Inovasi Selai Nanas, Strategi Mahasiswa KKN-T Unhas Dorong Ekonomi Lokal

GalaPos ID, Maros.
Melimpahnya produksi nanas di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Komoditas tersebut selama ini lebih banyak dijual dan dikonsumsi dalam bentuk buah segar, sehingga nilai jualnya relatif rendah dan rentan rusak akibat masa simpan yang singkat.

Nanas Melimpah, Nilai Rendah: Mahasiswa KKN-T Unhas Tawarkan Solusi Pengolahan
Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin mengolah nanas menjadi selai di Desa Purnakarya, Maros, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan masa simpan komoditas lokal. Foto: istimewa

"Komoditas melimpah tak selalu berarti sejahtera. Di Desa Purnakarya, nanas yang selama ini murah dan cepat rusak mulai diolah menjadi selai untuk membuka peluang ekonomi baru."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Nanas di Desa Purnakarya selama ini memiliki nilai jual rendah karena hanya dijual sebagai buah segar.
2. Mahasiswa KKN-T Unhas memperkenalkan pengolahan selai nanas sebagai solusi peningkatan nilai tambah dan masa simpan.
3. Program dinilai membuka peluang usaha rumah tangga, namun membutuhkan keberlanjutan dan dukungan lanjutan.


Kondisi tersebut mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin, Reynold Novander Rama, untuk memperkenalkan pengolahan nanas menjadi selai sebagai alternatif peningkatan nilai tambah komoditas lokal. Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan selai nanas dilaksanakan di Kantor Desa Purnakarya, Kamis, 22 Januari 2026.

Program kerja individu ini dihadiri Sekretaris Desa Purnakarya, pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT), pengurus PKK Desa Purnakarya, Karang Taruna, serta penyuluh pertanian tingkat kecamatan dan desa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap upaya diversifikasi produk pertanian berbasis potensi lokal.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan demonstrasi langsung tahapan pembuatan selai nanas, mulai dari persiapan bahan hingga proses pengolahan. Selain praktik, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai peluang usaha olahan nanas, termasuk pentingnya pengolahan hasil pertanian untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Baca juga:
Cegah Kanker Payudara untuk Perempuan Indonesia

Selama ini, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan hasil pertanian menjadi salah satu faktor penghambat berkembangnya usaha rumah tangga di pedesaan.

Padahal, nanas merupakan komoditas yang mudah diolah dan memiliki pasar yang cukup luas, baik sebagai pelengkap roti maupun bahan isian kue seperti nastar. Reynold Novander Rama menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka perspektif baru bagi masyarakat desa.

“Kami ingin membuka cara pandang baru masyarakat bahwa nanas bukan hanya untuk dikonsumsi segar, tetapi bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang berkelanjutan dan berpotensi meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Pengolahan selai nanas dinilai praktis dan memungkinkan untuk dikembangkan sebagai usaha rumah tangga berbasis potensi lokal.

Dari Buah Segar ke Produk Olahan, Upaya KKN-T Unhas Tingkatkan Nilai Nanas di Maros
Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin mengolah nanas menjadi selai di Desa Purnakarya, Maros, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan masa simpan komoditas lokal. Foto: istimewa

 

Apresiasi juga datang dari pemerintah desa dan unsur PKK. Ketua Penggerak PKK Desa Purnakarya, Hasbiah Ratu, menilai program tersebut memiliki dampak strategis bagi masyarakat.

“Program ini sangat positif karena tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis potensi lokal yang dapat menunjang perekonomian warga,” ungkapnya.

Meski demikian, tantangan keberlanjutan tetap menjadi catatan penting. Tanpa pendampingan lanjutan, akses pasar, dan penguatan kelembagaan usaha, inovasi pengolahan berisiko berhenti pada tahap sosialisasi semata.

Melalui program KKN-T ini, mahasiswa Universitas Hasanuddin berharap masyarakat dapat terus mengembangkan potensi nanas secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga komoditas lokal tidak lagi sekadar melimpah, tetapi juga bernilai ekonomi.

 

 

Baca juga:
Hindari Bakteri, Simpan Sisa Makanan dengan Benar

"Inovasi selai nanas diperkenalkan mahasiswa KKN-T Unhas di Maros untuk membuka peluang usaha rumah tangga berbasis potensi pertanian desa."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KKNUnhas #InovasiDesa #EkonomiLokal

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال