GalaPos ID, Tapanuli Utara.
Di tengah keterbatasan anggaran yang kerap menjadi hambatan klasik dalam pembinaan olahraga daerah, tim tinju Kabupaten Tapanuli Utara justru menunjukkan capaian impresif.
Dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2026 se-Sumatera Utara yang digelar di Berastagi, Kabupaten Karo, tim kecil ini berhasil membawa pulang tiga medali emas dan satu perak.
"Keterbatasan anggaran, atlet tinju Tapanuli Utara justru mencetak prestasi gemilang—apakah ini bukti ketangguhan, atau sinyal kurangnya perhatian terhadap pembinaan olahraga daerah?"
Baca juga:
- Aktivitas Gudang CPO Ilegal Picu Kekhawatiran Warga Petatal
- Skandal Kredit BPR Cirebon, Tiga Pejabat Tersangka Korupsi
- Novita Hardini Dorong Standarisasi Taman Safari untuk Daya Saing Dunia
Gala Poin:
1. Tim tinju Tapanuli Utara meraih 3 emas dan 1 perak di Kejurda Sumut 2026 dengan hanya 4 atlet.
2. Prestasi diraih di tengah keterbatasan anggaran pembinaan olahraga daerah.
3. Ada dorongan kuat agar pemerintah dan pemangku kebijakan meningkatkan dukungan terhadap atlet.
Prestasi tersebut diraih hanya dengan mengirimkan empat atlet. Rinciannya, Rejeky Manalu (kelas 54 kg) meraih emas, Daniel Limbong (kelas 60 kg) emas, Fitri Manalu (kelas 52 kg putri) emas, serta Alex Marbun (kelas 67 kg) meraih perak.
Pelatih Pertina Tapanuli Utara, Sopar Tobing, menyampaikan capaian ini pada Kamis, 16 April 2026, di Sasana Tinju Saroha, Tarutung. Ia menegaskan bahwa hasil tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti kerja keras di tengah keterbatasan.
“Dengan mengirimkan empat atlet, tim ini sukses membawa pulang tiga medali emas dan satu medali perak,” ujar Sopar Tobing, Kamis, 16 April 2026.
Ketua KONI Tapanuli Utara, Tulus Simajuntak, sebelumnya juga menyoroti kondisi minimnya anggaran yang dihadapi para atlet. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat bertanding.
“Dengan kondisi dana yang sangat minim, para atlet tetap menunjukkan dedikasi, disiplin, dan semangat juang tinggi untuk mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Baca juga:
Kasus FH UI Viral, JPPI Sebut Kekerasan Pendidikan Sudah Sistemik
Namun di balik apresiasi, muncul pertanyaan kritis: sampai kapan prestasi atlet daerah bergantung pada semangat semata tanpa dukungan sistem yang memadai?
Baca juga:
Skandal FH UI, Dugaan Pelecehan Seksual Picu Desakan DO
Sopar Tobing berharap capaian ini dapat menjadi alarm bagi para pemangku kebijakan untuk lebih serius memperhatikan pembinaan olahraga, khususnya tinju di Tapanuli Utara.
“Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk memberikan dukungan lebih besar ke depan, sehingga pembinaan atlet tinju di Tapanuli Utara dapat terus berkembang dan mencetak prestasi yang lebih tinggi di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Dalam perspektif kepentingan publik, keberhasilan ini bukan hanya cerita kemenangan, tetapi juga cermin dari ketimpangan pembinaan olahraga daerah. Ketika prestasi tetap lahir di tengah keterbatasan, hal itu sekaligus menegaskan adanya potensi besar yang belum sepenuhnya didukung secara optimal.
Penulis: Harapan Sagala
Terdaftar di Dewan Pers sebagai Wartawan Muda, wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara.
Email:harapansagala01@gmail.com
Baca juga:
Minim Arsip, Mahasiswa KKN Unhas Andalkan Sejarah Lisan Desa Wanio
"Tim tinju Kabupaten Tapanuli Utara meraih tiga medali emas dan satu perak di Kejurda Sumatera Utara 2026 di Berastagi, meski menghadapi keterbatasan anggaran. Prestasi ini memunculkan harapan sekaligus kritik atas minimnya dukungan pembinaan atlet daerah."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #OlahragaDaerah #TinjuIndonesia #PrestasiAtlet #KejurdaSumut
