GalaPos ID, NTB.
UMKM jamu herbal di Indonesia memproduksi berbagai minuman tradisional berbahan alami seperti kunyit asam, beras kencur, dan temulawak, seringkali dalam bentuk serbuk instan atau jamu botolan.
Beberapa UMKM, seperti Makaaruien di Manado dan Liwut Sari di Manggarai Timur, mulai berkembang dengan inovasi pengemasan dan penggunaan alat kristalisasi untuk meningkatkan kualitas serta jangkauan pasar.
"UMKM jamu herbal Indonesia kini mulai mengadopsi inovasi pengemasan dan digital marketing untuk menembus pasar lokal dan global, tetapi tantangan modal, regulasi, dan kualitas masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi produsen skala kecil."
Baca juga:
- Manfaatkan Pekarangan dan Galon Bekas, Mahasiswa UNHAS Dorong Aquaponik
- GP Ansor: Kedudukan Polri di Bawah Presiden Sesuai Konstitusi
- Harga Cabai Dua Kali Lipat, DPR: Jangan Jadi Beban Rutin Ramadan
Gala Poin:
1. UMKM jamu herbal Indonesia mulai go digital dan inovatif untuk pasar lokal dan global
2. Modal, pengemasan, dan regulasi masih menjadi tantangan besar bagi produsen kecil
3. Edukasi konsumen dan kepatuhan terhadap BPOM menjadi kunci keamanan produk
Yusima Barokah, pengusaha jamu herbal dari Lombok Tengah, menunjukkan bahwa produk jamu tradisional bisa menjadi bisnis yang menjanjikan.
Jamu kunyit asam racikannya dipercaya menyehatkan, dan permintaan konsisten membuat ia optimistis mengembangkan usaha.
Aspek utama pengembangan jamu herbal UMKM meliputi:
- Jenis Produk: Jamu kunyit asam, beras kencur, temulawak, serbuk instan jahe, dan ramuan tradisional lainnya.
- Inovasi: Penggunaan alat kristalisasi, kemasan botol modern, dan pemasaran digital.
- Kualitas & Regulasi: Pentingnya Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) atau Izin Edar BPOM untuk menjamin keamanan dan mutu produk.
- Potensi: Menjadi penggerak ekonomi mikro dengan pasar yang luas hingga ke luar negeri.
Baca juga:
Cek Endra Soroti Lemahnya Pencegahan Lingkungan di Wilayah Rawan Bencana
Beberapa contoh UMKM dan produk jamu herbal yang mulai menembus pasar lokal dan nasional antara lain:
- Sari Temulawak (UMKM Liwut Sari, Manggarai Timur): Memproduksi sari temulawak, sari jahe merah, kunyit asam, dan beras kencur menggunakan bahan baku sendiri.
- Jamu Herbal Asam Urat (MURSIDA KAMAL): Produk spesifik untuk membantu mengatasi asam urat, tersedia di platform PaDi UMKM.
- Minuman Herbal Imunitas (UMKM Jakarta): Memadukan 14 rempah lokal, menargetkan peningkatan daya tahan tubuh.
- Jamu Namira Shop 07 (Tangerang): Minuman herbal yang diklaim memiliki banyak khasiat kesehatan.
- Suwe Ora Jamu Kunyit Jahe: Meski kini menjadi merek lebih besar, produk ini tetap populer di daftar jamu tradisional Indonesia.
![]() |
| Seorang ibu rumah tangga asal Lombok Tengah, NTB, Yusima Barokah, sukses mengembangkan usaha jamu kunyit asam skala rumahan yang kini diminati pasar lokal. |
Meski memiliki potensi besar, UMKM jamu herbal menghadapi tantangan terkait modal, kemasan, dan pemasaran. Dukungan pemerintah melalui pelatihan, kolaborasi dengan industri besar, serta regulasi yang jelas menjadi kunci keberlanjutan.
Tips memilih jamu herbal UMKM yang aman meliputi:
- Periksa izin edar BPOM
- Klaim khasiat berdasarkan data empiris atau tradisi
- Perhatikan pengemasan dan label
- Kenali bahan baku lokal dan alami
Baca juga:
Kembung hingga Sakit Kepala, Efek Garam yang Sering Diabaikan
"UMKM jamu herbal Indonesia mulai memanfaatkan inovasi kemasan dan pemasaran digital. Produk seperti kunyit asam, temulawak, dan beras kencur punya potensi besar, namun keterbatasan modal dan regulasi menjadi tantangan utama."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #UMKMIndonesia #JamuHerbal #InovasiUMKM
.jpeg)
.jpeg)