GalaPos ID, Lampung Timur.
Ratusan hektare sawah milik warga di Desa Sumur Kucing, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, terendam banjir akibat luapan Sungai Way Sekampung.
Banjir yang berlangsung lebih dari sepekan ini melumpuhkan aktivitas pertanian dan menyebabkan kerugian besar bagi petani setempat.
"Banjir lebih dari sepekan di Pasir Sakti tak hanya merendam sawah, tetapi juga mengancam keberlanjutan hidup ratusan petani."
Baca juga:
- Bau Sampah dan Lesunya Dagang di Pasar Caringin Bandung
- Arweave, Permaweb, dan Tantangan Likuiditas Pasar Kripto
- Curve Finance & CRV: Menghubungkan Trader dan LP Stablecoin
Gala Poin:
1. Banjir merendam ratusan hektare sawah menjelang panen.
2. Petani terpaksa panen dini dengan kualitas padi menurun.
3. Kerugian petani ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter merendam tanaman padi yang sebagian besar telah memasuki masa menjelang panen.
Akibat genangan berkepanjangan, tanaman padi berangsur layu bahkan membusuk. Kondisi tersebut memaksa petani mengambil langkah darurat dengan melakukan panen lebih awal dari jadwal semestinya.
Salah seorang petani terdampak, Ardi, mengungkapkan bahwa panen dini menjadi pilihan terakhir agar kerugian tidak semakin membesar. Namun, panen dalam kondisi terendam banjir membuat kualitas padi menurun tajam.
“Kalau tidak dipanen sekarang, padi bisa habis busuk. Tapi hasilnya juga jauh dari harapan, karena padi yang dipanen harganya dipotong hingga sekitar 20 persen,” ujar Ardi.
Baca juga:
Krisis Kesehatan Muncul Seiring Banjir Berkepanjangan di Banjar
Selain kehilangan potensi hasil panen, petani juga harus menanggung biaya produksi yang telah dikeluarkan sejak awal musim tanam, mulai dari biaya olah lahan, pembelian benih, pupuk, hingga perawatan tanaman.
Akumulasi kerugian di wilayah tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Banjir yang berulang ini memperlihatkan kerentanan sektor pertanian terhadap persoalan lingkungan yang belum tertangani secara menyeluruh, sementara petani menjadi pihak paling terdampak tanpa kepastian perlindungan yang memadai.
Banjir yang merendam ratusan hektare sawah di Desa Sumur Kucing, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, memunculkan kembali sorotan terhadap kondisi Sungai Way Sekampung.
Warga menduga banjir terjadi akibat pendangkalan sungai yang selama ini menjadi jalur utama pembuangan air hujan di wilayah tersebut.
Luapan air sungai menggenangi area persawahan dengan ketinggian lebih dari satu meter. Endapan lumpur dan tumbuhan liar yang memenuhi badan sungai dinilai menghambat aliran air, sehingga hujan dengan intensitas tinggi langsung memicu banjir dan merendam lahan pertanian warga.
Baca juga:
Dampak Banjir, Hampir Seribu Sekolah Terdampak di Kalsel
"Ratusan hektare sawah di Pasir Sakti, Lampung Timur, terendam banjir lebih dari sepekan. Petani terpaksa panen dini dan menanggung kerugian ratusan juta rupiah."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Banjir #Lampung #WaySekampung
.jpeg)
.jpeg)