GalaPos ID, Bengkalis.
Kabupaten Bengkalis mulai memperkuat langkah menuju daerah kreatif berbasis potensi lokal. Menjelang pelaksanaan Ekraforia 2026 pada 14–16 Agustus mendatang, Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Bengkalis Creative Network (BCN) membangun jejaring strategis dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
"Ketika banyak daerah sibuk mencari gedung baru, Bengkalis justru menemukan potensi baru dari bangunan lama. Karena kreativitas tidak selalu membutuhkan tempat mewah, tetapi cara pandang yang berbeda."
Baca juga:
- Ketika HP Jadi “Nyawa Digital”, Warga Bali Makin Selektif Memilih Gadget
- Festival Budaya Kolhua Kembali Digelar, Hidupkan Semangat HUT RI
- Bromo Terbakar, Jalur Wisata Ditutup: Musim Kemarau Kembali Jadi Ancaman
Gala Poin:
1. Bengkalis memperkuat fondasi menuju kabupaten kreatif melalui kolaborasi dengan ICCN dan Kemenko PM menjelang Ekraforia 2026.
Bekas Penjara Belanda direvitalisasi menjadi ruang ekonomi kreatif untuk mempertemukan komunitas, UMKM, budaya, dan inovasi.
Ekraforia diarahkan bukan hanya sebagai festival, tetapi gerakan ekonomi kreatif berkelanjutan yang membuka peluang masyarakat Bengkalis bersaing lebih luas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ekonomi kreatif tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang mampu membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan strategis berlangsung di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026. Pertemuan pertama digelar bersama ICCN di LPP TVRI, dengan melibatkan Ketua Umum ICCN sekaligus Direktur Utama LPP TVRI dan Komisaris BUMN In Journey Fiki Satari, Sekretaris Eksekutif ICCN Mario Devys, Pelaksana Tugas Kepala Disparbudpora Bengkalis Ardiansyah, Ketua BCN Riza Zuhelmy, Bendahara BCN Dendy Ariandi, serta Project Manager Ekraforia Berry Arneldi.
Pada hari yang sama, rombongan Bengkalis melanjutkan agenda ke Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat dan bertemu Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison bersama jajaran.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun strategi pengembangan ekonomi kreatif Bengkalis melalui keterlibatan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, hingga jejaring nasional.
Komunitas Kreatif Jadi Fondasi Kabupaten Kreatif
Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, menilai kekuatan utama daerah kreatif bukan hanya terletak pada kebijakan pemerintah, tetapi juga kemampuan komunitas menjaga keberlanjutan gerakan kreatif.
Baca juga:
ICCN menyatakan kesiapan memberikan pendampingan mulai dari pemetaan potensi, navigasi kebijakan, penguatan kapasitas komunitas, hingga membuka akses komunikasi dengan jaringan nasional dan internasional.
Ia juga mengapresiasi gagasan Bengkalis memanfaatkan bekas Penjara Belanda sebagai lokasi Ekraforia 2026.
"Inisiatif Ekraforia yang digagas oleh Bengkalis Creative Network dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis bisa membangun keharmonisan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif dan kolaboratif. Inisiatif pemanfaatan dan reaktivasi bangunan bekas penjara Belanda di Bengkalis sebagai lokasi pelaksanaan event Ekraforia bisa mendorong bangunan sejarah menjadi ruang kolaborasi, kreasi dan ekonomi di daerah," cakapnya lagi.
Aset Lama, Energi Ekonomi Baru
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, memberikan apresiasi terhadap langkah Pemkab Bengkalis dan BCN.
Ia mengaku tertarik dengan konsep Ekraforia yang memanfaatkan bangunan bersejarah sebagai ruang ekonomi kreatif.
"Yang langsung menarik perhatian saya, acaranya diselenggarakan di bekas penjara Belanda yang kini direvitalisasi menjadi ruang ekraf yang hidup. Itu bukan sekadar pilihan venue yang unik, itu adalah pernyataan bahwa aset idle pemerintah daerah punya potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat," ujar Leontinus Alpha Edison.
Leontinus juga menawarkan konsep Perintis Berdaya Connect untuk diterapkan di Bengkalis. Konsep tersebut diarahkan agar Ekraforia tidak hanya menjadi ruang pameran dan pertunjukan, tetapi menjadi wadah yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, mentor, dan akses pembiayaan.
Baca juga:
"Inilah yang selalu saya tekankan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, dari level provinsi hingga kabupaten dan kota, adalah kunci agar program pemberdayaan benar-benar mengakar dan berdampak nyata di lapangan," ungkap Leontinus.
Ekraforia Dorong UMKM Bengkalis Naik Kelas
Plt Kepala Disparbudpora Bengkalis, Ardiansyah, menjelaskan kunjungan ke ICCN dan Kemenko PM merupakan bagian dari arahan Bupati Bengkalis Kasmarni untuk memperkuat ekonomi kreatif daerah.
"Hari ini kami melakukan kunjungan ke ICCN dan langsung bertemu dengan Ketua Umum ICCN dalam rangka melakukan konsultasi serta pendampingan kegiatan kota kreatif yang ingin kita lakukan di Kabupaten Bengkalis. Tujuannya, tentu untuk mendongkrak perekonomian Kabupaten Bengkalis dari segi inovasi kota kreatifnya," terang Ardiansyah.
Ia mengatakan Ekraforia menjadi wadah untuk menyatukan potensi generasi muda kreatif Bengkalis.
"Sehingga ini bisa menjadi moto Bengkalis nanti dari segi industri kreatif ataupun ekonomi kreatif guna Bengkalis akan lebih baik ke depannya," imbuhnya.
Baca juga:
Selain itu, koordinasi dengan Kemenko PM dilakukan untuk menyelaraskan program pusat dengan kebutuhan daerah, khususnya dalam pengembangan UMKM.
"Bagaimana UMKM ini bisa tumbuh, bisa mandiri, dan bisa profesional. Nantinya akan ada program-program pembimbingan serta upaya mencarikan supplier yang bisa berkolaborasi dengan UMKM yang ada di Bengkalis. Pemkab Bengkalis membuka peluang agar UMKM yang ada di Kabupaten Bengkalis bisa tumbuh dan berkembang, mungkin nanti bisa sampai ke tingkat provinsi, bahkan mampu berkompetisi pada tingkat nasional maupun global," tutur Ardiansyah.
Ekraforia Bukan Sekadar Festival
Ketua Bengkalis Creative Network, Riza Zuhelmy, menegaskan Ekraforia merupakan gerakan membangun ekosistem ekonomi kreatif jangka panjang.
“Ekraforia bukan sekadar sebuah festival, tetapi gerakan bersama untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Kami percaya, kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, pelaku usaha, dan jejaring nasional akan menjadi fondasi kuat dalam mendorong Bengkalis sebagai kabupaten kreatif," tegasnya.
Baca juga:
Menurut Riza, dukungan ICCN dan Kemenko PM menjadi energi baru untuk memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas pelaku kreatif, serta membuka peluang investasi.
"Harapan kami, semoga momentum penting bagi Kabupaten Bengkalis untuk memperkuat identitasnya sebagai daerah kreatif mampu mengintegrasikan potensi budaya, sejarah, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat ke dalam satu ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Ekraforia 2026 akan berlangsung di Jail Huis Van Bewaring atau Penjara Belanda, Jalan Pahlawan, Kelurahan Bengkalis Kota, Kecamatan Bengkalis.
Sejumlah kegiatan akan digelar, mulai dari creative gallery, maker space, creative stage, local market, creative connect, hingga Ekrafo Run.
Baca juga:
- Lima Desa di Manggarai Terima Motor Hibah Imigrasi, Pengawasan TPPO Diperkuat
- Mini Soccer IJTI 2026 Jadi Ajang Perekat Jurnalis Jabodetabek, IJTI Depok Juara
Bangunan tua biasanya dianggap beban. Bengkalis memilih cara berbeda: mengubah bekas penjara menjadi tempat lahirnya peluang ekonomi.
.jpg)
.jpg)