Paparan Gadget Berlebih, Kesehatan dan Mental Anak Terancam

GalaPos ID, Bandung.
Meski gadget menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, dampaknya terhadap kesehatan anak semakin menjadi perhatian serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menetapkan kecanduan game sebagai salah satu bentuk gangguan mental.
Kondisi ini kerap terjadi ketika anak larut dalam permainan hingga kehilangan kendali atas waktu dan aktivitas lain.

Anak Kecanduan Gadget, Risiko Kesehatan yang Tak Bisa Diabaikan
Foto ilustrasi anak-anak bermain gadget

"Gadget memang memudahkan hidup, tetapi di tangan anak-anak, paparan berlebihan justru bisa memicu gangguan kesehatan fisik, mental, hingga perkembangan otak yang serius."

Baca juga:

Gala Poin:
1. WHO menetapkan kecanduan game sebagai gangguan mental yang rentan menyerang anak.
2. Gadget berlebihan berdampak pada kesehatan mata, mental, tidur, hingga kemampuan kognitif.
3.Pembatasan waktu layar dan aktivitas fisik menjadi kunci pencegahan.


Anak yang kecanduan gadget cenderung mengabaikan kewajiban belajar dan menarik diri dari lingkungan sosial. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memengaruhi perkembangan otak, kondisi mental, hingga kesehatan fisik. Salah satu dampak awal yang kerap muncul adalah menurunnya daya ingat.

Penggunaan gadget berlebihan diketahui dapat mengganggu fungsi memori anak, meski pada awalnya terlihat membuat anak lebih tenang. Dari sisi kesehatan mata, penggunaan gadget setiap hari memicu kontraksi otot siliaris atau akomodasi berlebihan.

Kondisi ini meningkatkan risiko mata minus, terutama pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Paparan cahaya biru dari layar juga menjadi perhatian karena mampu menembus retina dan diduga berdampak buruk bagi kesehatan mata jangka panjang.

Penelitian menunjukkan, mata anak menyerap sinar biru lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Dampak gadget tidak berhenti pada fisik. Paparan berlebihan juga dikaitkan dengan munculnya gangguan mental seperti kesepian, depresi, kecemasan, serta perubahan suasana hati.

Baca juga:
Dari Batu Bara ke Bareskrim, Rekam Jejak Jose DC Fernandes 


Anak yang menghabiskan waktu tujuh jam atau lebih di depan gadget dilaporkan memiliki emosi yang tidak stabil. Bahkan, paparan berlebih disebut berpotensi meningkatkan risiko autisme dan ADHD.

Waktu tidur anak juga kerap terganggu akibat penggunaan gadget. Kurangnya waktu istirahat berdampak pada kemampuan fokus dan menyebabkan anak mudah mengantuk di siang hari. Padahal, tidur yang cukup merupakan fondasi penting dalam tumbuh kembang anak.

Selain itu, gadget dapat memicu perilaku agresif, terutama jika anak terpapar konten kekerasan. Sifat agresif juga bisa muncul saat orang tua mencoba membatasi penggunaan gadget, yang kemudian memengaruhi kemampuan anak dalam mengendalikan emosi.

Dari sisi perkembangan motorik, anak yang terlalu sering menggunakan gadget kehilangan kesempatan untuk mengasah kemampuan psikomotorik. Minimnya aktivitas fisik tidak hanya menghambat perkembangan otak kanan, tetapi juga keterampilan sosial karena anak lebih terbiasa bermain sendiri.

Dampak lanjutan dari kurangnya aktivitas fisik adalah obesitas. Waktu layar yang berlebihan membatasi gerak anak dan meningkatkan risiko kelebihan berat badan.

11 Bahaya Gadget bagi Anak, Munculnya Masalah Fisik hingga Mental
Aktivitas positif: 12 dalang cilik dari seluruh kapanewon di Kulon Progo tampil bersama dalam pementasan wayang kulit massal untuk menyuarakan pesan perdamaian, Kamis, 4 September 2025. Foto: istimewa

 

Tak kalah mengkhawatirkan, penggunaan gadget lebih dari dua jam per hari dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif. Anak cenderung lebih memilih hiburan digital dibanding belajar, sehingga prestasi akademik berpotensi menurun.

Anak juga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenali dan menyesuaikan diri dengan aktivitas baru. Kebiasaan jarang berolahraga akibat kecanduan gadget turut memperburuk kondisi ini. Padahal, aktivitas fisik terbukti berkontribusi pada kesehatan otak dan prestasi akademik anak.

Risiko terakhir yang juga patut diperhatikan adalah paparan radiasi gadget. Meski kaitannya dengan kanker masih memerlukan penelitian lanjutan, pembatasan penggunaan gadget tetap menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan, terutama pada anak-anak.

Baca juga:
TVRI Pastikan Siaran Piala Dunia 2026 Gratis


Salah satu langkah sederhana adalah menghentikan penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur dan memperbanyak aktivitas luar ruangan.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

 

 

Baca juga:
Masyarakat Tonton Piala Dunia 2026 Gratis, Saleh Daulay: Momentum TVRI

"Penggunaan gadget berlebihan pada anak berisiko memicu gangguan mental, penurunan kognitif, masalah mata, hingga obesitas. Orang tua perlu waspada dan membatasi durasi layar."

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #BahayaGadget #KesehatanAnak #LiterasiDigital

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال