagai timbal balik, Indonesia memberikan akses serupa bagi produk pangan utama AS seperti gandum dan kedelai. “Masyarakat Indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari kedelai ataupun gandum, seperti mie, tahu, dan tempe,” tambah Airlangga.
ART akan mulai berlaku 90 hari setelah proses hukum di kedua negara rampung. Di Indonesia, pemerintah akan berkonsultasi dengan DPR, sementara AS menuntaskan proses birokrasi internal.
Kedua pihak juga menyepakati adanya ruang penyesuaian tarif di masa depan untuk menjaga relevansi perjanjian dengan dinamika ekonomi global.
Baca juga:
Board of Peace: Inisiatif Perdamaian atau Pergeseran Multilateralisme?
"Indonesia resmi membuka akses impor produk pertanian AS senilai Rp 75,98 triliun melalui perjanjian ART, fokus pada kemakmuran ekonomi dan kedaulatan nasional."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PerdaganganRIAS #ImporPertanianAS #EkonomiGlobal #TarifNolPersen
.jpeg)
.jpeg)