GalaPos ID, Jakarta.
Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa penanganan pascabencana harus dimaknai sebagai proses pemulihan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Menurutnya, fokus pemulihan tidak boleh berhenti pada pembangunan kembali infrastruktur fisik, tetapi juga harus mencakup aspek sosial, ekonomi, serta pemulihan martabat masyarakat terdampak.
![]() |
| Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian. Foto: istimewa |
"Pemulihan pascabencana tak cukup membangun kembali bangunan yang runtuh. Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan, pemulihan harus menyentuh martabat, ekonomi, dan ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan."
Baca juga:
- Dari Batu Bara ke Bareskrim, Rekam Jejak Jose DC Fernandes
- TVRI Pastikan Siaran Piala Dunia 2026 Gratis
- Masyarakat Tonton Piala Dunia 2026 Gratis, Saleh Daulay: Momentum TVRI
Gala Poin:
1. Tenaga padat karya mendorong masyarakat menjadi pelaku utama pemulihan pascabencana.
2. Perguruan tinggi berperan strategis dalam asesmen, pelatihan, dan pemulihan psikososial.
3. BRIN memastikan pemulihan berbasis riset, data, dan inovasi yang berkelanjutan.
“Pendekatan tenaga padat karya menjadi strategi penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama dalam proses pemulihan,” ujar Hetifah, dalam keterangan yang diterima GalaPos ID, Rabu, 31 Desember 2025.
Ia menilai, skema tenaga padat karya memberikan ruang bagi warga terdampak untuk terlibat langsung dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayahnya. Selain memperoleh penghasilan di tengah situasi sulit, masyarakat juga dapat menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap proses pembangunan kembali.
Pendekatan tersebut, lanjut Hetifah, secara tidak langsung memperkuat solidaritas sosial dan mendorong pemulihan yang lebih berkeadilan. Masyarakat tidak diposisikan sebagai objek bantuan semata, melainkan subjek utama dalam membangun kembali kehidupannya.
Baca juga:
Durian, Lezat Tapi Berisiko untuk Bayi dan Balita
Dalam konteks pemulihan pascabencana, Hetifah juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Kampus dinilai memiliki kapasitas akademik dan sumber daya manusia yang dapat berkontribusi nyata, mulai dari asesmen kebutuhan dan risiko bencana, perencanaan pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan, hingga pelatihan keterampilan bagi masyarakat terdampak.
“Keterlibatan dosen dan mahasiswa melalui pengabdian kepada masyarakat menjadikan perguruan tinggi hadir langsung di tengah masyarakat saat dibutuhkan,” tambahnya.
Selain aspek teknis, perguruan tinggi juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan psikososial masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang terdampak langsung oleh bencana.
Baca juga:
GEMARI Optimis KPK Bongkar Dugaan Mega Korupsi SF Hariyanto
Lebih jauh, Hetifah menyoroti peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai mitra strategis Komisi X DPR RI. Menurutnya, BRIN memegang posisi krusial untuk memastikan seluruh proses pemulihan pascabencana berbasis riset, data, dan inovasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
BRIN dapat mendukung pengembangan teknologi tepat guna, pemetaan risiko bencana, sistem peringatan dini, serta model pembangunan adaptif yang sesuai dengan karakteristik wilayah terdampak. Namun, Hetifah menegaskan bahwa hasil riset tidak boleh berhenti di tataran akademik semata.
Ia menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam pengambilan kebijakan dan praktik pembangunan.
Baca juga:
Manfaat dan Resiko Konsumsi Telur Ikan bagi Kesehatan
“Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan BRIN, penanganan pascabencana tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi momentum membangun ketangguhan jangka panjang serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.
Komisi X DPR RI, lanjut Hetifah, mendorong agar kolaborasi lintas sektor ini dilembagakan dalam kebijakan penanganan bencana nasional. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem pemulihan yang terintegrasi, berkeadilan, dan berorientasi pada keberlanjutan, bukan sekadar respons darurat jangka pendek.
Baca juga:
Taufik Arahman Dorong Aspirasi Infrastruktur Lewat Paripurna DPRD
"Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menekankan pentingnya tenaga padat karya, peran perguruan tinggi, dan BRIN dalam pemulihan pascabencana yang berkelanjutan dan berkeadilan."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Pemulihan #Pascabencana #Riset
