GalaPos ID, Jakarta.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh BPI Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyoroti kualitas bangunan, khususnya penggunaan atap seng yang dinilai berdampak pada kenyamanan penghuni.
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden) |
"Ketika Presiden Prabowo Subianto meninjau hunian sementara korban bencana di Aceh Tamiang, sorotan publik tak hanya tertuju pada kehadiran negara, tetapi juga pada detail sederhana: atap seng yang panas dan keputusan pemerintah tidak menetapkan status bencana nasional."
Baca juga:
- Dari Batu Bara ke Bareskrim, Rekam Jejak Jose DC Fernandes
- TVRI Pastikan Siaran Piala Dunia 2026 Gratis
- Masyarakat Tonton Piala Dunia 2026 Gratis, Saleh Daulay: Momentum TVRI
Gala Poin:
1. Presiden menyoroti kualitas huntara, khususnya atap seng yang dinilai panas bagi pengungsi.
2. Pemerintah memilih tidak menetapkan bencana nasional demi menjaga keseimbangan kepentingan nasional.
3. Negara membuka ruang partisipasi publik dengan menekankan transparansi dan akuntabilitas bantuan.
“Saya tanya bagaimana ini seng panas, coba dipikirkan kalau bisa kita kasih apa solusi,” kata Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 1 Januari 2025.
Selain meninjau kondisi fisik huntara, Presiden Prabowo juga memberikan penjelasan terbuka terkait keputusan pemerintah yang tidak menetapkan bencana yang melanda tiga provinsi sebagai bencana nasional, meskipun dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat.
Menurut Presiden, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan nasional secara menyeluruh. Pemerintah, kata dia, harus mengelola kebutuhan seluruh rakyat Indonesia yang tersebar di 38 provinsi.
“Masalahnya adalah kita punya 38 provinsi. Bencana ini berdampak di tiga provinsi, sementara masih ada 35 provinsi lain yang juga harus kita urus secara nasional,” ujar Prabowo, Kamis, 1 Januari 2026.
Baca juga:
Durian, Lezat Tapi Berisiko untuk Bayi dan Balita
Presiden menegaskan bahwa selama negara masih mampu menangani dampak bencana di wilayah terdampak, penetapan status bencana nasional belum menjadi kebutuhan mendesak. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut tidak berarti pemerintah menganggap musibah tersebut sebagai persoalan ringan.
“Kalau sementara kita sebagai bangsa dan negara mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional. Tapi itu tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius,” tegasnya.
Keseriusan tersebut, lanjut Presiden, tercermin dari keterlibatan langsung jajaran kabinet di lapangan. Ia menyebut, pada hari yang sama, sebanyak 10 menteri berada di Aceh, sementara menteri lainnya bertugas di wilayah terdampak bencana di daerah lain.
Pemerintah pusat, menurut Presiden, juga telah menyiapkan anggaran yang besar untuk penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
“Kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu, kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini,” jelasnya.
Baca juga:
GEMARI Optimis KPK Bongkar Dugaan Mega Korupsi SF Hariyanto
Di luar peran negara, Presiden membuka ruang partisipasi masyarakat, termasuk diaspora Indonesia di luar negeri, untuk turut membantu korban bencana melalui mekanisme yang jelas dan akuntabel.
“Kalau ada pihak yang mau memberi sumbangan, silakan. Nanti dilaporkan ke pemerintah pusat dan kita yang akan menyalurkan. Yang penting mekanisme dan prosedurnya jelas serta dilakukan dengan ikhlas,” ucapnya.
Presiden juga meminta pemerintah daerah membuka rekening khusus dana bantuan pascabencana guna memastikan transparansi dan ketertiban penyaluran bantuan.
“Silahkan dari dalam negeri mau memberi sumbangan silahkan kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas dan harus ikhlas, yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, dimanapun itu tujuan kita,” ungkapnya.
Baca juga:
Manfaat dan Resiko Konsumsi Telur Ikan bagi Kesehatan
"Presiden Prabowo Subianto meninjau hunian sementara di Aceh Tamiang, menyoroti kualitas bangunan dan menjelaskan alasan pemerintah tidak menetapkan bencana nasional meski berdampak di tiga provinsi."
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PrabowoSubianto #Aceh #Huntara
.jpeg)