GalaPos ID, Jakarta.
Di tengah sorotan publik terhadap berbagai program strategis nasional, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Pengakuan itu disampaikan saat menerima 15 perwakilan mahasiswa yang sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
"Dialog sudah berlangsung, kritik sudah diterima, kekurangan sudah diakui. Yang belum pasti adalah kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat."
Baca juga:
- Panel Surya Masuk Pesantren dan Sekolah, Generasi Hemat Energi Dimulai
- 83 Ribu Kopdes Merah Putih Terbentuk, Mampukah Putus Kemiskinan Desa?
- Jarang Makan Sayur, Tubuh Beri Tanda Ini
Gala Poin:
1. Wapres Gibran mengakui masih banyak kekurangan dalam berbagai program pemerintah dan menyatakan komitmen untuk melakukan perbaikan.
2. Mahasiswa menyampaikan kritik dan hasil kajian terkait MBG, Koperasi Desa Merah Putih, pendidikan, regulasi, dan pembangunan daerah tertinggal.
3. Pemerintah menjanjikan aspirasi mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi, sementara publik menunggu realisasi konkret dari hasil dialog tersebut.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan mahasiswa yang menyampaikan kritik, hasil kajian, serta sejumlah tuntutan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, sektor pendidikan, revisi regulasi, hingga pembangunan wilayah tertinggal.
Di hadapan para mahasiswa, Gibran menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih muncul dalam pelaksanaan program nasional.
“Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama,” tutur Wapres saat menerima dan berdialog langsung dengan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, dalam keterangannya, Senin, 15 Juni 2026.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah menyadari masih adanya pekerjaan rumah besar dalam sejumlah program yang selama ini menjadi prioritas nasional. Namun demikian, publik masih menunggu sejauh mana evaluasi tersebut akan diterjemahkan menjadi langkah konkret dan terukur.
Baca juga:
HGI Dukung Domino Jadi Olahraga Prestasi di Piala Walikota Surabaya 2026
“Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan,” ujar Wapres.
Ia juga menegaskan bahwa kritik dan evaluasi dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses perbaikan kebijakan publik.
“Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Gibran memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dan diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.
Dari sisi mahasiswa, Ketua Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, menilai Wapres menunjukkan keterbukaan dalam menerima berbagai masukan yang disampaikan.
“Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian, dia akan mengaudit dan mengkonsolidasi, dia akan memberitahukan kepada pimpinan lebih khusus Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya usai pertemuan.
Abdi juga mengapresiasi respons pemerintah selama audiensi berlangsung.
“Respon dari pihak-pihak tentunya Bapak Wakil Presiden, sangat baik,” katanya.
Menurutnya, berbagai tuntutan mahasiswa mendapat perhatian dan akan dicatat sebagai bahan evaluasi.
“Dia akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami,” imbuh Abdi.
Meski dialog berlangsung positif, tantangan terbesar tetap berada pada tahap implementasi. Publik kini menunggu apakah berbagai catatan kritis mahasiswa benar-benar berujung pada perbaikan kebijakan, atau hanya menjadi bagian dari daftar panjang aspirasi yang berhenti di meja birokrasi.
Baca juga:
Sembilan Bulan Masa Transisi, Bandung Zoo Akhirnya Punya Pengelola Baru
Baca juga:
Bungus Barat Kaya Potensi, Tetapi Infrastruktur Masih Rentan Bencana
"Saat mahasiswa membawa hasil kajian, pemerintah mengakui banyak kekurangan. Publik kini menunggu satu hal: perbaikan atau sekadar pencatatan?"
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #GibranRakabuming #MahasiswaKritis #KebijakanPublik #DemokrasiIndonesia #AspirasiMahasiswa

