Puluhan Ribu Warga Terdampak, Bendungan Riam Kiwa Kembali Didorong

GalaPos ID, Kalsel.
Banjir yang kembali melanda Kabupaten Banjar tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menegaskan urgensi penanganan struktural yang selama ini dinantikan.
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Banjar per 12 Januari 2026 pukul 16.00 WITA mencatat, banjir merendam sembilan kecamatan dengan total 118 desa dan kelurahan terdampak.

Banjir Rendam 9 Kecamatan, Pemprov Kalsel Fokus Bendungan Riam Kiwa

"Puluhan ribu warga terdampak banjir, pemerintah kembali menggantungkan harapan pada proyek Bendungan Riam Kiwa."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Banjir merendam 9 kecamatan dan berdampak pada 140 ribu jiwa.
2. Pemerintah menilai Bendungan Riam Kiwa solusi vital pengendalian banjir.
3. Proyek ditargetkan rampung 2027, publik menunggu realisasi nyata.


Skala dampak tergolong masif. Sebanyak 34.218 rumah tercatat terdampak, dengan 8.721 di antaranya terendam air. Kondisi ini memengaruhi 47.910 Kepala Keluarga atau setara dengan 140.038 jiwa yang aktivitas hariannya terganggu akibat genangan banjir.

Situasi berulang ini mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menyoroti percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menegaskan pentingnya proyek tersebut sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir.

Pernyataan itu disampaikannya di sela kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru.

“Dengan kedatangan Menteri PU, kita berharap progres Riam Kiwa bisa terlihat lebih cepat, sehingga dapat membantu mengatasi banjir hingga 70 persen,” ungkap Syarifuddin, Senin, 12 Januari 2026.

Baca juga:
Beniyanto Tamoreka: Disiplin Eksekusi Dongkrak Kinerja Hulu Migas Nasional

Menurutnya, Bendungan Riam Kiwa memiliki peran strategis dalam sistem pengendalian air, khususnya untuk melindungi kawasan perkotaan dari ancaman banjir rutin. Pemerintah Provinsi menargetkan proyek ini rampung sepenuhnya pada 2027.

“Insyaallah dua tahun ke depan sudah selesai. Kondisinya sekarang sudah mulai berjalan dan mudah-mudahan ke depan semakin baik,” jelasnya.

Meski optimisme disampaikan, masyarakat masih menanti realisasi konkret dari proyek strategis tersebut. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap penyelesaian Bendungan Riam Kiwa mampu memberikan dampak nyata serta rasa aman bagi warga Kabupaten Banjar dan wilayah sekitarnya dari ancaman banjir yang terus berulang.
Ancaman Banjir Tak Usai, Infrastruktur Jadi Tumpuan Harapan Warga Banjar

Banjir yang telah berlangsung selama tiga pekan terakhir di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar mulai memunculkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Pada Senin, 12 Januari 2026, ratusan warga dilaporkan terserang berbagai penyakit yang berkaitan langsung dengan genangan air dan lingkungan yang tercemar.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat, penyakit yang paling banyak dialami warga akibat banjir meliputi infeksi kulit seperti kutu air, diare, hingga penyakit yang berpotensi berasal dari paparan air tercemar kencing tikus. Wilayah terdampak cukup luas, mencakup Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, serta Sungai Tabuk.

“Dampak banjir mulai memicu peningkatan berbagai penyakit di masyarakat, terutama infeksi kulit seperti kutu air dan penyakit kulit berbasis bakteri yang ditandai ruam merah hingga berair, baik pada anak-anak maupun orang dewasa,” jelas Widya Wiri Utami. 

 

 

Baca juga:
80 Tahun Terisolasi, Jalan Tering–Ujoh Bilang Akhirnya Tersambung

"Puluhan ribu warga terdampak banjir di Kabupaten Banjar. Pemprov Kalsel kembali mendorong percepatan Bendungan Riam Kiwa sebagai solusi pengendalian banjir."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BendunganRiamKiwa #BanjirKalsel #InfrastrukturPublik

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال