GalaPos ID, Jakarta.
Sayuran dikenal luas sebagai sumber nutrisi penting bagi tubuh. Namun, di tengah gempuran makanan cepat saji dan olahan, tak sedikit masyarakat yang justru mengabaikan konsumsi sayur dalam menu harian.
Alasan klasiknya adalah rasa sayur yang dianggap kurang lezat dibandingkan daging atau gorengan. Padahal, kekurangan asupan sayuran dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius.
"Malas makan sayur bukan sekadar soal selera. Kebiasaan ini diam-diam bisa memicu gangguan kesehatan fisik hingga mental yang kerap tak disadari."
Baca juga:
- Usai Dirut BEI Mundur, Tiga Pejabat OJK Ikut Lepas Jabatan
- Tragis! Perempuan Tertimpa TPT di Bogor Saat Hujan Deras
- Sungai Cipunagara Meluap, Ratusan Rumah di Subang Terendam
Gala Poin:
1. WHO merekomendasikan konsumsi sayur dan buah minimal 400 gram per hari.
2. Kurang makan sayur berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan sistem imun.
3. Edukasi pola makan seimbang penting untuk mencegah penyakit jangka panjang.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi sayur dan buah setidaknya 400 gram per hari. Angka ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan mencegah penyakit tidak menular.
Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, tubuh dapat menunjukkan sejumlah gejala yang kerap dianggap sepele, tetapi berdampak besar dalam jangka panjang. Dampak Kesehatan Akibat Kurang Makan Sayur
Mudah Cemas
Kurang konsumsi sayur ternyata tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga kesehatan mental. Tubuh yang kekurangan nutrisi dari sayur dan buah lebih rentan mengalami peradangan dan stres.
Sayuran mengandung asam folat yang berperan dalam merangsang produksi hormon dopamin, hormon yang berkontribusi pada rasa bahagia dan rileks. Kekurangan dopamin dapat meningkatkan risiko kecemasan, stres, dan gangguan suasana hati.
Baca juga:
Tiga Pria Ditangkap di Mentawai Saat Konsumsi Sabu di Kapal
Mudah Lelah
Rasa lelah tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur atau aktivitas berlebihan. Pakar kesehatan menyebut, kebiasaan jarang makan sayur dapat membuat tubuh kekurangan vitamin B dan asam folat. Kondisi ini menyebabkan tubuh cepat lelah dan, dalam beberapa kasus, dapat memicu anemia.
Perut Mudah Kembung
Meski beberapa jenis sayuran tertentu dapat memicu gas, kekurangan asupan sayur justru meningkatkan risiko perut kembung. Serat dalam sayuran berperan penting dalam melancarkan pencernaan dan mencegah penumpukan gas di saluran cerna.
Mudah Sakit
Sistem imun tubuh sangat bergantung pada asupan vitamin dan antioksidan yang banyak terdapat dalam sayuran. Jika konsumsi sayur rendah, kesehatan usus dapat terganggu dan keseimbangan bakteri baik menurun. Akibatnya, daya tahan tubuh melemah dan seseorang menjadi lebih rentan terhadap infeksi.
Sering Mengalami Gusi Berdarah
Gusi berdarah dapat menjadi tanda kurangnya asupan vitamin C. Kekurangan vitamin ini membuat gusi rentan mengalami pembengkakan, memar, hingga perdarahan. Untuk mencegahnya, sayuran seperti brokoli, bayam, kol, dan paprika dapat menjadi pilihan yang baik.
Berat Badan Sulit Turun
Kurangnya serat dari sayur dan buah membuat tubuh lebih cepat merasa lapar dan mendorong keinginan untuk ngemil makanan tidak sehat. Kondisi ini menyebabkan berat badan sulit turun dan berisiko meningkat.
Mudah Lupa
Otak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar dapat bekerja optimal. Kekurangan nutrisi dari sayuran dapat membuat fungsi kognitif menurun, sehingga seseorang menjadi mudah lupa dan sulit berkonsentrasi.
Kurang makan sayur bukan sekadar kebiasaan sepele, melainkan persoalan kesehatan publik yang perlu mendapat perhatian. Edukasi tentang pentingnya konsumsi sayur secara rutin menjadi langkah krusial untuk mencegah berbagai penyakit dan menjaga kualitas hidup masyarakat.
Baca juga:
Pasokan Terbatas, Harga Cabai di Mataram Merangkak Naik
"Malas makan sayur dapat memicu gangguan kesehatan fisik dan mental. Mulai dari mudah cemas hingga daya tahan tubuh menurun, ini dampaknya jika asupan sayur tidak tercukupi."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #GayaHidupSehat #Kesehatan #Nutrisi
.jpeg)
.jpeg)