GalaPos ID, Jakarta.
Metabolisme tubuh yang melambat merupakan masalah kesehatan yang sering luput dari perhatian, meski dampaknya nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan modern yang dianggap wajar justru berkontribusi besar terhadap menurunnya kemampuan tubuh membakar energi.
Kondisi ini meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan kesehatan.
"Diet ekstrem dan begadang sering dianggap jalan pintas menuju tubuh ideal. Namun, benarkah kebiasaan ini justru membuat metabolisme tubuh bekerja semakin lambat?"
Baca juga:
- Jangan Salah Pilih, Ini Tips Memilih Sayuran Segar dan Sehat
- Pahami Kesehatan Ginjal, Ini Langkah Strategis yang Diperlukan
- Menimbang Potensi Saponin Biji Mahoni Lawan Bahaya Konsumsi Berlebihan
Gala Poin:
1. Metabolisme lambat dipengaruhi gaya hidup, faktor internal, dan kondisi medis.
2. Diet ekstrem dan stres kronis memperparah pembakaran energi tubuh.
3. Perubahan pola hidup dan konsultasi medis menjadi kunci pencegahan.
Penyebab metabolisme lambat antara lain diet ekstrem dengan asupan kalori terlalu sedikit, kurang tidur, minim aktivitas fisik, dehidrasi, stres kronis, serta pola makan tidak sehat yang miskin protein dan serat. Kondisi ini diperparah oleh kekurangan nutrisi penting seperti kalsium, yodium, dan zat besi.
Dari sisi gaya hidup, kurang aktivitas fisik membuat pembakaran kalori tidak optimal. Tubuh yang jarang bergerak akan menurunkan metabolisme basal, terlebih jika disertai kebiasaan duduk terlalu lama.
Faktor internal juga tidak bisa diabaikan. Usia yang bertambah secara alami menurunkan metabolisme, terutama akibat berkurangnya massa otot. Ketidakseimbangan hormon, khususnya hormon tiroid, serta faktor genetik turut memengaruhi kecepatan metabolisme tubuh.
Selain itu, sejumlah kondisi medis seperti hipotiroidisme dan sindrom Cushing, maupun efek samping obat-obatan tertentu, dapat memperlambat metabolisme tanpa disadari penderita.
Baca juga:
Zona Merah Literasi, Pemuda Lembata Bergerak dari Bawah
Untuk mengatasinya, para ahli menyarankan pola makan teratur, cukup protein dan serat, rutin berolahraga terutama latihan kekuatan, mencukupi cairan, serta tidur 7–9 jam per malam. Pengelolaan stres dan konsultasi medis juga menjadi langkah penting jika dicurigai adanya gangguan hormonal.
Tanpa perubahan gaya hidup, metabolisme lambat berpotensi menjadi masalah kesehatan kronis yang merugikan individu dan masyarakat luas.
Metabolisme yang tidak stabil atau terganggu sering kali tidak disadari karena gejalanya yang umum, namun dampaknya dapat memengaruhi kualitas hidup secara jangka panjang.
Berikut adalah dampak serius dari metabolisme yang tidak stabil:
1. Gangguan Berat Badan dan Komposisi Tubuh
Metabolisme yang lambat atau tidak efisien membuat tubuh kesulitan membakar kalori, yang menyebabkan penumpukan lemak visceral (lemak perut). Sebaliknya, metabolisme yang terlalu cepat tanpa asupan nutrisi seimbang dapat menyebabkan penyusutan massa otot secara drastis.
2. Fluktuasi Energi dan Kelelahan Kronis
Ketidakstabilan metabolisme mengganggu cara sel tubuh mengubah makanan menjadi energi. Dampaknya adalah rasa lelah yang terus-menerus (fatigue), meskipun Anda sudah cukup tidur, serta penurunan performa fisik dan mental.
3. Ketidakseimbangan Hormon
Sistem metabolisme berkaitan erat dengan sistem endokrin. Gangguan pada metabolisme dapat memicu masalah hormon, seperti:
- Resistensi Insulin: Meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
- Gangguan Tiroid: Memengaruhi pengaturan suhu tubuh dan detak jantung.
- Masalah Reproduksi: Pada wanita, ini dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur.
Baca juga:
Prediksi Harga Ripple (XRP) 2025–2030, Peluang dan Risiko
4. Masalah Kesehatan Mental
Metabolisme yang buruk memengaruhi fungsi otak. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara sindrom metabolik dengan peningkatan risiko depresi, kecemasan, dan penurunan fungsi kognitif atau "kabut otak" (brain fog).
5. Risiko Penyakit Kardiovaskular
Metabolisme yang tidak stabil sering disertai dengan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan tekanan darah tinggi. Hal ini secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke di masa depan
Cara Mengidentifikasi & Menangani
Jika Anda mengalami gejala seperti sulit menurunkan berat badan, sering merasa dingin, atau kulit kering secara ekstrem, disarankan untuk melakukan Medical Check-Up untuk memeriksa kadar gula darah dan fungsi tiroid.
Anda dapat memantau kesehatan metabolisme dengan berkonsultasi melalui layanan kesehatan seperti Alodokter atau Halodoc untuk mendapatkan diagnosis medis yang akurat.
Baca juga:
Investasi Bitcoin Legal OJK, Platform Terbaik & Strategi DCA
"Metabolisme tubuh bisa melambat akibat diet ekstrem, stres, dan kurang nutrisi penting. Kondisi ini meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan kesehatan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #MetabolismeLambat #HidupSehat #EdukasiKesehatan


