Sate Lalat, Kuliner Khas Pantura yang Penuh Cerita dan Rasa

GalaPos ID, Situbondo.
Di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Situbondo, satu kuliner khas yang mampu memikat siapa saja adalah sate lalat. Meski nama "lalat" terkesan aneh dan mungkin membuat sebagian orang bertanya-tanya, sate ini bukanlah olahan serangga.
Julukan tersebut justru merujuk pada ukuran potongan daging ayamnya yang mungil, berukuran kecil-kecil seperti lalat.

Sate Lalat, Kuliner Khas Pantura yang Penuh Cerita dan Rasa
Sate lalat, kuliner khas Situbondo yang dikenal dengan potongan ayam kecil dan bumbu kacang gurih, menjadi salah satu primadona di jalur Pantura. Foto: PAL

"Sate lalat—dengan ukuran kecil yang unik—menyajikan rasa gurih yang mengundang selera. Bukan terbuat dari serangga, tetapi dari daging ayam pilihan dengan bumbu kacang khas yang sulit ditolak."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Sate lalat adalah kuliner khas Situbondo dengan potongan ayam kecil yang disajikan dengan bumbu kacang, kecap manis, dan lontong.
2. Ahmad Saman, pedagang sate lalat, telah berjualan selama 20 tahun dengan resep turun-temurun yang tetap mempertahankan cita rasa khas.
3. Harga yang terjangkau, sekitar Rp12.000, dan kualitas rasa yang konsisten membuat sate lalat tetap digemari di tengah perkembangan kuliner modern.


Salah satu pedagang sate lalat yang cukup terkenal adalah Ahmad Saman, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Situbondo.

Selama 20 tahun, Ahmad mempertahankan resep sate lalat yang diwariskan oleh keluarganya. Tak jarang, lapak sate lalat miliknya yang sederhana selalu dipenuhi pengunjung.

"Adonan bumbu kacang harus pas, dan wajib diberi kecap manis. Memang ukuran sate kecil, ini yang menjadi kekhasan kami," ujar Ahmad saat ditemui di gerobaknya pada Minggu, 15 Februari 2026.

Keunikan sate lalat terletak pada ukurannya yang mungil dan rasa gurih yang khas. Pembeli yang datang tak hanya menikmati cita rasa sate ayam, tetapi juga menikmati suasana sederhana yang tercipta di setiap sudut kota Situbondo.

"Saya hampir setiap hari makan di sini. Sate ini tetap nikmat meski ukurannya kecil," kata Rizal Setiawan, pelanggan setia yang mengaku tak pernah absen menikmati sate lalat Ahmad.

Baca juga:
Tahun Kuda Api 2026: Makna, Harapan, dan Tradisi di Klenteng Nganjuk

Harga yang terjangkau, yakni hanya Rp12.000 per porsi, menjadi alasan lain mengapa sate lalat tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Keistimewaan bumbu kacangnya yang kental dan rasa manis dari kecap manis menjadi daya tarik utama.

Dalam setiap tusuk sate, terasa perpaduan sempurna antara gurih dan manis yang membangkitkan selera. Ahmad Saman tak hanya berusaha mempertahankan kualitas rasa, tetapi juga menjaga warisan kuliner yang telah mengakar kuat di masyarakat Situbondo.

Sate lalat ini kini telah menjadi ikon kuliner yang tak hanya menggugah selera lokal, tetapi juga menjadi daya tarik bagi para pelancong yang melintasi jalur Pantura.

Sate Lalat: Kuliner Khas Situbondo yang Terus Menggugah Selera
Berasal dari resep turun-temurun, sate ini bertahan dengan cita rasa autentik yang tak tergantikan meski zaman terus berkembang. Foto: PAL

 

Sate lalat, dengan nama yang mengundang rasa penasaran, ternyata menjadi salah satu kuliner khas yang sangat populer di Kabupaten Situbondo. Sajian unik ini bukan hanya soal ukurannya yang kecil, tetapi juga karena bumbu kacang yang kaya rasa serta harga yang sangat terjangkau.

Sate ini mudah ditemukan di sepanjang jalur Pantura, di mana banyak pedagang yang menyediakan sate lalat sebagai menu andalan mereka. Dengan semakin berkembangnya dunia kuliner, sate lalat tetap mempertahankan daya tariknya.

Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya pedagang yang menjual sate lalat di sepanjang jalur Pantura. Sate lalat tetap menjadi pilihan favorit yang tak hanya dinikmati oleh masyarakat lokal, tetapi juga para wisatawan yang melintas di jalur ini.

 

Baca juga:
Biji Nangka: Manfaat, Risiko, dan Cara Aman Konsumsi

"Sate ayam mungil dengan bumbu kacang yang menggugah selera ini menjadi ikon kuliner Kabupaten Situbondo. Meskipun namanya terkesan ekstrem, sate lalat justru jadi favorit banyak orang. Ini adalah cerita Ahmad Saman, pedagang sate lalat yang sudah turun-temurun menjaga resep dan rasa."

#SateLalat #KulinerSitubondo #Pantura #GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال