GalaPos ID, Jakarta.
Aktris senior Tya Ariestya pernah mengungkap kebiasaannya mengandalkan pijat dan urut sebagai pertolongan pertama saat keluarga mengalami keluhan kesehatan. Ia menyebut, mulai dari batuk pilek, pusing, hingga gangguan pencernaan, pijat menjadi solusi awal sebelum mengonsumsi obat sesuai anjuran. Pengakuan tersebut dibagikan melalui akun Instagram pribadinya pada tahun 2018.
Ketahui penyebab vertigo perifer dan sentral, gejala, diagnosis medis, hingga pilihan obat vertigo sesuai penyebabnya.
"Sering merasa dunia berputar tiba-tiba? Vertigo bukan sekadar pusing biasa. Kenali penyebab, gejala, hingga pilihan obat vertigo yang tepat sebelum terlambat."
Baca juga:
- Sambut Tahun Kuda Api, Kelenteng Kong Fuk Miau Siapkan Ornamen Baru
- TVRI Gandeng Kompas Gaungkan “Bola Gembira” Sambut Piala Dunia 2026
- Evakuasi Dramatis di Laut, KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam
Gala Poin:
1. Vertigo adalah gejala, bukan penyakit, dan paling sering disebabkan gangguan telinga bagian dalam (vertigo perifer).
2. Vertigo sentral berpotensi lebih serius karena berkaitan dengan gangguan otak seperti stroke atau tumor.
3. Obat vertigo harus sesuai penyebabnya, mulai dari terapi vestibular hingga tindakan operasi pada kasus tertentu.
Dalam unggahannya pada 29 Desember 2018, Tya menegaskan bahwa dirinya tidak menolak pengobatan medis. Ia tetap minum obat sesuai dosis, namun lebih memilih metode alami sebagai langkah awal.
Prinsip “urut dulu” sudah menjadi kebiasaan keluarga yang dipercaya membantu meredakan keluhan ringan secara alami.
Menariknya, Tya Ariestya memiliki sosok terdekat bernama Nenek Narti yang sudah memijatnya sejak kecil. Bahkan, Tya menjadi pasien pertama Nenek Narti saat masih duduk di bangku SD karena kerap mengalami keseleo akibat latihan taekwondo.
Ia juga sempat mengidap vertigo di usia 23 tahun, pengalaman yang semakin menguatkan keyakinannya pada terapi pijat sebagai pendamping pengobatan medis.
Sensasi seperti dunia berputar, tubuh kehilangan keseimbangan, hingga mual hebat sering kali dianggap sekadar pusing biasa.
Baca juga:
Desa Bersujud Semarak, Ribuan Siswa Darul Azhar Rayakan Pawai Ramadan
Padahal, kondisi tersebut bisa jadi merupakan vertigo—gejala medis yang memerlukan evaluasi serius.
Secara medis, vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari gangguan tertentu, terutama yang berkaitan dengan telinga bagian dalam atau sistem saraf pusat. Serangannya dapat berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam. Pada kasus berat, penderita berisiko jatuh akibat hilang keseimbangan.
Apa Itu Vertigo?
Vertigo adalah kondisi ketika seseorang merasakan sensasi seolah lingkungan di sekitarnya berputar. Dalam praktik klinis, dokter biasanya membedakan vertigo dari pusing biasa dengan pertanyaan sederhana: apakah ruangan terasa berputar atau hanya terasa ringan di kepala?
Jika sensasi berputar yang dominan, besar kemungkinan itu vertigo.
Penyebab Vertigo: Perifer dan Sentral
Secara umum, penyebab vertigo dibagi menjadi dua kategori utama: vertigo perifer dan vertigo sentral.
Vertigo Perifer (Paling Sering Terjadi)
Vertigo perifer terjadi akibat gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi mengatur keseimbangan. Beberapa penyebab utamanya antara lain:
BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo)
Terjadi ketika partikel kalsium kecil (canalith) masuk ke kanal telinga bagian dalam. Kondisi ini sering muncul tanpa sebab jelas dan lebih banyak terjadi pada usia lanjut.
Penyakit Meniere
Gangguan telinga bagian dalam akibat penumpukan cairan. Gejalanya meliputi vertigo, tinnitus (telinga berdenging), dan gangguan pendengaran.
Neuritis Vestibular atau Labirintitis
Peradangan pada saraf keseimbangan akibat infeksi, umumnya virus.
Baca juga:
AMPRO Fight 2026 di TVRI Jadi Sinyal Kebangkitan Tinju Nasional
Vertigo Sentral (Berasal dari Otak)
- Tumor otak
- Migrain
- Multiple sclerosis
- Neuroma akustik
- Efek samping obat-obatan tertentu
Vertigo sentral umumnya memerlukan evaluasi lebih serius karena berpotensi terkait kondisi neurologis yang berat.
Baca juga:
GM Le Eminence: Media Punya Peran Strategis Dongkrak Hospitality
Gejala Vertigo yang Perlu Diwaspadai
Gejala utama vertigo adalah sensasi berputar yang sering disertai:
- Telinga berdenging
- Mual dan muntah
- Sulit berdiri atau berjalan
- Gerakan mata tidak normal (nystagmus)
- Sakit kepala
- Berkeringat berlebihan
- Sulit berkonsentrasi
Segera cari pertolongan medis jika vertigo muncul tiba-tiba dan disertai kelemahan anggota tubuh, gangguan bicara, atau gangguan koordinasi.
Baca juga:
Bunga Cempaka, Di Balik Wangi dan Klaim Khasiat Kesehatan
Diagnosis Vertigo
Diagnosis dilakukan melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Dokter dapat melakukan beberapa tes seperti:
- Tes head-thrust
- Tes Romberg
- Tes Fukuda-Unterberger
- Tes Dix-Hallpike
Jika diperlukan, pemeriksaan penunjang seperti tes darah, MRI, CT scan, atau rontgen dapat dilakukan untuk menyingkirkan penyebab serius seperti stroke atau tumor.
Baca juga:
Misteri Mimpi, Fenomena yang Terjadi Saat Manusia Terlelap
Obat Vertigo: Tergantung Penyebabnya
Penanganan vertigo tidak bisa disamaratakan. Obat vertigo harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.
1. Rehabilitasi Vestibular
Terapi fisik untuk melatih sistem keseimbangan agar otak mampu beradaptasi dengan gangguan pada telinga bagian dalam.
2. Manuver Reposisi Kanalit
Direkomendasikan oleh American Academy of Neurology, teknik ini dilakukan untuk menangani BPPV dengan memindahkan partikel kalsium dari kanal telinga ke bagian yang dapat diserap tubuh.
3. Obat Resep
Beberapa jenis obat yang umum digunakan antara lain:
- Antihistamin seperti betahistine
- Benzodiazepine seperti diazepam dan lorazepam
- Obat antimual seperti metoclopramide
- Antibiotik atau steroid jika terdapat infeksi atau peradangan
- Diuretik untuk kasus Penyakit Meniere
Pada banyak kasus ringan, vertigo bisa membaik tanpa obat karena otak beradaptasi terhadap perubahan keseimbangan.
Baca juga:
Telur Mentah vs Telur Matang, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?
4. Operasi
Dilakukan jika vertigo disebabkan oleh tumor, cedera otak, atau kondisi struktural lain yang memerlukan tindakan bedah.
Kepentingan Publik: Jangan Abaikan Gejala Berulang
Vertigo yang terjadi berulang bukan kondisi yang bisa disepelekan. Risiko jatuh, cedera kepala, hingga komplikasi neurologis harus menjadi perhatian, terutama pada lansia.
Masyarakat juga perlu waspada terhadap penggunaan obat vertigo tanpa diagnosis medis yang jelas. Mengatasi gejala tanpa mengetahui penyebab dasarnya justru dapat menunda penanganan penyakit yang lebih serius.
Jika vertigo disertai gejala neurologis mendadak, segera ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga:
Buah Bacang, Potensi Hidrasi Lawan Klaim Netralisir Racun dan Penjaga Otak
"Vertigo adalah sensasi seolah lingkungan berputar yang bisa dipicu gangguan telinga bagian dalam atau masalah otak. Mengulas penyebab vertigo perifer dan sentral, gejala, diagnosis medis, hingga pilihan obat vertigo sesuai penyebabnya."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Vertigo #KesehatanSaraf #EdukasiKesehatan
.jpg)
.jpg)