GalaPos ID, Jakarta.
Setelah melewati rangkaian pembangunan, uji coba, dan penjadwalan ulang peresmian, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai akhirnya memasuki babak baru. Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan layanan tersebut pada Rabu, 16 September 2026, di Stasiun LRT Manggarai.
"LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai akhirnya diresmikan Prabowo. Jalurnya 12,2 km, investasinya Rp12,1 triliun, tarif awal Rp5.000. Setelah seremoni selesai, tantangan sebenarnya dimulai: membuat warga percaya bahwa naik transportasi publik bukan sekadar olahraga menunggu."
Baca juga:
- Artotel Dukung Empat Aset Olahraga Jawa Barat Jadi Sport Tourism dan Wellness
- Menkeu Berganti, Harta Suahasil Rp138 Miliar Jadi Perhatian
- HIMA Aceh Yogyakarta 2026–2029, Dari Pelantikan ke Pembuktian
Gala Poin:
1. Presiden Prabowo Subianto meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada 16 September 2026, setelah jadwal peresmian sebelumnya sempat ditunda untuk penyempurnaan fasilitas.
2. Lintasan sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun menghubungkan kawasan Kelapa Gading hingga Manggarai dan ditopang investasi sekitar Rp12,1 triliun.
3. Tarif awal ditetapkan flat Rp5.000, sementara Pemprov DKI menyatakan tarif tersebut akan dievaluasi pada Oktober 2026.
Peresmian itu menjadi penanda tersambungnya layanan LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Manggarai dalam lintasan sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Nilai investasi proyek tersebut mencapai sekitar Rp12,1 triliun.
Presiden Prabowo tiba dan disambut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Presiden juga didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelum menghadiri seremoni peresmian, Kepala Negara mencoba langsung layanan LRT Jakarta dengan menempuh perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai. Ia juga terlihat mendatangi area keluar-masuk penumpang yang menggunakan sistem pembayaran uang elektronik.
Di atas kertas, tambahan jalur ini bukan sekadar memperpanjang rel. LRT kini memiliki koneksi yang lebih jauh menuju salah satu simpul transportasi penting Jakarta, yakni Manggarai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya menyatakan Stasiun Manggarai disiapkan untuk terhubung dengan Transjakarta, KRL Commuter Line, dan Kereta Api Bandara.
Lintasan Kelapa Gading-Manggarai melayani 11 stasiun, yakni Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
Baca juga:
Kehadiran lintasan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas transportasi publik antara Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Namun, ukuran keberhasilan proyek ini nantinya tidak berhenti pada panjang rel atau seremoni peresmian. Ukurannya ada pada seberapa mudah warga berpindah moda, seberapa konsisten kereta beroperasi, dan apakah layanan tersebut benar-benar menjadi alternatif terhadap kendaraan pribadi.
Pemprov DKI sebelumnya menyebut lintasan Kelapa Gading-Manggarai ditargetkan mampu melayani puluhan ribu penumpang pada tahap awal. Gubernur Pramono Anung juga menyebut angka sekitar 60.000 hingga 80.000 penumpang ketika jaringan tersebut tersambung.
Tarif Rp5.000, tetapi hanya sementara
Bagi penumpang, angka yang paling mudah diingat bukan Rp12,1 triliun, melainkan Rp5.000.
Pada tahap awal pengoperasian, tarif LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai ditetapkan flat Rp5.000 sekali perjalanan. Tarif tersebut berlaku hingga Oktober 2026, sembari Pemprov DKI melakukan evaluasi dan menyiapkan penetapan tarif berikutnya.
Artinya, penumpang memperoleh kepastian harga pada masa awal layanan. Namun, kepastian itu belum tentu berlaku seterusnya.
Di sinilah kepentingan publik perlu ditempatkan: bukan sekadar apakah tarif awal terlihat murah, melainkan berapa tarif setelah masa evaluasi, bagaimana integrasinya dengan moda lain, serta apakah biaya perjalanan tetap terjangkau bagi warga yang setiap hari menggantungkan mobilitas pada transportasi publik.
Perjalanan menuju peresmian tidak sepenuhnya mulus. Pemprov DKI sebelumnya menjadwalkan peresmian pada 26 Agustus 2026, tetapi kemudian menundanya setelah evaluasi akhir. Pemerintah daerah menyatakan sejumlah detail fasilitas perlu disempurnakan, terutama untuk memastikan layanan yang lebih inklusif.
Sebelum peresmian, fase 1B LRT Jakarta juga telah menjalani uji coba terbatas. Pada 10–16 September 2026, uji coba melibatkan undangan, perwakilan warga, lembaga, KOL, dan jurnalis. Tahap berikutnya dijadwalkan 17 September–2 Oktober bagi masyarakat yang telah melakukan registrasi, sebelum uji coba diperluas pada periode berikutnya.
Jadi, ketika pita peresmian akhirnya dipotong, pekerjaan pemerintah belum otomatis selesai. Justru setelah seremoni, publik mulai punya hak untuk menagih kualitas layanan yang dijanjikan.
Baca juga:
Dari proyek mangkrak ke rel yang harus dipertanggungjawabkan
LRT Jakarta sendiri lahir dari sejarah panjang transportasi massal Ibu Kota. Gagasan pengembangan LRT menguat setelah proyek Monorel Jakarta berhenti. Rencana LRT kemudian memperoleh dasar kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Transportasi Umum di Provinsi DKI Jakarta.
Pembangunan fase awal LRT Jakarta dimulai pada 2016. Groundbreaking dilakukan pada 22 Juni 2016, sementara layanan fase pertama Kelapa Gading-Velodrome akhirnya beroperasi penuh pada 1 Desember 2019.
Fase 1B Velodrome-Manggarai kemudian dibangun untuk memperpanjang layanan menuju Manggarai. Pembangunan fase tersebut dimulai pada 30 Oktober 2023.
Semula, fase ini ditargetkan beroperasi pada awal 2026. Dalam perjalanannya, jadwal mengalami perubahan sebelum akhirnya layanan memasuki tahap uji coba dan peresmian pada September 2026.
Ada ironi kecil yang layak dicatat: proyek transportasi yang dulu diharapkan tidak bernasib seperti Monorel kini harus membuktikan dirinya bukan hanya mampu berdiri dan berjalan, tetapi juga mampu melayani.
Baca juga:
Penelitian Kuantitatif: Dari Hipotesis hingga Angka Statistik
Sebab, bagi warga Jakarta, rel yang selesai dibangun bukanlah garis akhir. Kereta yang tepat waktu, stasiun yang mudah diakses, integrasi antarmoda yang nyata, tarif yang masuk akal, serta keselamatan penumpanglah yang pada akhirnya menentukan apakah investasi publik tersebut benar-benar terasa manfaatnya.
Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai dengan demikian bukan sekadar agenda kenegaraan. Setelah kamera dan seremoni berlalu, pertanyaan publik justru semakin konkret: apakah 12,2 kilometer rel dan investasi Rp12,1 triliun itu benar-benar mampu mengubah cara warga Jakarta bergerak?
Jawabannya tidak akan ditentukan oleh pidato peresmian, melainkan oleh pengalaman penumpang setiap hari.
Baca juga:
- Doa dari Palu untuk 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Anak Krakatau
- Jejak Arupadatu Belum Terjawab, Jenazah di Enggano Menunggu DNA
LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai akhirnya diresmikan Prabowo. Jalurnya 12,2 km, investasinya Rp12,1 triliun, tarif awal Rp5.000. Setelah seremoni selesai, tantangan sebenarnya dimulai: membuat warga percaya bahwa naik transportasi publik bukan sekadar olahraga menunggu.
#LRTJakarta #KelapaGadingManggarai #TransportasiPublik #TransportasiJakarta #PrabowoSubianto #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia
.jpg)
.jpg)