GalaPos ID - Iklan Banner

Tapak Suci Disorot Pemerintah, Ini Pesan Penting Listyo Sigit

GalaPos ID, Yogyakarta.
Membentuk generasi muda berkarakter tidak cukup hanya dengan kemampuan bela diri dan deretan medali kejuaraan. Penanaman iman, akhlak, kedisiplinan, integritas, hingga kecintaan terhadap tanah air menjadi pekerjaan yang juga harus dibuktikan melalui pembinaan nyata.
Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Periode 2026–2031 di Auditorium Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Minggu, 1 November 2026.

Medali, Akhlak, dan Patriotisme: Pesan Pemerintah untuk Keluarga Besar Tapak Suci
Medali bisa dipajang, semboyan bisa diteriakkan, dan komitmen bisa dijawab serempak. Namun, membentuk generasi muda berkarakter membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata. Dalam Rakernas Tapak Suci 2026–2031 di Yogyakarta, pemerintah menyoroti pentingnya iman, akhlak, patriotisme, dan prestasi pencak silat. Pertanyaannya, mampukah nilai-nilai seorang pendekar benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya bergema di ruang Rakernas? Foto: ist

"Ketika pertanyaan tentang pengabdian kepada NKRI dijawab serempak dengan kata “siap”, publik tentu berharap jawabannya tidak berhenti di dalam gedung Rakernas. Sebab, menjadi pendekar sejati bukan hanya soal jurus dan medali, tetapi juga keberanian membela kebenaran dan menolong mereka yang lemah."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Pembentukan karakter generasi muda: Pemerintah mengapresiasi peran Tapak Suci dalam menanamkan iman, akhlak, kedisiplinan, integritas, dan patriotisme melalui pencak silat.
2. Prestasi olahraga dan diplomasi budaya: Atlet Tapak Suci meraih enam emas, dua perak, dan satu perunggu pada ASEAN University Games 2024. Pembinaan atlet berkelanjutan dan pengenalan pencak silat secara internasional menjadi perhatian.
3. Pengabdian kepada bangsa: Rakernas Tapak Suci 2026–2031 menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat soliditas, membela kebenaran, menolong masyarakat lemah, serta mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.


Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengapresiasi kontribusi Tapak Suci dalam membina generasi muda, melestarikan budaya bangsa, serta mengembangkan prestasi olahraga pencak silat. Menurutnya, peran organisasi tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Namun, tantangan pembinaan generasi muda tidak berhenti pada pencapaian prestasi olahraga. Nilai-nilai moral, karakter, dan pengabdian kepada bangsa juga menjadi aspek yang perlu terus diperkuat.

Dalam sambutannya, Listyo Sigit menyampaikan salam hormat Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh keluarga besar Tapak Suci.

“Salam hormat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang pernah menjadi ketua umum IPSI, untuk seluruh rekan pengurus Pusat, Daerah, dan seluruh keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah dimanapun berada,” ujar Listyo Sigit Prabowo, dalam keteangan yang diterima GalaPos ID, Minggu, 1 November 2026.

Listyo Sigit menilai Tapak Suci mempunyai kontribusi penting dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan dan latihan pencak silat.

Baca juga:


Semboyan organisasi, “Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah”, menjadi landasan pembinaan yang tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan fisik dan bela diri.

Nilai keimanan, akhlak, kedisiplinan, persaudaraan, dan integritas dinilai perlu menjadi bagian penting dalam proses pembentukan generasi muda. Tujuannya, melahirkan generasi yang memiliki jiwa patriotisme, mencintai tanah air, serta mampu menghadapi tantangan zaman.

“Ini tentunya menjadi hal yang terus dijaga dan dipertahankan. Indonesia perlu memiliki generasi yang memiliki jiwa patriot, cinta tanah air, integritas, dan unggul,” ujar Listyo Sigit.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan organisasi pencak silat bukan hanya sebagai wadah pengembangan olahraga, melainkan juga ruang pendidikan karakter. Tantangannya adalah memastikan nilai-nilai yang diajarkan tidak berhenti sebagai semboyan, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku para anggotanya.

Di bidang olahraga, Tapak Suci juga mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam melahirkan atlet pencak silat berprestasi.

Pada ASEAN University Games 2024, atlet Tapak Suci berhasil meraih enam medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti kontribusi organisasi dalam mendukung prestasi olahraga Indonesia.

Bukan Sekadar Bela Diri, Tapak Suci Punya Misi Besar Membentuk Generasi Muda
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi bagian dari perhelatan olahraga mahasiswa tingkat Asia Tenggara ini. Salah satu cabang olahraga yang paling dinantikan adalah Pencak Silat, yang akan berlangsung pada 1–6 Juli 2024. Foto: FB UMM

Meski demikian, prestasi tidak semestinya hanya menjadi kebanggaan sesaat. Keberlanjutan pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, serta penyelenggaraan kompetisi berjenjang menjadi bagian penting agar prestasi atlet dapat terus berkembang.

“Tetap rendah hati, prestasi tersebut perlu terus ditingkatkan melalui pembibitan atlet, peningkatan kualitas pelatih, dan kompetisi berjenjang,” katanya.

Selain mengejar prestasi kompetitif, pencak silat juga dinilai mempunyai potensi sebagai instrumen diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.

Melalui seni bela diri tradisional tersebut, nilai-nilai luhur bangsa dapat diperkenalkan kepada masyarakat dunia. Pencak silat diharapkan mampu memperkuat persahabatan antarbangsa sekaligus memperkenalkan identitas budaya Indonesia.

Dengan demikian, peran Tapak Suci tidak hanya diharapkan melahirkan pendekar dan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya bangsa di kancah internasional.

Menjelang akhir sambutannya, Listyo Sigit mengajak seluruh keluarga besar Tapak Suci mempertegas komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.

Baca juga:


Ia mengajukan empat pertanyaan kepada peserta Rakernas mengenai kesiapan mereka berbakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjadi patriot pembela bangsa, mengawal program nasional, serta membela kebenaran dan menolong masyarakat yang lemah.

“Apakah saudara-saudara siap berbakti untuk NKRI? Apakah saudara-saudara siap menjadi patriot pembela bangsa? Apakah saudara-saudara siap mengawal program-program nasional? Apakah saudara-saudara siap membela kebenaran, memerangi kebhatilan, dan menolong yang lemah? Terima kasih atas semangat dari rekan-rekan semua, karena disitulah hakekat sesungguhnya dari nilai-nilai seorang pendekar,” Tanya Kepala Staf Kepresidenan yang dijawab serempak “siap” oleh peserta Rakernas yang hadir memenuhi Ampitorium Universitas Ahmad Dahlan.

Listyo Sigit mengapresiasi semangat peserta yang menjawab serempak pertanyaan tersebut. Menurutnya, semangat itu merupakan hakikat nilai-nilai seorang pendekar yang harus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Rakernas tersebut turut dihadiri Plt. Deputi III Kantor Staf Presiden, Yan Hiksas, yang mendampingi Kepala Staf Kepresidenan. Hadir pula Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, M. Afnan Hadikusumo, beserta jajaran pengurus dan para Majelis Guru Pimpinan Pusat Tapak Suci.

Baca juga:
Salam Tiga Jari dan Kritik Kekuasaan: Simbol atau Sekadar Tren? 


Sejumlah undangan lainnya adalah Anggota DPD RI, Ahmad Syauqi Soeratno, Staf Khusus Wakil Presiden RI, Machhendra Setyo Atmaja; Wakil Rektor V Universitas Ahmad Dahlan, Gatot Sugiharto, Komjen Pol. Yuda Gustawan, serta Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastiyo.

Melalui Rakernas Periode 2026–2031, keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah diajak memperkuat soliditas organisasi, menjaga nilai-nilai luhur perguruan, dan meningkatkan kontribusi bagi masyarakat.

Dukungan terhadap Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 pun kembali ditegaskan sebagai bagian dari arah pengabdian organisasi. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembinaan bukan hanya seberapa banyak medali yang diraih atau seberapa lantang komitmen diucapkan, melainkan sejauh mana nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam kehidupan nyata.

 


Baca juga:
Saham MSIN Disuspensi BEI, Anjlok 75% Sejak Awal Tahun

Medali emas memang membanggakan, tetapi karakter tidak bisa dikalungkan di leher. Tapak Suci mendapat apresiasi pemerintah atas prestasi pencak silat dan pembinaan generasi muda. Namun, ada pekerjaan yang jauh lebih panjang: memastikan iman, akhlak, dan patriotisme bukan sekadar slogan di atas panggung.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #TapakSuciMuhammadiyah #PencakSilatIndonesia #GenerasiMudaBerkarakter #IndonesiaEmas2045 #RakernasTapakSuci2026

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال