GalaPos ID, Jakarta.
Capaian lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional sepanjang 2025 yang berhasil melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendapat perhatian serius dari parlemen.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, menilai pencapaian tersebut mencerminkan penguatan nyata dalam eksekusi kebijakan sektor hulu migas nasional.
"Di tengah tantangan lapangan migas tua dan tekanan dinamika energi global, capaian lifting migas nasional justru melampaui target APBN 2025. DPR menilai keberhasilan ini bukan kebetulan, melainkan buah dari disiplin eksekusi kebijakan yang semakin menguat di sektor hulu migas."
Baca juga:
- Pisang Goreng Nasional, UMKM Pelajar Jombang Beromzet Jutaan
- Lansia 78 Tahun Hilang di Hutan Pekuncen, SAR Banyumas Diterjunkan
- Prediksi Harga HBAR 2026–2030: Peluang Besar, Risiko Tak Kecil
Gala Poin:
1. Lifting migas nasional 2025 berhasil melampaui target APBN.
2. DPR menilai penguatan disiplin eksekusi kebijakan sebagai faktor kunci keberhasilan.
3. Konsistensi kebijakan dan pengawasan dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Menurut Beniyanto, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan energi pemerintah tidak berhenti pada tataran perencanaan, melainkan dijalankan secara konsisten hingga tingkat operasional. Hal ini menjadi krusial, terutama di tengah tantangan teknis lapangan migas yang semakin tua dan kompleks.
Ia menegaskan, di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat penguatan pengendalian pelaksanaan kebijakan yang berdampak langsung terhadap percepatan penyelesaian berbagai kendala teknis maupun administratif di lapangan.
“Capaian lifting migas yang melampaui target APBN menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan tidak hanya dirumuskan dengan baik, tetapi juga dieksekusi secara disiplin di lapangan. Ini menjadi indikator penting membaiknya kinerja sektor hulu migas nasional,” ujar Beniyanto, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Senin, 12 Januari 2026.
Baca juga:
Harmony (ONE): Teknologi Kuat, Pasar Lemah 2026
Lebih lanjut, Beniyanto menjelaskan bahwa peningkatan intensitas koordinasi antara Kementerian ESDM, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), serta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) memiliki peran signifikan dalam menjaga kinerja produksi.
Koordinasi tersebut memastikan kegiatan operasi, perawatan, hingga pengembangan lapangan berjalan sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan. Dari perspektif strategis, capaian lifting migas dinilai memberikan sinyal positif bagi kesinambungan pasokan energi nasional.
Di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi harga energi, konsistensi eksekusi kebijakan menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas produksi migas dalam negeri. Namun demikian, Beniyanto mengingatkan bahwa keberhasilan ini tidak boleh membuat pemerintah dan pemangku kepentingan lengah.
Sektor energi dan sumber daya mineral memiliki peran vital dalam menopang pembangunan nasional, sehingga keberhasilan di sektor hulu migas harus diiringi dengan kesinambungan kebijakan serta penguatan fungsi pengawasan.
Ia menegaskan bahwa capaian lifting migas 2025 dapat menjadi pijakan penting untuk mendorong kinerja sektor hulu migas ke depan.
“Dengan disiplin eksekusi yang semakin kuat serta kepemimpinan yang solid di Kementerian ESDM, kami optimistis sektor hulu migas nasional dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” pungkas legislator asal daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu.
Baca juga:
Curve DAO Token: Prediksi dan Risiko Harga CRV
"Anggota Komisi XII DPR RI menilai keberhasilan lifting migas 2025 yang melampaui target APBN mencerminkan penguatan disiplin eksekusi kebijakan di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #HuluMigas #BeniyantoTamoreka #ESDM

