GalaPos ID - Iklan Banner

Kerja Sama UAI dan SDIT Bait Adzkia Masih Penjajakan, Ini Fokusnya

GalaPos ID, Ciputat.
Rencana kolaborasi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) dan SDIT Bait Adzkia Islamic School mulai diarahkan pada sejumlah program yang menyentuh kebutuhan sekolah, mulai dari pemetaan potensi siswa, penguatan budaya literasi, pemberdayaan teknologi informasi, hingga pengembangan kewirausahaan sekolah.

UAI Gandeng SDIT Bait Adzkia, Bahas Potensi Siswa hingga Wirausaha
UAI dan SDIT Bait Adzkia jajaki kerja sama dari pemetaan potensi siswa, pojok baca, teknologi informasi hingga kewirausahaan sekolah. Banyak rencana sudah dibahas, tetapi publik tentu lebih membutuhkan bukti: kapan program berjalan, siapa yang menerima manfaat, dan apa hasilnya? Sebab, di dunia pendidikan, rapat boleh menghasilkan banyak ide, tetapi manfaat akhirnya tetap harus dirasakan siswa. Foto: istimewa

"Dari pemetaan bakat sampai kewirausahaan sekolah, agenda UAI dan SDIT Bait Adzkia cukup lengkap. Kini tinggal satu pertanyaan sederhana: kapan rencana berubah menjadi hasil?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Pemetaan potensi siswa: UAI dan SDIT Bait Adzkia membahas pemetaan minat, bakat, dan potensi siswa sebagai dasar pendampingan.
2. Literasi dan transformasi digital: Rencana kolaborasi mencakup pengembangan pojok baca serta pemberdayaan media sosial dan website sekolah.
3. Kewirausahaan sekolah: Produk komite dan potensi usaha sekolah dibahas untuk dikembangkan melalui peningkatan kualitas, branding, pemasaran, dan pengelolaan usaha.


Namun, untuk saat ini, kerja sama tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Belum ada program konkret yang disebut telah berjalan dalam kunjungan UAI melalui Direktorat Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni (DKKA) ke SDIT Bait Adzkia Islamic School, Ciputat, pada Senin, 14 September 2026.

Kunjungan tersebut mempertemukan Direktur Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni UAI, Andri Hadiansyah, beserta jajaran dengan Kepala SDIT Bait Adzkia Islamic School, Ruhimat Sanusi, jajaran guru, dan orang tua siswa.

Pembahasan utama diarahkan pada peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah pemetaan potensi siswa untuk membantu sekolah dan orang tua mengenali minat, bakat, serta potensi peserta didik secara lebih terarah.

Pemetaan itu nantinya diharapkan menjadi salah satu dasar dalam menentukan bentuk pendampingan dan pengembangan siswa sesuai karakteristik serta kebutuhan masing-masing.

Selain pemetaan siswa, UAI dan SDIT Bait Adzkia Islamic School membahas rencana pengembangan pojok baca. Fasilitas tersebut diharapkan bukan sekadar menjadi tempat menyimpan buku, melainkan ruang yang nyaman bagi siswa untuk membaca, belajar, mengeksplorasi pengetahuan, dan mengembangkan kreativitas.

Aspek teknologi informasi juga masuk dalam pembahasan. Kedua pihak membicarakan kerja sama peningkatan pemberdayaan IT melalui media sosial dan website sekolah.

Baca juga:


Tujuannya ialah memaksimalkan penyampaian informasi mengenai perkembangan proses dan output pembelajaran di SDIT Bait Adzkia Islamic School kepada masyarakat luas.

Di tengah tuntutan keterbukaan informasi lembaga pendidikan, penguatan kanal digital tersebut menjadi bagian yang tak kalah penting. Informasi mengenai kegiatan dan hasil pembelajaran bukan hanya menjadi konsumsi internal sekolah, tetapi juga dapat menjadi sarana komunikasi dengan orang tua dan masyarakat.

Pembahasan lain menyentuh pengembangan kewirausahaan sekolah. Potensi sekolah dan komunitasnya akan diarahkan untuk mendukung berbagai produk dan kegiatan usaha yang berada di lingkungan sekolah.

Produk komite sekolah menjadi salah satu potensi yang disebut dapat dikembangkan melalui pendampingan dan pembinaan. Ruang pengembangannya meliputi kualitas produk, pengemasan, branding, pemasaran, hingga pengelolaan usaha.

Jika direalisasikan, pendekatan tersebut dapat membuat kegiatan kewirausahaan tidak berhenti pada aktivitas produksi dan penjualan. Sekolah juga memiliki peluang mengembangkan kemampuan pengelolaan usaha secara lebih terstruktur.

Keterlibatan orang tua, komite sekolah, guru, dan unsur lain dalam ekosistem pendidikan juga menjadi bagian dari gagasan tersebut. Pengembangan kewirausahaan diharapkan dapat membuka ruang bagi pemanfaatan sumber daya sekolah menjadi kegiatan produktif dan bernilai manfaat.

Bukan Sekadar Pojok Baca, UAI dan SDIT Bait Adzkia Bahas Potensi Siswa
Pemetaan potensi siswa: UAI dan SDIT Bait Adzkia membahas pemetaan minat, bakat, dan potensi siswa sebagai dasar pendampingan. Literasi dan transformasi digital: Rencana kolaborasi mencakup pengembangan pojok baca serta pemberdayaan media sosial dan website sekolah. Foto: istimewa

Namun, sebagaimana disampaikan dalam konteks kunjungan tersebut, seluruh agenda itu masih membutuhkan tindak lanjut dalam bentuk program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.


UAI: Kolaborasi Harus Memberikan Manfaat Nyata
Direktur Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni UAI, Andri Hadiansyah, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peluang untuk memberikan kontribusi kepada satuan pendidikan melalui keilmuan dan sumber daya yang dimiliki.

“Kolaborasi ini kami harapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah. Mulai dari pemetaan potensi siswa, penguatan literasi, hingga pengembangan kewirausahaan sekolah dan produk komite. UAI siap membuka ruang kolaborasi sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di SDIT Bait Adzkia Islamic School,” ujar Andri, dalam keterangan yang diterima, Minggu, 20 September 2026.

Pernyataan tersebut menempatkan manfaat nyata sebagai salah satu tujuan yang diharapkan dari kolaborasi. Artinya, tahap berikutnya menjadi penting untuk melihat bagaimana gagasan yang dibahas dalam penjajakan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang memiliki target dan ukuran keberhasilan yang jelas.

Sementara itu, Kepala SDIT Bait Adzkia Islamic School, Ruhimat Sanusi, menyambut baik penjajakan kerja sama bersama UAI. Sinergi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap program-program sekolah sekaligus membuka peluang pengembangan baru yang bermanfaat bagi siswa, guru, orang tua, dan komunitas sekolah.

Baca juga:


Kunjungan UAI ke SDIT Bait Adzkia Islamic School menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih luas. Akan tetapi, ukuran keberhasilan kolaborasi tidak berhenti pada pertemuan dan pembahasan program.

Tindak lanjut berupa program kerja sama yang konkret, terukur, dan berkelanjutan menjadi bagian penting dari tahap berikutnya.

Bagi siswa, misalnya, pemetaan potensi baru akan memiliki arti ketika hasilnya benar-benar digunakan untuk menentukan bentuk pendampingan yang sesuai. Demikian pula pojok baca akan lebih bermakna apabila mampu mendorong kebiasaan membaca dan aktivitas belajar, bukan sekadar menambah fasilitas.

Hal serupa berlaku pada pemberdayaan media sosial, website, dan kewirausahaan sekolah. Kanal digital membutuhkan informasi yang konsisten dan bermanfaat, sedangkan kegiatan usaha membutuhkan pengelolaan, kualitas produk, pemasaran, serta keberlanjutan.

Pemetaan Siswa hingga Bisnis Sekolah, Ini Rencana UAI dan SDIT Bait Adzkia
Literasi dan transformasi digital: Rencana kolaborasi mencakup pengembangan pojok baca serta pemberdayaan media sosial dan website sekolah. Kewirausahaan sekolah: Produk komite dan potensi usaha sekolah dibahas untuk dikembangkan melalui peningkatan kualitas, branding, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Foto: istimewa

 

Dengan demikian, publik masih perlu melihat bagaimana penjajakan antara UAI dan SDIT Bait Adzkia Islamic School berkembang setelah kunjungan tersebut: apakah menghasilkan program yang benar-benar berjalan, siapa penerima manfaatnya, bagaimana indikator keberhasilannya, dan sejauh mana hasilnya dapat dirasakan oleh siswa serta komunitas sekolah.

Untuk saat ini, yang telah terjadi adalah penjajakan kolaborasi dengan sejumlah agenda yang telah dibahas. Tahap berikutnya adalah pembuktian melalui pelaksanaan program.

 

 

 

Baca juga:
Menkeu Berganti, Harta Suahasil Rp138 Miliar Jadi Perhatian

Pojok baca boleh dirancang, bisnis sekolah boleh dibicarakan, tetapi siswa tentu tidak bisa belajar dari janji kerja sama.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #UniversitasAlAzharIndonesia #SDITBaitAdzkia #PendidikanIndonesia #LiterasiSekolah #KewirausahaanSekolah

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال