Board of Peace: Inisiatif Perdamaian atau Pergeseran Multilateralisme?

GalaPos ID, Amerika Serikat.
Board of Peace (BoP) diperkenalkan sebagai inisiatif baru untuk merespons konflik Gaza melalui pendekatan yang diklaim lebih fleksibel dan langsung.
Namun, sejumlah kalangan akademik menilai konsep ini perlu dicermati secara kritis.

 

BRIN Soroti Risiko Diplomasi Elitis dalam Skema BOP
Donald Trump memuji Prabowo Subianto sebagai sosok tangguh dan cerdas dalam rapat perdana Board of Peace di Washington DC. Di balik pujian itu, Indonesia disebut siap kirim pasukan perdamaian ke Gaza.

"Board of Peace yang digagas Donald Trump diklaim sebagai solusi konflik Gaza. Namun peneliti BRIN mengingatkan adanya risiko personalisasi kekuasaan dan pergeseran dari sistem multilateral formal."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Board of Peace dinilai berpotensi menggeser multilateralisme formal.
2. Ada kekhawatiran personalisasi kekuasaan dan dominasi AS.
3. Indonesia menghadapi ujian konsistensi diplomasi bebas-aktif.


Athiqah Nur Alami, Kepala Pusat Riset Politik BRIN, menyoroti kecenderungan pergeseran dari multilateralisme institusional menuju diplomasi yang lebih terpersonalisasi.

“Meskipun BOP menawarkan pendekatan yang lebih langsung, konsep ini perlu dicermati secara kritis karena menunjukkan kecenderungan pergeseran dari multilateralisme institusional menuju diplomasi yang lebih terpersonalisasi dan elitis,” jelas Athiqah Nur Alami dalam Webinar “The Board of Peace Explained: Perspektif Indonesia”, Jumat, 13 Februari 2026, di Jakarta.

“Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan mendasar terkait akuntabilitas, legitimasi, dan keberlanjutan proses perdamaian yang dihasilkan,” jelas Athiqah.

Ia juga mengingatkan risiko reduksi kompleksitas konflik Gaza serta potensi masuknya kepentingan ekonomi-politik.

“Pertanyaan yang perlu kita ajukan bukan hanya apakah BOP dapat berjalan, tetapi siapa yang menentukan arah perdamaian, untuk kepentingan siapa, dan melalui mekanisme akuntabilitas seperti apa,” tegasnya.

Baca juga:
Mengatur Berita Favorit di Google Search, Mudah dengan Preferred Source

Desain Transitional Administration
Dalam forum yang sama, Mario Surya Ramadhan, Periset BRIN, mengulas desain BOP sebagai transitional administration dengan mandat luas, mulai dari rekonstruksi hingga stabilisasi keamanan.

Ia menilai terdapat indikasi arah BOP tidak sepenuhnya sejalan dengan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang selama ini mendorong two-state solution.

Menurut Mario, dominasi Amerika Serikat dalam arsitektur BOP memperlihatkan perbedaan mendasar dibanding pendekatan multilateral formal.

Ia juga menyoroti personalisasi kekuasaan dalam piagam BOP yang secara eksplisit menyebut figur Donald Trump, serta tidak adanya kejelasan mekanisme akuntabilitas terhadap Dewan Keamanan PBB.

Dalam konteks Indonesia, ia mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi sikap diplomasi bebas-aktif dan komitmen terhadap kemerdekaan Palestina.

Board of Peace dan Masa Depan Multilateralisme Global
Presiden AS Donald Trump memuji Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC. Indonesia disebut negara hebat dan siap berkontribusi dalam misi perdamaian Gaza melalui International Stabilization Force (ISF).

 

Ujian bagi Diplomasi Indonesia
Indonesia selama ini dikenal konsisten mendorong reformasi PBB agar lebih representatif bagi Global South. Bergabung dalam struktur yang sangat didominasi satu negara berpotensi memunculkan persepsi pergeseran kebijakan luar negeri yang lebih pragmatis.

Diskursus ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis sekaligus sensitif: antara peluang memainkan peran global dan kewajiban menjaga kredibilitas diplomasi yang berbasis norma internasional.

Board of Peace kini bukan sekadar forum diplomatik. Ia menjadi ujian bagi tata kelola keamanan global dan arah politik luar negeri Indonesia.

 

 

Baca juga:
Panduan Lengkap Niat Puasa Ramadhan, Qadha, Nazar, dan Sunnah

"Board of Peace (BoP) diperkenalkan sebagai skema resolusi konflik Gaza. Peneliti BRIN menilai konsep ini berpotensi menggeser multilateralisme formal dan menimbulkan pertanyaan akuntabilitas serta legitimasi global."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BoardOfPeace #DiplomasiGlobal #BRIN #Multilateralisme #Palestina

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال