GalaPos ID - Iklan Banner

PLN Salurkan 100 Paket Sembako ke Pengungsi Ngada dan Nagekeo

GalaPos ID, NTT.
Bencana tidak hanya meninggalkan rumah yang rusak, tetapi juga memaksa warga kehilangan kenyamanan, akses kebutuhan dasar, dan kepastian hidup untuk sementara waktu.
Di tengah kondisi itu, bantuan yang datang langsung ke posko pengungsian menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Serikat Pekerja PLN Antar Sembako Langsung ke Posko Pengungsian
Penyerahan bantuan sembako SP PLN kepada warga Dusun Tado Tengah, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada oleh Ketua DPD SP PLN Bernilius Ria (Rompi merah) kepada Kepala Dusun Tado Tengah Andi Sergawi (Baju biru).

 

"Bukan cuma kabel yang perlu tersambung. Di tengah pengungsian, makanan, minuman, dan kebutuhan pokok juga harus sampai ke warga. PLN pun mengantarkan bantuan langsung ke titik terdampak."

Baca juga:

Gala Poin:
1. 100 paket bantuan disalurkan: Serikat Pekerja PLN se-Indonesia mengirim sembako dan kebutuhan dasar ke tiga titik terdampak di Ngada dan Nagekeo.
2. Nagekeo menghadapi dampak besar: Sebanyak 1.191 jiwa terdampak di Nangaroro, dengan 308 rumah mengalami kerusakan dalam berbagai kategori dan warga tersebar di 21 posko pengungsian tingkat RT.
3. Bantuan perlu berkelanjutan: Penyaluran tahap awal menjadi bagian dari solidaritas, tetapi kebutuhan warga akan terus berlangsung selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.


Serikat Pekerja PT PLN (Persero) se-Indonesia melalui Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SP PLN UIW NTT menyalurkan 100 paket bantuan sembako dan kebutuhan dasar kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo, Kamis, 20 Agustus 2026.

Bantuan tanggap darurat tersebut tidak berhenti di tingkat penyaluran administratif. Logistik diantarkan langsung ke tiga titik yang terdampak cukup parah, yakni Posko Masjid Al-Arqam dan Posko Dusun Tadho Dua di Kecamatan Riung, Ngada, serta Kelurahan Nangaroro, Nagekeo.

Di Posko Masjid Al-Arqam, Desa Tado Tengah, Kecamatan Riung, Ngada, sebanyak 22 paket sembako diserahkan kepada Imam Masjid Al-Arqam, Sulaiman Subih (62). Bantuan diperuntukkan bagi warga sekitar yang rumahnya mengalami kerusakan dinding.

Selanjutnya, 33 paket sembako diserahkan di Posko Dusun Tadho Dua, Desa Tado Tengah, kepada Kepala Dusun Tadho Dua, Andi Sergawi (46), untuk kemudian didistribusikan kepada warga di posko pengungsian.

Sementara di Kelurahan Nangaroro, Kecamatan Nangaroro, Nagekeo, sebanyak 45 paket sembako diserahkan kepada Lurah Nangaroro, Aleksius Jata (56).

Baca juga:


Kondisi di Nangaroro menunjukkan besarnya kebutuhan warga setelah bencana. Dari total 2.560 jiwa, sebanyak 1.191 jiwa tercatat terdampak. Kerusakan meliputi 57 rumah rusak berat, 74 rumah rusak sedang, dan 177 rumah rusak ringan. Warga terdampak kini tersebar di 21 posko pengungsian tingkat RT.
 
Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan bantuan bukan perkara satu-dua keluarga. Ketika lebih dari seribu warga terdampak dan ratusan rumah mengalami kerusakan, distribusi kebutuhan pokok menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan kondisi warga selama masa tanggap darurat.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistiyono, mengatakan PLN tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga berupaya hadir dalam aksi kemanusiaan.

"Kami dari keluarga besar PLN turut merasakan duka dan prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Ngada dan Nagekeo. Bantuan ini adalah komitmen nyata bahwa PLN hadir bersama masyarakat di masa-masa sulit. Semoga bantuan sembako ini dapat meringankan beban pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari di lokasi pengungsian," ujar F. Eko Sulistiyono.

Ratusan Rumah Rusak, Serikat Pekerja PLN Bergerak Bantu Pengungsi
Penyerahan bantuan sembako SP PLN untuk masyarakat terdampak gempa Flores di Posko Masjid Al-Arqam, Desa Tado Tenga, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Foto: Erasmus NN

 

Ketua DPD Serikat Pekerja PLN UIW NTT, Bernilius Ria, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari penggalangan kepedulian para pekerja PLN dari seluruh Indonesia setelah melihat kondisi warga terdampak di lapangan.

"Bantuan ini merupakan wujud empati dan solidaritas dari seluruh pegiat Serikat Pekerja PLN Se-Indonesia. Kami berharap uluran tangan ini bermanfaat dan memberikan kekuatan moril serta semangat gotong royong bagi warga untuk segera bangkit dari masa tanggap darurat," ungkap Bernilius Ria.

Bagi warga yang masih bertahan di pengungsian, bantuan makanan dan minuman bukan sekadar simbol solidaritas. Kebutuhan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan harian yang harus terus dipenuhi selama warga belum dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Kepala Dusun Tadho Dua, Andi Sergawi, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima warga.

"Terima kasih banyak atas kepedulian Serikat Pekerja PLN yang telah menyalurkan bantuan makanan dan minuman bagi kami di posko pengungsian. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang sedang bertahan di tengah situasi darurat ini," tutur Andi.

Baca juga:

Penyaluran 100 paket tersebut menjadi tahap awal bantuan bagi warga terdampak di Ngada dan Nagekeo. Tantangan berikutnya adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat hingga memasuki tahap pemulihan.

Sebab, bagi warga yang rumahnya rusak dan masih tinggal di posko, bencana tidak berakhir ketika bantuan pertama tiba. Pemulihan membutuhkan waktu, koordinasi, serta distribusi bantuan yang konsisten dan tepat sasaran.

Sinergi antara pekerja PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat pun menjadi penting agar bantuan tidak hanya hadir sebagai respons sesaat, tetapi turut menopang warga hingga mampu kembali bangkit dari dampak bencana di Pulau Flores.

Penulis: Erasmus NN

 

 

Baca juga:


Bencana membuat rumah warga retak, tetapi solidaritas justru harus diperkuat. Serikat Pekerja PLN membawa 100 paket sembako langsung ke posko pengungsian Ngada dan Nagekeo.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PLNPeduli #BantuanBencana #Ngada #Nagekeo #PengungsiFlores

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال