HGI Dukung Domino Jadi Olahraga Prestasi di Piala Walikota Surabaya 2026

GalaPos ID, Surabaya.
Upaya mengubah permainan Domino dari hiburan rakyat menjadi olahraga prestasi terus mendapat dorongan.
Salah satu momentum terbarunya terlihat dalam Piala Walikota Surabaya 2026 yang mempertemukan lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, sekaligus menjadi panggung pembuktian bahwa permainan yang selama ini identik dengan warung kopi dan pos ronda mulai menapaki jalur kompetisi yang lebih profesional.

HGI Dukung Domino Jadi Olahraga Prestasi di Piala Walikota Surabaya 2026
Dari meja warung kopi ke arena turnamen resmi. Domino kini didorong menjadi olahraga prestasi dengan dukungan pemerintah, organisasi olahraga, dan sektor swasta. Namun publik tentu menunggu satu hal: apakah transformasi ini akan melahirkan atlet profesional, atau hanya menambah panjang daftar wacana olahraga baru di Indonesia? Foto: istimewa

"Saat banyak olahraga mencari sponsor, Domino justru mulai membangun industri. Pertanyaannya, siapa yang lebih cepat berkembang: atletnya atau seremoni peresmiannya?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Lebih dari 500 peserta mengikuti Piala Walikota Surabaya 2026, menunjukkan meningkatnya minat terhadap kompetisi Domino resmi.
2. HGI hadir sebagai sponsor resmi dan menyatakan komitmen membangun Domino sebagai olahraga pikiran digital profesional berbasis komunitas.
3. PORDI dan KONI menilai Domino semakin mendapat legitimasi sebagai olahraga prestasi, didukung meningkatnya turnamen resmi dan dukungan pemerintah daerah.


Turnamen yang digelar di HI Tech Mall Surabaya tersebut diselenggarakan oleh PORDI Surabaya dengan dukungan KONI Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya. Dalam ajang ini, Higgs Games Island (HGI) hadir sebagai sponsor resmi yang menyatakan komitmennya mendukung transformasi Domino menjadi olahraga pikiran digital berbasis komunitas.

Kehadiran ratusan peserta menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap kompetisi Domino yang diselenggarakan secara resmi dan terstruktur.

Di tengah berkembangnya industri olahraga berbasis strategi, Domino kini mulai mendapatkan ruang untuk membangun legitimasi sebagai cabang olahraga yang mengandalkan keterampilan, strategi, komunikasi, dan kerja sama tim.

Bagi HGI, dukungan terhadap Piala Walikota Surabaya bukan sekadar aktivitas promosi platform digital. Perusahaan tersebut menilai Domino memiliki potensi berkembang menjadi olahraga profesional yang mampu melahirkan atlet sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelakunya. Transformasi tersebut juga mendapat dukungan dari kalangan organisasi olahraga daerah.

Baca juga:
Dari Rekor MURI hingga HAKI Tapai Pulut Katuk, Inhil Perkuat Identitas Budaya


Ketua PORDI Jawa Timur, Muhammad Alyas, menilai perkembangan Domino sebagai olahraga prestasi menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Proses transformasi domino dari olahraga masyarakat menjadi olahraga prestasi ini sudah berjalan dengan baik dan telah mendapat legitimasi dari berbagai pemangku kepentingan, baik dari KONI maupun pemerintah,” kata Muhammad Alyas, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Senin, 15 Juni 2026.

Menurut PORDI, meningkatnya jumlah peserta dalam berbagai kompetisi resmi serta dukungan pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa Domino mulai diterima sebagai olahraga berbasis kemampuan berpikir dan strategi, bukan sekadar permainan rekreasi.

Pandangan serupa disampaikan Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, komunitas, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem Domino yang profesional dan berkelanjutan.

“Hari ini kita melihat bahwa Domino dapat tumbuh menjadi olahraga yang membanggakan sekaligus memiliki nilai industri. Kehadiran HGI dalam Piala Walikota Surabaya 2026 menjadi contoh nyata bagaimana dukungan sektor swasta dapat mempercepat pertumbuhan olahraga berbasis komunitas menuju olahraga prestasi,” kata Arderio Hukom.

Dari Warung Kopi ke Turnamen Resmi, Domino Bangun Ekosistem Olahraga Profesional
PORDI dan KONI menilai Domino semakin mendapat legitimasi sebagai olahraga prestasi, didukung meningkatnya turnamen resmi dan dukungan pemerintah daerah. Foto: istimewa

 

Meski demikian, tantangan terbesar dalam perjalanan Domino menuju olahraga profesional masih berada pada aspek pembinaan, standarisasi kompetisi, serta penguatan ekosistem atlet.

Tanpa sistem yang berkelanjutan, peningkatan popularitas belum tentu berbanding lurus dengan lahirnya prestasi dan profesi yang menjanjikan. HGI menyatakan ingin mengambil bagian dalam proses tersebut melalui pengembangan kompetisi yang lebih terstruktur dan pembinaan komunitas yang berkesinambungan.

“Kami ingin menjadikan domino ini sebagai olahraga profesional yang mampu melahirkan atlet-atlet berkompeten dan membangun sebuah industri yang berkelanjutan, sehingga para atlet dapat memiliki karier dan penghasilan yang layak dari olahraga domino,” jelas Ray, salah seorang perwakilan HGI.

Baca juga:
Longsor Bungus Padang Timbun Mobil, Jalur Padang–Painan Lumpuh Total

Bagi para pelaku Domino, Piala Walikota Surabaya 2026 menjadi lebih dari sekadar turnamen. Ajang ini menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap permainan tradisional yang selama puluhan tahun hidup di tengah masyarakat.
 
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Domino bisa menjadi olahraga prestasi, melainkan seberapa cepat ekosistem yang profesional dapat diwujudkan agar potensi tersebut benar-benar menghasilkan atlet, industri, dan prestasi yang berkelanjutan.

 

 

Baca juga:
Mobilitas Komuter Meningkat, KAI Sesuaikan Jadwal LRT Jabodebek

"Dulu dianggap permainan pengisi waktu, kini Domino masuk arena prestasi. Tinggal menunggu apakah pembinaan atletnya bisa secepat bertambahnya turnamen."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #DominoIndonesia #PialaWalikotaSurabaya #OlahragaPrestasi #PORDI #HiggsGamesIsland

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال