GalaPos ID - Iklan Banner

Sampah Dapur MBG Bisa Jadi Pupuk, 36 KWT Trenggalek Terima Mesin Pencacah

GalaPos ID, Trenggalek.
Sebanyak 36 Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Trenggalek menerima bantuan 36 unit mesin pencacah limbah dari anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, Novita Hardini. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendorong pemanfaatan limbah organik rumah tangga dan sisa makanan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi pupuk organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas lahan pertanian.

36 mesin pencacah limbah disalurkan Novita Hardini kepada 36 Kelompok Wanita Tani di Trenggalek. Limbah rumah tangga dan sisa makanan dapur MBG didorong menjadi pupuk organik bernilai ekonomi. Namun, jangan sampai mesinnya rajin dipotret saat penyerahan, tetapi justru menganggur setelah seremoni usai. Sebab, yang dibutuhkan petani bukan sekadar bantuan, melainkan mesin yang benar-benar bekerja dan menghasilkan manfaat. Foto: istimewa

"Sampah makanan yang selama ini berakhir di tempat pembuangan kini berpeluang menjadi pupuk bagi lahan pertanian. Gagasan yang menarik. Tetapi, jangan sampai sampahnya berhasil diolah menjadi kompos, sementara persoalan pendampingan, pemasaran, dan keberlanjutan program justru dibiarkan menumpuk."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Novita Hardini menyerahkan 36 mesin pencacah limbah kepada 36 KWT di Kabupaten Trenggalek untuk mendukung pengolahan limbah organik.
2. Sisa makanan rumah tangga dan dapur SPPG berpotensi diolah menjadi pupuk organik yang dapat mendukung pertanian dan memberikan nilai ekonomi.
3. Pengoperasian mesin, pendampingan, kualitas pupuk, pemilahan bahan baku, dan akses pemasaran menjadi faktor penting agar bantuan memberikan manfaat nyata.


Penyerahan bantuan berlangsung dalam agenda penguatan pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek di Lumber Camp, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Rabu, 29 Oktober 2026.

Program ini membuka peluang bagi kelompok wanita tani untuk mengolah limbah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat. Selain mengurangi sampah, pengolahan tersebut diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pupuk organik secara mandiri sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.

Di tempat wisata Lumber Camp, Dompyong, Novita Hardini, politisi Fraksi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi VII DPR RI, mengatakan bantuan mesin pencacah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kelompok tani agar semakin memanfaatkan pupuk organik dalam kegiatan pertanian.

"Hari ini kami juga berkesempatan menyerahkan bantuan mesin pencacah limbah, sebagai bentuk komitmen saya mendukung kelompok-kelompok tani ini agar memanfaatkan pupuk organik untuk menyuburkan seluruh lahan lahan pertaniannya," ujar Novita, dalam keterangan yang diterima, Minggu, 1 November 2026.

Limbah rumah tangga dan dapur MBG berpotensi menjadi pupuk. Menurut Novita, bahan organik yang berasal dari sisa makanan rumah tangga maupun dapur SPPG dapat diolah kembali agar memberikan manfaat bagi sektor pertanian.

Baca juga:
Program Biomassa BUM Desa Diluncurkan, Mendes Yandri: Jangan Sekadar Seremonial! 


Pemanfaatan mesin pencacah diharapkan mempermudah proses pengolahan bahan organik, termasuk untuk kebutuhan pertanian tanaman pangan, buah-buahan, dan komoditas lainnya.

Masih menurut anggota Komisi VII DPR RI itu, "baik untuk menanam padikah, menanam buah dan sebagainya. Karena pupuk organik terbukti lebih efektif. Karena sampah-sampah yang dihasilkan dari limbah makanan rumah tangga, maupun limbah makanan di dapur-dapur SPPG ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Utamanya bagi kelompok tani, menjadi pupuk dan juga bermanfaat menjadi nilai-nilai ekonomis," imbuhnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh kelompok penerima sehingga pengolahan limbah tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan, tetapi berlanjut menjadi proses produksi pupuk organik yang memberikan manfaat nyata.

"Hari ini saya menyerahkan 36 mesin pencacah. Semoga bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok tani yang menggunakan sampah-sampah ini menjadi pupuk organik." Tambahnya.

Tantangan berikutnya: memastikan mesin produktif dan hasil olahan memiliki nilai ekonomi. Penyaluran 36 mesin pencacah limbah menjadi langkah awal untuk memperkuat pemanfaatan sampah organik di tingkat masyarakat. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah mesin yang diserahkan kepada kelompok penerima.

Bukan Sekadar Bantuan, 36 Mesin Pencacah Limbah Disiapkan untuk Ekonomi KWT Trenggalek
Novita Hardini menyerahkan 36 mesin pencacah limbah kepada 36 KWT di Kabupaten Trenggalek untuk mendukung pengolahan limbah organik. Sisa makanan rumah tangga dan dapur SPPG berpotensi diolah menjadi pupuk organik yang dapat mendukung pertanian dan memberikan nilai ekonomi. Foto: ist

Ada sejumlah aspek yang menentukan keberlanjutan program, mulai dari kesiapan operator, ketersediaan bahan baku organik yang terpilah, pendampingan teknis, hingga kemampuan kelompok tani mengolah limbah menjadi pupuk dengan kualitas yang layak digunakan.

Pengelolaan limbah dari dapur SPPG juga membutuhkan mekanisme pemilahan dan pengawasan agar bahan yang diolah sesuai untuk pembuatan pupuk organik.

Selain itu, peluang ekonomi baru akan terbuka apabila kelompok wanita tani memiliki akses terhadap pelatihan pengomposan, pengujian kualitas pupuk, pengemasan, dan jaringan pemasaran.

Baca juga:
Novita Hardini Bidik 157 Desa Kreatif, Bagaimana Nasib UMKM Trenggalek? 


Dengan demikian, bantuan mesin pencacah limbah tidak hanya berpotensi mengurangi persoalan sampah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi produktif masyarakat desa.

Bagi 36 KWT penerima bantuan di Trenggalek, tantangan selanjutnya adalah memastikan mesin tersebut benar-benar beroperasi, menghasilkan pupuk berkualitas, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi pertanian maupun perekonomian kelompok.

Sebab, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata terletak pada banyaknya bantuan yang dibagikan, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan setelah bantuan tersebut digunakan.

 

 

Baca juga:
Paus Biru 20,5 Meter Terdampar di Riung, Diselamatkan Setelah 12 Jam

Mesin pencacah sudah dibagikan, sampah organik siap diolah, dan pupuk bernilai ekonomi mulai dibayangkan. Namun, ada satu pertanyaan penting: apakah 36 mesin ini akan benar-benar bekerja di tangan kelompok tani, atau hanya menjadi dokumentasi manis dalam album kegiatan penyerahan bantuan

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #NovitaHardini #Trenggalek #KWT #MesinPencacahLimbah #PupukOrganik #EkonomiSirkular #PertanianTrenggalek #PengelolaanSampah

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال