GalaPos ID, Lumajang.
Banjir besar yang membawa material lahar dingin dari Gunung Semeru menerjang wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin, 2 November 2026. Dusun Pasir Rejo, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, menjadi salah satu wilayah yang dilaporkan terdampak. Tanggul di kawasan tersebut juga dilaporkan jebol.
"Bencana memang tidak pernah meminta izin sebelum datang. Namun, peringatan dini seharusnya tidak datang terlambat. Banjir lahar dingin Semeru kembali menerjang Lumajang, sementara tanggul dilaporkan jebol. Ketika alam mengirimkan ancaman, jangan sampai respons keselamatan justru tertinggal di belakang."
Baca juga:
Gala Poin:
1. Banjir lahar dingin menerjang Lumajang: Dusun Pasir Rejo, Desa Purorejo, Tempursari, dilaporkan terdampak dan tanggul disebut jebol.
2. Tiga kecamatan terdampak: Jatiroto, Pronojiwo, dan Tempursari masuk dalam wilayah yang dilaporkan terdampak banjir lahar.
3. Status Semeru masih Siaga: PVMBG merekam getaran banjir selama enam jam dan mengingatkan masyarakat agar menjauhi aliran sungai serta mematuhi zona larangan aktivitas.
Peristiwa ini kembali menempatkan masyarakat di kawasan rawan bencana Semeru dalam situasi berbahaya. Ancaman bukan hanya datang dari derasnya aliran air, tetapi juga material vulkanik yang terbawa dari kawasan hulu dan dapat menerjang wilayah permukiman di sepanjang aliran sungai.
Berdasarkan informasi awal yang diterima GalaPos ID, banjir lahar dingin menerjang kawasan Dusun Pasir Rejo pada Senin pagi. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjauhi aliran sungai, serta mengutamakan keselamatan. Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan terverifikasi mengenai jumlah korban jiwa, korban luka, maupun besaran kerusakan akibat kejadian tersebut.
Dampak banjir lahar dingin dilaporkan meluas ke tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Lumajang, yakni Jatiroto, Pronojiwo, dan Tempursari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan banjir lahar. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa salah satu titik fokus kejadian berada di kawasan perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.
"Lokasi kejadian di aliran Sungai Glidik atau Kali Manjing, tepatnya di jembatan perbatasan yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Wilayah terdampak berada dalam pantauan Kecamatan Tempursari," ujar Satriyo, Senin, 2 November 2026.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan kawasan sungai, khususnya pada wilayah yang menjadi jalur aliran material vulkanik dari Gunung Semeru.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut tingginya curah hujan di kawasan puncak Gunung Semeru menjadi pemicu terjadinya banjir lahar. Hujan lebat dilaporkan mulai mengguyur kawasan sekitar Gunung Semeru sejak Minggu malam, 1 November 2026, sekitar pukul 23.40 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru PVMBG, Agastya Rajendra, mengungkapkan bahwa alat pemantauan merekam aktivitas getaran banjir selama enam jam.
"Alat pemantauan merekam getaran banjir selama enam jam dengan amplitudo maksimum 65 milimeter pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga," kata Agastya Rajendra.
Status Level III atau Siaga menjadi pengingat bahwa potensi bahaya di kawasan Gunung Semeru masih perlu diwaspadai, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu.
Agastya memperingatkan bahwa air hujan dapat mengangkut endapan material vulkanik menjadi aliran lahar yang membahayakan keselamatan manusia. Sejumlah aliran sungai yang berpotensi dilalui material tersebut meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.
Ancaman ini tidak hanya menyasar masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai, tetapi juga para penambang pasir dan pengemudi kendaraan pengangkut material yang beraktivitas di kawasan aliran sungai.
"Penambang pasir dan masyarakat di aliran sungai diimbau segera menghentikan aktivitas dan menjauh dari alur serta bantaran sungai menuju tempat aman. Masyarakat diminta mematuhi zona larangan aktivitas, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak," kata Agastya.
Banjir lahar dingin Semeru kembali memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi masyarakat di kawasan rawan bencana. Ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu, endapan material vulkanik dapat berubah menjadi ancaman serius bagi kawasan di sepanjang aliran sungai.
Pemerintah daerah, petugas kebencanaan, dan seluruh unsur terkait perlu memastikan informasi peringatan dini tersampaikan dengan cepat kepada masyarakat. Pemantauan titik rawan, kesiapan jalur evakuasi, serta kepatuhan terhadap zona larangan aktivitas menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko jatuhnya korban.
Di tengah situasi darurat ini, keselamatan warga harus ditempatkan di atas kepentingan aktivitas ekonomi maupun pekerjaan di sekitar sungai.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi BPBD dan PVMBG, tidak mendekati aliran sungai, serta segera menuju tempat aman apabila kondisi membahayakan.
Perkembangan jumlah korban, kondisi tanggul, dampak kerusakan, dan penanganan warga terdampak masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Baca juga:
Bukan Sekadar Main Gim! Novita Hardini Bidik Potensi Ekonomi Digital Anak Muda
Semeru kembali mengirimkan kabar yang tak pernah diharapkan warga. Bukan surat undangan, melainkan banjir lahar dingin yang menerjang Lumajang. Tanggul dilaporkan jebol, permukiman terancam, dan keselamatan warga kembali dipertaruhkan. Pertanyaannya, seberapa siap kita menghadapi ancaman yang datang setiap kali hujan deras mengguyur kawasan hulu?
Bukan Sekadar Main Gim! Novita Hardini Bidik Potensi Ekonomi Digital Anak Muda
Semeru kembali mengirimkan kabar yang tak pernah diharapkan warga. Bukan surat undangan, melainkan banjir lahar dingin yang menerjang Lumajang. Tanggul dilaporkan jebol, permukiman terancam, dan keselamatan warga kembali dipertaruhkan. Pertanyaannya, seberapa siap kita menghadapi ancaman yang datang setiap kali hujan deras mengguyur kawasan hulu?
#GalaPosID #KanalPublikasiIndonesia #BanjirLaharDingin #GunungSemeru #Lumajang #BencanaAlam #JawaTimur
Tags
Jawa Timur
