GalaPos ID, Tangerang.
Indonesia akan menjadi tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, forum pendidikan tinggi bergengsi yang mempertemukan lebih dari 1.000 pemimpin universitas, pemerintah, dan pelaku industri dari berbagai negara.
Momentum ini dinilai menjadi kesempatan besar untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta pendidikan tinggi dunia.
"Gedung megah, tamu internasional, dan panggung dunia memang membanggakan. Tapi publik selalu punya satu pertanyaan sederhana: kapan dampaknya benar-benar terasa di ruang kelas Indonesia?
Baca juga:
- Dugaan Contract Splitting Proyek Rp17 M, Tiga ASN Belitung Timur Dijerat Korupsi
- Sindikat Judi Online 1XBET Terbongkar, Empat Tersangka Ditangkap
- Hari Asyura di Cirebon, Aksi Berbagi 650 Paket Sayur Ringankan Beban Warga
Gala Poin:
1. Indonesia akan menjadi tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang menghadirkan lebih dari 1.000 delegasi internasional di Bali.
2. BINUS University memanfaatkan momentum 45 tahun berdiri untuk memperkuat posisi pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.
3.Tantangan sesungguhnya adalah memastikan forum internasional tersebut menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia, bukan sekadar meningkatkan citra.
Namun, di balik euforia panggung internasional, publik juga menaruh harapan agar forum semacam ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi kualitas pendidikan nasional.
Momentum tersebut menjadi bagian dari perayaan 45 tahun BINUS University yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum bertema "Advancing Education for Purpose and Impact". Acara akan berlangsung pada 3–5 November 2026 di Bali International Convention Centre.
President of BINUS Higher Education Stephen Wahyudi Santoso mengatakan kesempatan tersebut bukan hanya menjadi pencapaian bagi BINUS, tetapi juga bagi Indonesia.
"Di usia 45 tahun BINUS, kami memandang kesempatan menjadi tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 bukan hanya sebagai pencapaian bagi BINUS, tetapi juga sebagai momentum bagi Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang terus berkembang, adaptif, dan siap berkolaborasi. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk membawa nilai, karakter, dan kontribusi pendidikan tinggi Indonesia ke panggung global," terang Stephen Wahyudi Santoso, Rabu, 1 Juli 2026.
Baca juga:
10 Orang Terjaring OTT KPK di Riau, Dugaan Korupsi Jabatan Disorot
"Beriringan dengan perayaan 45 tahun BINUS, kesempatan menjadi tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang kami sambut dengan penuh antusias. Tema 'Advancing Education for Purpose and Impact' sangat dekat dengan semangat BINUS dalam membina dan memberdayakan masyarakat. Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan tinggi tumbuh melalui dialog terbuka, jejaring yang kuat, serta kolaborasi lintas batas," kata Nelly.
![]() |
| BINUS University memanfaatkan momentum 45 tahun berdiri untuk memperkuat posisi pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global. Foto: fin |
Bagi BINUS University, penyelenggaraan forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan kiprah pendidikan tinggi Indonesia kepada komunitas global. Langkah itu sejalan dengan visi BINUS sebagai A World-class University, Fostering and Empowering the Society in Building and Serving the Nation, serta komitmen memperkuat inovasi akademik, pengembangan talenta, kolaborasi industri, dan kemitraan internasional.
Komitmen tersebut juga diperkuat dengan capaian BINUS yang mempertahankan posisi sebagai universitas swasta nomor satu di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings 2027.
Regional Partnership Director QS E Way Chong menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam perkembangan pendidikan tinggi kawasan Asia Pasifik.
"Asia Pasifik kini bukan hanya kawasan dengan pertumbuhan yang pesat, tetapi juga semakin berperan dalam membentuk arah masa depan pendidikan tinggi global. Dengan populasi muda yang besar, potensi kolaborasi yang luas, serta institusi pendidikan yang semakin percaya diri di panggung global, Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menjadi tuan rumah dialog penting mengenai masa depan pendidikan tinggi Kawasan," terangnya.
Baca juga:
Tiga Buruh Terjebak Air Pasang di Tebing Uluwatu, Tim SAR Evakuasi Selamat
Sebab, ukuran keberhasilan bukan hanya banyaknya delegasi yang hadir, melainkan manfaat yang benar-benar dirasakan setelah lampu forum internasional padam.
Baca juga:
Kelangkaan MinyaKita Picu Warga Jember Beli Minyak Curah dan Premium
Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah forum pendidikan dunia. Di tengah tepuk tangan dan seremoni, masyarakat berharap hasilnya tak berhenti di foto bersama dan konferensi pers.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BINUSUniversity #QSHigherEdSummit2026 #PendidikanIndonesia #PendidikanGlobal #IndonesiaMendunia
.jpg)
.jpg)