GalaPos ID, Jakarta.
Di tengah rendahnya minat baca dan tantangan literasi yang masih menjadi pekerjaan rumah nasional, sebanyak 1.214 peserta dari berbagai daerah mengikuti Olimpiade Bahasa Indonesia Berbasis UKBI Tingkat Nasional 2026.
Kompetisi yang digelar secara daring ini menjadi sinyal meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pentingnya kemahiran berbahasa Indonesia yang terukur dan tersertifikasi.
"Ketika kolom komentar sering menjadi medan perang ejaan, ratusan pelajar dan mahasiswa justru bertarung lewat kompetisi kemahiran bahasa Indonesia tingkat nasional."
Baca juga:
- Dialog dengan Mahasiswa, Gibran Akui Masih Banyak PR dalam Program Pemerintah
- Panel Surya Masuk Pesantren dan Sekolah, Generasi Hemat Energi Dimulai
- 83 Ribu Kopdes Merah Putih Terbentuk, Mampukah Putus Kemiskinan Desa?
Gala Poin:
1. Sebanyak 1.214 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti Olimpiade Bahasa Indonesia Berbasis UKBI Tingkat Nasional 2026 secara daring.
2. Sebanyak 238 peserta lolos ke babak final sebelum akhirnya ditetapkan empat juara nasional dari kategori SMP, SMA, mahasiswa, dan umum.
3. Penyelenggara menilai UKBI akan semakin penting sebagai instrumen pengukuran kemahiran bahasa Indonesia yang relevan untuk pendidikan, beasiswa, dan dunia kerja.
Ajang yang diselenggarakan oleh Cmerlang.com tersebut mempertemukan peserta dari jenjang SMP, SMA, mahasiswa, hingga kategori umum. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) kepada masyarakat luas sebagai instrumen pengukuran kemampuan berbahasa Indonesia.
Di tengah derasnya penggunaan bahasa asing dan bahasa gaul di ruang digital, kompetisi ini mengusung misi memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sekaligus mendorong masyarakat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah kebahasaan yang berlaku.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Cmerlang.com. Kompetisi dimulai pada 12 Juni 2026, dilanjutkan dengan pembukaan dan technical meeting pada 13 Juni 2026 yang dihadiri perwakilan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Nur Azizah.
Baca juga:
Jarang Makan Sayur, Tubuh Beri Tanda Ini
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, para peraih juara pertama nasional adalah:
- Kategori SMP: Vicaqueen Kinverna Maizie Tiedi (Sumatera Selatan).
- Kategori SMA: David Derren Lexinata Agustinus (Jawa Timur).
- Kategori Mahasiswa: Hillary Will Yosevin (Riau).
- Kategori Umum: Zaranggi Raushan Rahbari (Jawa Barat).
Ketua Panitia Penyelenggara, M. Khaerul Rijal, menilai kompetisi ini memiliki arti penting dalam memperkenalkan UKBI kepada masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan masa depan terkait sertifikasi kemampuan bahasa Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan Olimpiade Bahasa Indonesia berbasis UKBI tingkat nasional pertama di Indonesia. Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai upaya untuk mempromosikan UKBI sebagai salah satu instrumen dalam menilai tingkat kemahiran berbahasa Indonesia masyarakat kita. Kami percaya bahwa kebutuhan akan sertifikasi kemahiran berbahasa Indonesia akan semakin meningkat mengingat kemampuan bahasa Indonesia kini menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam berbagai proses rekrutmen kerja maupun seleksi beasiswa. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin semangat belajar dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ujar M. Khaerul Rijal, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Selasa, 16 Juni 2026.
![]() |
| Penyelenggara menilai UKBI akan semakin penting sebagai instrumen pengukuran kemahiran bahasa Indonesia yang relevan untuk pendidikan, beasiswa, dan dunia kerja. Foto: istimewa |
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa UKBI mulai diposisikan tidak hanya sebagai alat ukur akademik, tetapi juga sebagai kompetensi yang berpotensi memiliki nilai tambah dalam dunia pendidikan dan ketenagakerjaan.
Antusiasme peserta juga tercermin dari berbagai respons positif yang muncul setelah kompetisi berakhir.
“Sangat senang dan bersyukur sekali menemukan kegiatan ini untuk mengisi waktu luang saya dengan aktivitas yang bermanfaat. Para panitia juga sangat baik dalam memberikan informasi dan mendedikasikan waktunya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Keysa Fauziya Nuraini.
Hal senada disampaikan peserta lainnya, Nayla Hana.
“Saya merasa Olimpiade Bahasa Indonesia Berbasis UKBI 2026 memberikan pengalaman yang menarik dan bermanfaat. Kompetisi ini menambah wawasan, melatih kemampuan berpikir, serta memotivasi saya untuk terus belajar dan berkembang,” tuturnya.
Baca juga:
HGI Dukung Domino Jadi Olahraga Prestasi di Piala Walikota Surabaya 2026
Meski demikian, tantangan terbesar bukan hanya menghadirkan kompetisi, melainkan memastikan kesadaran berbahasa Indonesia yang baik dan benar dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah dominasi konten digital yang semakin mengaburkan batas antara kreativitas dan kaidah bahasa.
Ke depan, penyelenggara berharap Olimpiade Bahasa Indonesia Berbasis UKBI dapat menjadi agenda tahunan yang menjangkau lebih banyak peserta sekaligus menjadi wadah pengembangan literasi kebahasaan bagi generasi muda Indonesia.
Baca juga:
Sembilan Bulan Masa Transisi, Bandung Zoo Akhirnya Punya Pengelola Baru
"Di era ketika "spill", "healing", dan "flexing" lebih populer daripada tata bahasa, 1.214 peserta justru memilih menguji kemampuan bahasa Indonesia secara resmi."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #UKBI2026 #OlimpiadeBahasaIndonesia #LiterasiNasional #BahasaIndonesia #PendidikanIndonesia
.jpg)
.jpg)