Manfaatkan Pekarangan dan Galon Bekas, Mahasiswa UNHAS Dorong Aquaponik

GalaPos ID, Sulsel.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar sosialisasi pembuatan aquaponik sederhana berbasis Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT) di Kelurahan Toddang Pulu, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis, 22 Januari 2026.
Kegiatan ini menyasar pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal dan berkelanjutan.

Aquaponik Berbasis PHPT, Solusi Ketahanan Pangan dari Mahasiswa UNHAS

"Ketika lahan pekarangan semakin sempit dan harga pangan tak menentu, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin menawarkan solusi sederhana: aquaponik berbasis Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHPT) yang murah, ramah lingkungan, dan bisa diterapkan dari rumah."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Mahasiswa KKN-T 115 UNHAS memperkenalkan aquaponik sederhana berbasis PHPT sebagai solusi pertanian pekarangan.
2. Sistem aquaponik dinilai hemat lahan, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.
3. Program ini berpotensi mendukung ketahanan pangan dan membuka peluang usaha pertanian berkelanjutan di desa.


Program tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T 115 UNHAS, Yusuf, Ririn, dan Dwiyana bersama tim. Mereka memberikan edukasi kepada warga mengenai sistem budidaya aquaponik yang sederhana, ekonomis, serta ramah lingkungan, sehingga dapat diterapkan di tingkat rumah tangga dengan keterbatasan lahan.

Dalam pemaparan materi, mahasiswa menjelaskan pengertian aquaponik, prinsip kerja sistem, serta manfaatnya dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.

Aquaponik dijelaskan sebagai metode budidaya yang mengintegrasikan pemeliharaan ikan dan tanaman dalam satu sistem tertutup.

Air dari kolam ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air bagi ikan.

Baca juga:
Tambora dan Ancaman Kejahatan Jalanan yang Tak Kunjung Reda

Mahasiswa juga memperkenalkan berbagai alat dan bahan yang mudah dijangkau masyarakat, seperti galon bekas, kain flanel sebagai sumbu penyerapan air, media tanam, benih tanaman, air, ikan, serta pakan ikan.
 
Setelah pemaparan teori, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan aquaponik, mulai dari perakitan wadah hingga proses penanaman.
 
Respons masyarakat terlihat cukup tinggi. Warga aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait jenis tanaman yang cocok, teknik perawatan tanaman, serta cara pemeliharaan ikan agar sistem tetap berjalan optimal dalam skala rumah tangga.

Salah satu kader ILP Pustu Kelurahan Toddang Pulu, Adila, mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Sosialisasi aquaponik ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat tentang cara memanfaatkan barang bekas dan lahan pekarangan yang terbatas untuk kegiatan pertanian sederhana di rumah,” ujarnya.

Mahasiswa KKN-T UNHAS Edukasi Aquaponik Sederhana Berbasis PHPT di Sidrap

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 115 UNHAS berharap aquaponik sederhana berbasis PHPT dapat dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.

Sistem ini dinilai efisien, hemat lahan, serta memiliki potensi nilai ekonomis. Ke depan, program tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang usaha pertanian berkelanjutan di tingkat desa.

 

Baca juga:
Mitos dan Fakta Daging Kambing bagi Kesehatan

"Mahasiswa KKN-T 115 UNHAS menggelar sosialisasi aquaponik sederhana berbasis PHPT di Kelurahan Toddang Pulu, Sidrap. Program ini mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KKN #UNHAS #AquaponikDesa

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال