GalaPos ID - Iklan Banner

Survei IPO Naikkan Bahlil, Tapi Energi dan Hilirisasi Jadi Ujian

GalaPos ID, Jakarta.
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di posisi tiga besar menteri dengan persepsi kinerja terbaik.
Namun, angka tersebut bukanlah akhir dari penilaian publik. Justru setelah survei dirilis, tantangan Bahlil menjadi lebih besar: membuktikan persepsi positif itu melalui kebijakan dan hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

Survei IPO Naikkan Bahlil, Tapi Energi dan Hilirisasi Jadi Ujian
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia masuk tiga besar menteri dengan persepsi kinerja terbaik versi survei IPO. Anggota DPR RI Fraksi Golkar Prof. Eric Hermawan menilai hasil tersebut sebagai sinyal positif terhadap persepsi publik atas kinerja Bahlil. Foto: istimewa

"Survei bisa membuat rapor Bahlil terlihat hijau. Pertanyaannya, apakah kehidupan rakyat juga ikut “hijau” setelah kebijakan energi dan hilirisasi berjalan?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Bahlil mendapat persepsi positif 32 persen dan menempati posisi ketiga dalam survei IPO, hanya terpaut 1,5 poin persentase dari Teddy Indra Wijaya.
2. Angka survei bukan bukti otomatis keberhasilan kebijakan. Sektor ESDM memiliki dampak luas terhadap energi, investasi, sumber daya alam, lingkungan, penerimaan negara, dan masyarakat.
3. Pembuktian ada pada hasil nyata. Enam hingga 12 bulan ke depan menjadi periode penting untuk melihat apakah persepsi positif tersebut berbanding lurus dengan ketahanan energi, investasi berkualitas, hilirisasi, lapangan kerja, dan manfaat ekonomi bagi rakyat.


Survei IPO yang digelar pada 27 Juli–3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode stratified multistage random sampling, dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berada di posisi pertama dengan penilaian positif 42,8 persen, disusul Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya 33,5 persen dan Bahlil Lahadalia 32,0 persen.

Angka 32 persen menempatkan Bahlil di atas sejumlah menteri lain yang memegang portofolio strategis. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh 30,9 persen, sedangkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono berada di angka 25,3 persen.

Anggota DPR RI Fraksi Golkar Prof. Eric Hermawan menilai hasil tersebut sebagai sinyal positif terhadap persepsi publik atas kinerja Bahlil.

"Pak Bahlil memperoleh 32 persen, hanya terpaut 1,5 poin dari Pak Teddy. Ini menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap kinerja beliau tetap kuat di tengah tingginya sorotan terhadap sektor yang beliau tangani," ujar Eric, dalam keterangan yang diterima, Senin, 10 Agustus 2026.


Angka Positif Belum Sama dengan Kinerja Nyata
Di sinilah hasil survei perlu dibaca secara hati-hati. Survei mengukur persepsi publik pada suatu periode, bukan secara otomatis membuktikan bahwa seluruh kebijakan yang berada di bawah kewenangan seorang menteri telah berhasil.

Baca juga:

Bagi Bahlil, persoalan tersebut menjadi semakin penting karena Kementerian ESDM menangani sektor yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat dan perekonomian nasional, mulai dari energi, pertambangan, investasi, hingga hilirisasi.
 
Harga dan ketersediaan energi, pengelolaan sumber daya alam, investasi, penerimaan negara, lingkungan, serta manfaat ekonomi dari hilirisasi pada akhirnya memiliki konsekuensi langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Karena itu, angka survei 32 persen semestinya dibaca sebagai modal kepercayaan, bukan sebagai kartu bebas untuk mengklaim keberhasilan.

Eric sendiri menyoroti angka lain yang menurutnya menarik, yakni tingkat popularitas Bahlil sebesar 32,8 persen, yang relatif berdekatan dengan penilaian positif terhadap kinerjanya sebesar 32,0 persen.

Secara matematis, perbandingan kedua angka tersebut sekitar 97,6 persen. Namun, angka tersebut tidak dapat ditafsirkan sebagai tingkat kepuasan 97,6 persen dari masyarakat yang mengenal Bahlil karena popularitas dan penilaian kinerja merupakan indikator yang berbeda.

"Tetapi secara kasar, kedekatan antara angka popularitas dan penilaian positif ini merupakan sinyal yang sangat menarik. Artinya, angka persepsi positif terhadap kinerja Pak Bahlil hampir sebesar tingkat pengenalan publik terhadap beliau," jelasnya.

Kinerja Bahlil Dapat 32 Persen, Rakyat Menunggu Hasil Nyata
Bahlil mendapat persepsi positif 32 persen dan menempati posisi ketiga dalam survei IPO, hanya terpaut 1,5 poin persentase dari Teddy Indra Wijaya. Angka survei bukan bukti otomatis keberhasilan kebijakan. Sektor ESDM memiliki dampak luas terhadap energi, investasi, sumber daya alam, lingkungan, penerimaan negara, dan masyarakat. Foto: fin

 

Bahlil Punya Modal Politik, tetapi Sektor ESDM Bukan Tanpa Risiko
Eric menilai persepsi positif tersebut dapat menjadi modal bagi Bahlil sekaligus memperkuat citra Kementerian ESDM dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, persepsi positif terhadap figur yang mengelola sektor strategis dapat membantu membangun kepercayaan terhadap agenda pemerintah, terutama investasi, ketahanan energi, pengelolaan sumber daya alam, dan hilirisasi.

"Ini bukan hanya soal personal Pak Bahlil. Persepsi positif terhadap kinerja Menteri ESDM juga dapat memberikan sentimen positif terhadap kementerian yang dipimpinnya, Partai Golkar, dan agenda pemerintahan Presiden Prabowo," kata Eric.

Tetapi dari perspektif kepentingan publik, justru di titik inilah pekerjaan rumah Bahlil menjadi lebih berat.

Sektor energi dan pertambangan bukan hanya arena pencapaian investasi dan pertumbuhan ekonomi. Sektor tersebut juga berkaitan dengan tata kelola sumber daya alam, kepastian hukum, penerimaan negara, dampak lingkungan, kepentingan masyarakat di daerah penghasil, hingga pembagian manfaat ekonomi.

Baca juga:

Artinya, keberhasilan tidak cukup ditunjukkan melalui tingginya investasi atau banyaknya proyek hilirisasi. Publik juga berhak bertanya: berapa besar nilai tambah yang benar-benar tinggal di dalam negeri, berapa banyak lapangan kerja berkualitas tercipta, bagaimana dampaknya terhadap masyarakat, dan siapa yang paling menikmati manfaatnya?


Popularitas Bahlil Pernah Lebih Tinggi
Hasil survei terbaru tersebut juga tidak berdiri sendiri. Dalam survei IPO pada Oktober 2025, Bahlil tercatat memiliki tingkat popularitas 38,3 persen dan menjadi salah satu figur dengan tingkat popularitas tinggi di kabinet. Bagi Eric, rekam jejak pengenalan publik tersebut menunjukkan bahwa Bahlil memiliki eksposur politik yang relatif kuat.

Namun, tingginya pengenalan publik justru membuat ukuran berikutnya menjadi lebih penting. Popularitas dapat membawa seseorang lebih mudah dikenal, tetapi tidak otomatis membuat kebijakan menjadi efektif. Tantangan Bahlil adalah mengubah modal persepsi tersebut menjadi capaian kebijakan yang konkret.

"Karena sektor yang ditangani Pak Bahlil bersifat pro-growth tetapi sekaligus high scrutiny, maka angka 32 persen harus dibaca sebagai modal sekaligus tantangan. Kebijakan energi, pertambangan, investasi, dan hilirisasi harus mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi tetap menjawab persoalan tata kelola, kepastian investasi, penerimaan negara, lingkungan, serta manfaat bagi masyarakat. Karena itu, persepsi positif yang tercermin dalam survei harus diikuti dengan hasil yang terukur," tegas Eric.


Enam hingga 12 Bulan ke Depan Jadi Masa Pembuktian
Eric berharap hasil survei IPO dapat menjadi motivasi bagi Bahlil dan jajaran Kementerian ESDM untuk meningkatkan kinerja dalam enam hingga 12 bulan ke depan. Menurutnya, ukuran keberhasilan tidak semestinya berhenti pada peringkat survei. Ukuran yang lebih penting adalah capaian yang dapat diverifikasi dan dirasakan masyarakat.

Baca juga:


Di antaranya penguatan ketahanan energi, peningkatan investasi berkualitas, keberhasilan hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah sumber daya alam, serta manfaat ekonomi yang benar-benar sampai kepada masyarakat.

"Insyaallah Pak Ketua Umum Bahlil dapat terus meningkatkan kinerjanya dan mencapai kinerja terbaik. Survei adalah cermin persepsi pada satu periode, sedangkan pembuktian akhirnya adalah hasil nyata yang dapat dilihat dan dirasakan rakyat," pungkas Eric.

Pada akhirnya, survei IPO memberikan satu pesan penting: Bahlil memiliki modal persepsi positif, tetapi modal tersebut belum sama dengan pembuktian kinerja.

Bagi publik, pekerjaan rumahnya sederhana untuk dirumuskan, tetapi tidak mudah untuk dijawab: apakah kebijakan energi, pertambangan, investasi, dan hilirisasi benar-benar menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat?

Sebab, angka survei dapat berubah dari satu periode ke periode berikutnya. Sementara dampak kebijakan ESDM dapat berlangsung jauh lebih lama. Popularitas bisa menjadi modal. Survei bisa menjadi cermin. Namun, rakyat tetap membutuhkan hasil.

 

 

Baca juga:


Bahlil dapat 32 persen dalam survei IPO. Tepuk tangan boleh, tetapi tagihan pembuktian kinerja belum lunas.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BahlilLahadalia #KementerianESDM #SurveiIPO #HilirisasiIndonesia #EnergiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال