GalaPos ID - Iklan Banner

Artotel Dukung Empat Aset Olahraga Jawa Barat Jadi Sport Tourism dan Wellness

GalaPos ID, Jakarta.
Empat aset kawasan olahraga di Jawa Barat mulai diarahkan bukan sekadar menjadi fasilitas olahraga, tetapi juga destinasi sport tourism dan wellness yang terintegrasi dengan hospitality, kuliner, retail, hiburan, dan komunitas.

4 Aset Olahraga Jawa Barat Dibidik Jadi Destinasi Sport Tourism
Empat aset olahraga Jawa Barat—Arcamanik, Tanjungsari, Lodaya, dan Padjadjaran—dibidik menjadi destinasi sport tourism dan wellness. Artotel Group menyatakan siap mendukung integrasi olahraga, hospitality, F&B, retail, wellness, entertainment, dan komunitas. Namun, publik patut menunggu satu hal: apakah aset tersebut benar-benar aktif sepanjang tahun atau kembali menjadi fasilitas yang ramai hanya saat acara besar? Foto: istimewa

 

"Gedung olahraga jangan cuma jago saat gunting pita. Empat aset olahraga Jawa Barat dibidik menjadi destinasi sport tourism dan wellness."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Empat aset olahraga Jawa Barat—Arcamanik, Tanjungsari, Lodaya, dan Padjadjaran—diarahkan menjadi kawasan sport tourism dan wellness.
2. Artotel Group menyatakan dukungan terhadap integrasi olahraga dengan hospitality, F&B, retail, wellness, entertainment, dan komunitas.
3. Ujian terbesar ada pada pemanfaatan aset: kawasan harus benar-benar aktif sepanjang tahun dan menghasilkan manfaat ekonomi serta sosial yang dapat dirasakan masyarakat.


Rencana tersebut mengemuka dalam Business Infrastructure Forum (BIF), salah satu rangkaian Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Jumat, 11 September 2026, di Hall Cendrawasih, Jakarta International Convention Center (JICC).

Empat aset yang dipaparkan dalam forum tersebut ialah Kawasan Sport Jabar Arcamanik, Lahan Tanjungsari, Sarana Olahraga Lodaya, dan Sarana Olahraga Padjadjaran. Masing-masing disebut memiliki karakter dan peluang pengembangan yang berbeda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan potensi keempat aset tersebut dalam forum yang mempertemukan pemerintah, investor, pelaku industri, pengelola infrastruktur, dan berbagai pemangku kepentingan.

Namun, gagasan mengubah kawasan olahraga menjadi destinasi wisata tentu tidak berhenti pada pembangunan fisik. Tantangan utamanya adalah bagaimana memastikan aset publik tersebut benar-benar memiliki utilisasi tinggi, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan mampu menghasilkan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.

Di titik inilah keterlibatan sektor swasta menjadi penting. Pengembangan empat aset tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha agar fasilitas tidak berhenti sebagai infrastruktur yang megah, tetapi minim aktivitas setelah proyek selesai.

Baca juga:

 

Founder & Chief Executive Officer Artotel Group, Erastus Radjimin, menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut.

“Kami meyakini bahwa sport tourism dan wellness akan menjadi masa depan hospitality. Oleh karena itu, kami mendukung penuh pengembangan keempat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi sport tourism dan wellness yang memiliki nilai serta aktivitas sepanjang tahun. Kawasan olahraga tersebut harus diintegrasikan dengan sektor pariwisata seperti hospitality, retail, F&B, wellness, entertainment, serta komunitas untuk menjadi peluang dalam menciptakan utilisasi infrastruktur olahraga yang lebih konsisten sekaligus membuka sumber pendapatan baru.” ujar Erastus, dalam keterangan yang diterima Rabu, 16 September 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan peluang yang ingin dibangun: kawasan olahraga tidak hanya digunakan ketika ada pertandingan atau agenda olahraga tertentu, tetapi dihidupkan sepanjang tahun melalui berbagai kegiatan pendukung.

Konsep tersebut sekaligus membuka ruang bisnis bagi sektor hospitality dan pariwisata. Hotel, restoran, pusat kebugaran, wellness, ruang hiburan, retail, hingga kegiatan komunitas dapat menjadi bagian dari ekosistem kawasan olahraga.

Bagi pemerintah daerah, pendekatan seperti ini berpotensi memperluas fungsi aset sekaligus menciptakan sumber aktivitas ekonomi baru. Bagi masyarakat, keberhasilannya akan sangat bergantung pada akses, keterjangkauan, kualitas fasilitas, serta manfaat ekonomi dan sosial yang benar-benar dirasakan.

 

Jawa Barat Siapkan 4 Kawasan Olahraga untuk Sport Tourism dan Wellness
Empat aset olahraga Jawa Barat—Arcamanik, Tanjungsari, Lodaya, dan Padjadjaran—diarahkan menjadi kawasan sport tourism dan wellness. Artotel Group menyatakan dukungan terhadap integrasi olahraga dengan hospitality, F&B, retail, wellness, entertainment, dan komunitas. Foto: istimewa

Artotel Group menyebut partisipasinya dalam Indonesia Sports Summit 2026 sebagai langkah kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan pengalaman di industri hospitality, perusahaan menyatakan siap mendukung pengembangan infrastruktur olahraga yang terintegrasi dengan aktivitas pariwisata.

Tetapi satu pertanyaan publik tetap penting: mampukah empat aset olahraga tersebut benar-benar hidup sepanjang tahun, atau hanya ramai ketika ada agenda besar?

Jawabannya akan ditentukan bukan hanya oleh investasi dan pembangunan fasilitas, melainkan juga oleh model pengelolaan, tingkat okupansi, akses masyarakat, kesinambungan program, serta transparansi kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta.

Dengan demikian, sport tourism dan wellness bukan sekadar soal menjual pengalaman olahraga kepada wisatawan. Konsep tersebut akan diuji dari seberapa jauh infrastruktur yang dikembangkan mampu menjadi ruang publik yang produktif sekaligus menciptakan nilai ekonomi tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

Baca juga:


Seperti diketahui, Artotel Group merupakan manajemen operator hotel Indonesia yang mengintegrasikan empat unit bisnis, yaitu Hotel (Stay), Food & Beverages (Dine), Event Management (Play), dan Curated Merchandise (Shop).

Dengan mengusung konsep gaya hidup masa kini, Artotel Group menawarkan berbagai pilihan akomodasi melalui sejumlah brand, antara lain ARTOTEL, DAFAM, MAXONE, dan ROOMS INC. Perusahaan menyebut memiliki inventori lebih dari 100 hotel dan 10.000 kamar tamu dengan kategori mulai dari hotel ekonomis, hotel butik, hingga hotel mewah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Artotel Group juga menjadi mitra strategis Louvre Group di Indonesia untuk mengelola dan mengembangkan sejumlah brand waralaba, di antaranya KYRIAD, GOLDEN TULIP, dan ROYAL TULIP.

Di bidang Food & Beverage, Artotel Group menyediakan jasa pengelolaan restoran dan bar. Melalui Event Management ARTOTEL Play dan Curated Merchandise ARTOTEL Goods, perusahaan menyatakan memiliki visi memajukan industri kreatif Indonesia dengan mendukung para seniman muda melalui kolaborasi berupa pameran, pertunjukan, workshop, dan produksi merchandise berkarakter seni.

Baca juga:
Doa dari Palu untuk 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Anak Krakatau 


Untuk memberikan penghargaan kepada para tamu, Artotel Group memiliki program loyalitas Artotel Wanderlust. Anggota program tersebut mendapatkan sejumlah keuntungan, antara lain jaminan harga kamar terbaik, diskon khusus F&B, dan reward point.

Artotel Wanderlust dioperasikan melalui aplikasi digital yang dapat diunduh melalui sistem operasi iOS dan Android, dengan pendaftaran gratis.

Brand ARTOTEL meliputi ARTOTEL, ARTOTEL Suites, ARTOTEL Casa, ARTOTEL Collections, dan ROOMS INC.

Brand DAFAM meliputi GRAND DAFAM, DAFAM, DAFAM EXPRESS, dan DAFAM COLLECTIONS.

Brand MAXONE meliputi MAXONE, ALL NITE & DAY, NITE & DAY, dan ZIA.

Brand waralaba lainnya meliputi KYRIAD, GOLDEN TULIP, dan ROYAL TULIP.

Baca juga:
Jejak Arupadatu Belum Terjawab, Jenazah di Enggano Menunggu DNA 


Di bidang F&B, Artotel Group mengelola berbagai outlet, antara lain Double Chin, Lidah Lokal, Eat Space, Roca, Bart, Bistro de Braga, B10 CAFÉ, Fat Elephant, 11/12 Rooftop Bar, Slide Bar, Terra All Day Dining, Barley & Barrel, Meet n Eat, One Deck Gastropub, La Gazette, Posana All Day Dining, Yin & Yum, Salute Bar, Caldera at ARTOTEL Cabin Bromo, Daun Semanggi Bistro, The Platform Rooftop Bar, Sitro All Day Dining, De’Attic Rooftop Bar, Cloven All Day Dining, Wolon All Day Dining, Shastra All Day Dining, JIHVA All Day Dining, dan Cafe Jingga.

 

 

Baca juga:


Gedung olahraga jangan cuma jago saat gunting pita. Empat aset olahraga Jawa Barat dibidik menjadi destinasi sport tourism dan wellness. Tantangannya sederhana: setelah pejabat pulang dan spanduk diturunkan, siapa yang memastikan kawasan tetap hidup?

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #SportTourism #WellnessTourism #JawaBarat #Hospitality #IndonesiaSportsSummit #InfrastrukturOlahraga

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال