GalaPos ID, Bandung.
Setelah hampir sembilan bulan berada dalam masa transisi yang penuh ketidakpastian, Bandung Zoo akhirnya memasuki babak baru dengan ditetapkannya pengelola baru.
Namun, di tengah optimisme para pekerja, publik masih harus menunggu kepastian pembukaan kembali kebun binatang legendaris di Kota Bandung tersebut karena sejumlah proses administrasi dan perizinan konservasi belum rampung.
"Bandung Zoo memasuki era baru, tetapi gerbangnya masih tertutup. Publik kini menunggu apakah revitalisasi bergerak lebih cepat daripada tumpukan berkas perizinan."
Baca juga:
- Megawati: Mahasiswa Warga Negara, Mengapa Harus Ditakuti?
- Kasus Guru P3K dan 3 Siswi SD di Palu, Alarm Darurat Perlindungan Anak
- Minuman Manis dan Ancaman Kesehatan Publik
Gala Poin:
1. Pengelola baru Bandung Zoo telah ditetapkan setelah hampir sembilan bulan masa transisi yang penuh ketidakpastian.
2. Sebanyak 121 pekerja tetap bertahan dan siap mendukung manajemen baru, sementara kondisi satwa disebut tetap terjaga dengan sejumlah kelahiran selama masa peralihan.
3. Pembukaan kembali Bandung Zoo masih menunggu penyelesaian administrasi dan perizinan konservasi, sehingga belum ada kepastian waktu operasional untuk umum.
Sebanyak 121 pekerja yang masih bertahan di Bandung Zoo menyambut positif penetapan pengelola baru. Mereka berharap perubahan manajemen tidak sekadar menjadi pergantian nama pengelola, melainkan mampu menghadirkan revitalisasi nyata terhadap fungsi konservasi, edukasi, dan rekreasi yang selama ini menjadi identitas Bandung Zoo.
Harapan itu muncul setelah hampir sembilan bulan masa transisi yang membuat masa depan kebun binatang tersebut berada dalam sorotan. Meski belum ada komunikasi resmi dengan pengelola baru, para pekerja menyatakan siap mendukung berbagai program pengembangan yang akan dijalankan.
Di tengah keterbatasan operasional selama masa peralihan, aktivitas perawatan satwa disebut tetap berjalan normal. Bahkan, sejumlah satwa tercatat berhasil berkembang biak, menjadi indikator bahwa fungsi dasar konservasi tetap berlangsung meski menghadapi berbagai tantangan.
Baca juga:
Dari Rekor MURI hingga HAKI Tapai Pulut Katuk, Inhil Perkuat Identitas Budaya
Menurut Sulhan, keberlangsungan operasional juga didukung sejumlah pihak, termasuk dalam pemenuhan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan bagi pekerja.
Meski pengelola baru telah ditetapkan, hingga kini belum ada komunikasi langsung yang terjalin antara manajemen baru dan pekerja yang masih bertugas di Bandung Zoo. Pihaknya masih menunggu penyelesaian administrasi di lingkungan pemerintah daerah.
“Kita sekarang menunggu saja kapan administrasi di pemerintah kota beres. Para pekerja yang ada sekarang, 121 orang, akan men-support semua arah keinginan mereka, asal itu memang realistis,” katanya.
![]() |
| Pengelola baru Bandung Zoo telah ditetapkan setelah hampir sembilan bulan masa transisi yang penuh ketidakpastian. Foto: Hanifa |
Ke depan, para pekerja berharap pengelola baru mampu membawa Bandung Zoo menjadi destinasi wisata konservasi berstandar internasional.
Namun demikian, masyarakat yang menantikan pembukaan kembali Bandung Zoo masih harus bersabar karena proses perizinan lembaga konservasi dan administrasi lainnya menjadi syarat utama sebelum kawasan tersebut dapat kembali menerima pengunjung. Penetapan pengelola baru memang menjadi titik terang setelah berbulan-bulan ketidakpastian.
Akan tetapi, bagi publik, ukuran keberhasilan sesungguhnya bukan hanya siapa yang mengelola, melainkan seberapa cepat revitalisasi dapat diwujudkan dan kapan Bandung Zoo benar-benar kembali dibuka dengan standar kesejahteraan satwa, edukasi, dan pelayanan yang lebih baik.
Baca juga:
Mobilitas Komuter Meningkat, KAI Sesuaikan Jadwal LRT Jabodebek
"Pengelola baru sudah ada, satwa terus berkembang biak, pekerja tetap bertahan. Yang belum berkembang tampaknya hanya proses administrasinya."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BandungZoo #KotaBandung #KonservasiSatwa #WisataBandung #RevitalisasiBandungZoo
.jpg)
.jpg)