GalaPos ID, Banjarbaru.
Di tengah cuaca yang kian tak menentu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarbaru menyatakan tetap dalam status siaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Meski telah memasuki pertengahan Februari, potensi hujan lebat dan angin kencang diprediksi masih terjadi hingga akhir bulan.
![]() |
| Wilayah Terdampak, BPBD: Kawasan Pengayuan, Landasan Ulin Selatan, dan Kecamatan Cempaka merupakan daerah yang sering terdampak parah. |
"Hujan belum reda, ancaman belum pergi. Di tengah bayang-bayang banjir yang telah merendam ribuan warga awal tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarbaru memastikan status siaga tetap berlaku hingga akhir Februari 2026."
Baca juga:
- Masjid Raya Singkawang, Cermin Kerukunan Multi Etnis di Kota Amoy
- Bali Tunda Penutupan TPA Suwung, Ini Alasan dan Dampaknya
- Board of Peace: Inisiatif Perdamaian atau Pergeseran Multilateralisme?
Gala Poin:
1. Status Siaga Diperpanjang: BPBD Banjarbaru tetap siaga hingga akhir Februari 2026 karena potensi hujan lebat dan angin kencang masih tinggi.
2. Ribuan Warga Terdampak: Lebih dari 2.200 jiwa terdampak banjir awal 2026, dengan wilayah terparah di Landasan Ulin Selatan dan Cempaka.
3. Masalah Ekologis Jadi Sorotan: Selain faktor cuaca, kerusakan lingkungan dinilai memperburuk dampak banjir di Kalimantan Selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan cuaca.
“Kita berkerja sama dengan BMKG bahwa cuaca sampai akhir Februari nantinya. Kita khususnya di Banjarbaru tetap waspada dan siaga,” kata Zaini, Jumat, 20 Februari 2026.
Personel BPBD disiagakan penuh untuk memonitor kondisi di seluruh wilayah Banjarbaru, terutama daerah yang memiliki riwayat genangan dan banjir luapan.
Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Sepanjang Januari hingga awal Februari 2026, banjir melanda sejumlah wilayah di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Baca juga:
Tragedi Penerbangan di Perbatasan RI–Malaysia, Investigasi Pesawat Pelita Air
Data BPBD mencatat sebanyak 773 kepala keluarga—dalam laporan lain disebut 751 KK—atau sekitar 2.283 hingga 2.300 jiwa terdampak banjir di delapan kelurahan. Titik terparah berada di kawasan Pengayuan, Landasan Ulin Selatan.
Hujan deras memicu luapan sungai yang merendam rumah warga hingga setinggi lutut. Aktivitas warga terganggu, bahkan sebagian harus mendirikan dapur umum karena tidak dapat memasak di rumah masing-masing.
Wilayah seperti Sungai Kemuning, Cempaka, dan Landasan Ulin menjadi perhatian khusus karena kerap mengalami genangan dan luapan air.
Sementara, Ketua Masyarakat Peduli Bencana Kota Banjarbaru, Sahyuni, menyebut pihaknya turut memantau titik-titik rawan banjir di setiap kelurahan. Personel masyarakat peduli bencana telah disiagakan untuk langkah pencegahan dini.
“Kami kalau terjadi banjir itu kita bisa memperkirakan kalau hujan di wilayah Cempaka selama 3-4 jam pasti terjadi banjir, kemudian melihat potensi Cempaka berapa ketinggian air nanti di wilayah lain bisa memperkirakan air datangnya,” jelas Sahyuni.
![]() |
| Air merendam rumah dan jalan, memaksa warga mendirikan dapur umum karena aktivitas masak terganggu. |
Pernyataan ini menunjukkan pola banjir yang berulang dan relatif dapat diprediksi. Namun, pola yang bisa diperkirakan bukan berarti risiko dapat diabaikan.
Selain curah hujan tinggi, banjir juga dikaitkan dengan penurunan daya dukung lingkungan akibat kerusakan ekologis di wilayah Kalimantan Selatan. Alih fungsi lahan, degradasi kawasan resapan air, dan perubahan tata ruang diduga memperparah dampak limpasan air.
Cuaca mendung pekat yang menggantung dalam beberapa hari terakhir menjadi peringatan nyata bagi warga. BPBD mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi pohon tumbang serta luapan air sungai yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Baca juga:
USS Gerald Ford Siaga, Iran Perkuat Bunker: Akhir Pekan Penentuan?
Dalam konteks kepentingan publik, kesiapsiagaan tidak cukup hanya berhenti pada respons darurat. Mitigasi jangka panjang dan evaluasi tata kelola lingkungan menjadi pekerjaan rumah yang tak kalah mendesak.
Baca juga:
Skandal Korupsi Dana BTT 2022 Batu Bara, Kadis Kesehatan dan PPK Ditahan
"BPBD Banjarbaru menetapkan status siaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi hingga akhir Februari 2026. Lebih dari 2.200 jiwa terdampak banjir awal tahun ini, dengan wilayah rawan seperti Cempaka dan Landasan Ulin menjadi perhatian khusus."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Banjarbaru #BanjirKalsel #CuacaEkstrem #MitigasiBencana #BPBDBanjarbaru
.jpg)
.jpg)