Tiga Buruh Terjebak Air Pasang di Tebing Uluwatu, Tim SAR Evakuasi Selamat

GalaPos ID, Badung.
Perubahan pasang air laut yang terjadi dalam waktu singkat nyaris berujung petaka bagi tiga buruh proyek di kawasan tebing sekitar Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Jalur yang semula dapat dilalui mendadak tertutup ombak, membuat mereka terjebak di atas batu karang hingga akhirnya dievakuasi Tim SAR Gabungan menggunakan metode vertical rescue.

Tiga Buruh Terjebak Air Pasang di Tebing Uluwatu, Tim SAR Evakuasi Selamat
Tiga buruh selamat setelah terjebak air pasang di tebing Uluwatu. Alam selalu memberi tanda, tetapi tanpa informasi dan kewaspadaan, yang datang lebih dulu justru operasi penyelamatan.

 

"Ombak tidak pernah menunggu manusia selesai beraktivitas. Sayangnya, banyak yang baru sadar pentingnya keselamatan ketika jalur pulang sudah hilang."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Tiga buruh proyek terjebak akibat air laut pasang yang menutup akses keluar di kawasan tebing sekitar Pura Uluwatu, Badung.
2. Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban menggunakan teknik vertical rescue dan rope rescue karena jalur dari bawah tidak lagi dapat dilalui.
3. Basarnas mengimbau masyarakat dan wisatawan selalu memperhatikan kondisi pasang surut, cuaca, dan gelombang sebelum beraktivitas di kawasan pesisir bertopografi tebing.


Peristiwa bermula pada Sabtu, 27 Juni 2026, saat Rendi (20), Mansur (47), dan Tarmuji (50) menelusuri kawasan Pantai Nyang-Nyang menuju arah utara hingga mencapai area tebing di sekitar Pura Uluwatu.

Ketika berada di bawah tebing, kondisi laut yang sebelumnya surut berubah menjadi pasang. Kenaikan permukaan air menutup akses kembali ke daratan sehingga ketiganya terpaksa bertahan di atas batu karang sambil menunggu pertolongan.

Dalam situasi darurat tersebut, Mansur yang memiliki kemampuan berenang memutuskan menyeberangi perairan untuk mencari bantuan. Setelah berhasil mencapai lokasi yang aman, ia melaporkan kepada petugas bahwa dua rekannya masih terjebak di bawah tebing dan tidak dapat menyelamatkan diri akibat ombak yang terus meninggi.

Menerima laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali segera mengerahkan personel ke lokasi. Mengingat medan berupa tebing batu kapur yang curam dan akses dari bawah sudah tertutup air laut, tim memilih melakukan evakuasi dengan teknik penurunan tali dari puncak tebing.

Baca juga:
Menuju Olimpiade Dimulai dari Rawamangun, Siapkah Sistem Pembinaan Indonesia?

Operasi penyelamatan dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026. Korban pertama, Tarmuji, berhasil dievakuasi lebih dahulu melalui jalur vertikal. Selanjutnya, petugas mengevakuasi Rendi menggunakan sistem rope rescue hingga berhasil dibawa ke atas tebing.
 
Setelah dievakuasi, kedua korban langsung dibawa ke Balai Desa Pecatu untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keduanya dilaporkan dalam kondisi stabil dan tidak mengalami cedera serius meski sempat terjebak selama beberapa jam di kawasan pantai berbatu.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, mengatakan proses penyelamatan berlangsung cukup menantang karena karakteristik medan dan kondisi pasang air laut.

"Proses evakuasi dilakukan dengan metode penurunan dari atas tebing karena akses dari bawah sudah tidak memungkinkan akibat air laut pasang. Berkat koordinasi seluruh unsur SAR gabungan, kedua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," ujar I Wayan Juni Antara, Selasa, 30 Juni 2026.

Evakuasi Dramatis di Uluwatu, Tim SAR Turuni Tebing Selamatkan Buruh Terjebak
Tiga buruh proyek terjebak akibat air laut pasang yang menutup akses keluar di kawasan tebing sekitar Pura Uluwatu, Badung. Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban menggunakan teknik vertical rescue dan rope rescue karena jalur dari bawah tidak lagi dapat dilalui.

 

Operasi penyelamatan melibatkan Basarnas Bali bersama personel Bhabinkamtibmas Desa Pecatu, Linmas, pecalang, dan masyarakat setempat yang membantu kelancaran proses evakuasi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kawasan pesisir dengan tebing tinggi memiliki risiko yang sering kali diremehkan. Perubahan pasang surut air laut dapat berlangsung cepat dan menutup jalur keluar hanya dalam hitungan waktu.

Di destinasi wisata yang ramai dikunjungi maupun lokasi aktivitas masyarakat, informasi mengenai jadwal pasang surut, rambu peringatan, dan edukasi keselamatan menjadi aspek penting agar kejadian serupa tidak kembali mengancam keselamatan pengunjung maupun pekerja.

 

 

 

Baca juga:
APPBI Dorong Industri Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026 di JICC Jakarta

Tebing dan laut memang indah dipandang. Namun tanpa memahami pasang surut, panorama bisa berubah menjadi situasi darurat dalam hitungan menit.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Basarnas #Uluwatu #Badung #KeselamatanLaut #SAR

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال