Bungus Barat Kaya Potensi, Tetapi Infrastruktur Masih Rentan Bencana

GalaPos ID, Padang.
Di saat Bungus Barat diproyeksikan sebagai kawasan unggulan perikanan, wisata bahari, dan sport tourism di Kota Padang, longsor yang kembali terjadi pada Minggu, 14 Juni 2026, justru memperlihatkan persoalan mendasar yang belum terselesaikan: kerentanan infrastruktur terhadap bencana alam.

Ketika Kawasan Strategis Bungus Kembali Dihentikan oleh Longsor
Longsor di Bungus Barat kembali menunjukkan kerentanan kawasan strategis perikanan dan wisata Kota Padang. Di balik potensi besar sektor maritim dan pariwisata, ancaman bencana masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

 

"Potensi ekonomi miliaran rupiah bisa berhenti mendadak ketika segumpal tanah memutus satu-satunya akses utama."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Bungus Barat merupakan kawasan strategis perikanan dan wisata Kota Padang.
2. Longsor kembali mengganggu akses utama menuju kawasan tersebut.
3. Publik menuntut pembangunan infrastruktur tangguh bencana yang sebanding dengan potensi ekonomi daerah.


Hujan lebat yang mengguyur kawasan Bungus Teluk Kabung pada Minggu sore menyebabkan longsor dan pohon tumbang di Jalan Padang–Painan KM 16. Akses utama menuju kawasan pesisir selatan itu lumpuh total, sementara satu unit mobil tertimbun material longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Benar telah terjadi longsor dan pohon tumbang akibat hujan lebat sore ini. Longsoran tersebut juga berdampak pada satu unit mobil jenis L300 dengan nomor polisi BA 8568 AAB yang sedang melintas," ujar Hendri Zulviton saat memberikan keterangan, Minggu, 14 Juni 2026.

Meski korban selamat, peristiwa tersebut kembali menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan rawan longsor tersebut.

Baca juga:
Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP dan TV, Simak Panduan Resmi TVRI dan FolaPlay

BPBD bersama tim gabungan hingga Minggu malam masih berupaya membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
 
"Saat ini anggota di lapangan di bawah komando Kalaksa dan Kabid KL tengah melakukan pembersihan material longsor secara manual terlebih dahulu, sembari menunggu bantuan alat berat," tambah Hendri, Minggu, 14 Juni 2026.

Di balik peristiwa itu, Bungus Barat sesungguhnya menyimpan nilai strategis yang sangat besar bagi Kota Padang dan Sumatra Barat.

Camat Bungus Teluk Kabung, Afridon, menjelaskan bahwa wilayah Bungus Barat memiliki potensi utama pada sektor perikanan tangkap skala industri, wisata bahari, serta pengembangan kawasan sport tourism.

Menurut Afridon, kawasan Bungus dikenal sebagai salah satu episentrum perikanan laut di Sumatra Barat dengan komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, tongkol, layur, dan tenggiri.

Kedekatan wilayah tersebut dengan Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus juga menjadikannya salah satu simpul penting aktivitas ekspor hasil laut dari Sumatra Barat.

Destinasi Wisata dan Perikanan Unggulan Padang Tersandera Ancaman Longsor
Di balik potensi besar sektor maritim dan pariwisata, ancaman bencana masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

 

Selain sektor perikanan, Bungus Barat memiliki daya tarik wisata berupa Pantai Bungus serta akses menuju sejumlah pulau wisata populer yang menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Namun, potensi besar tersebut terus berhadapan dengan ancaman klasik berupa longsor yang berulang setiap musim hujan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting bagi kepentingan publik: apakah pengembangan kawasan strategis sudah diiringi investasi yang memadai pada aspek mitigasi bencana dan ketahanan infrastruktur?

Sebab bagi masyarakat setempat, jalan Padang–Painan bukan sekadar jalur transportasi. Jalan tersebut merupakan penghubung aktivitas ekonomi, distribusi hasil perikanan, mobilitas wisatawan, hingga akses layanan dasar masyarakat.

Baca juga:
Dari Pedalaman Kalimantan ke Dunia Profesional, Perjalanan Inspiratif Nur Asfia

Ketika akses terputus akibat longsor, yang terdampak bukan hanya pengguna jalan yang terjebak, tetapi juga rantai ekonomi yang bergantung pada kelancaran konektivitas kawasan.

Longsor Minggu sore mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun pesan yang ditinggalkannya jauh lebih panjang: sebesar apa pun potensi daerah, pembangunan akan selalu rentan apabila mitigasi bencana tertinggal di belakang.

 

 

Baca juga:
Dari Cagar Budaya ke Canda Bahagia, Potret Humanis Dinas Kebudayaan Makassar

"Bungus dijual sebagai surga wisata dan perikanan. Sayangnya, longsor sering lebih cepat menyambut pengunjung dibanding papan promosi."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #LongsorPadang #BungusBarat #PadangPainan #MitigasiBencana #SumbarTerkini

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال