GalaPos ID - Iklan Banner

Revolver dan 10 Munisi Diamankan TNI dari Patroli di Aifat Selatan

GalaPos ID, Maybrat.
Koops TNI Habema menyatakan personel gabungan mengamankan satu pucuk senjata api jenis revolver dan 10 butir munisi dalam patroli keamanan terhadap kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Revolver dan 10 Munisi Diamankan TNI dari Patroli di Aifat Selatan
Patroli TNI di Aifat Selatan, Maybrat, disebut mengamankan revolver dan 10 butir munisi serta melaporkan dua anggota OPM Kodap Sorong Raya tewas. Foto: istimewa

"Di Papua, sebuah patroli bisa berakhir dengan senjata diamankan dan korban dilaporkan tewas. Pertanyaannya bukan cuma siapa mengejar siapa, tetapi siapa yang memastikan warga tetap aman?"

Baca juga:

Gala Poin:
1. Koops TNI Habema menyatakan personel gabungan mengamankan satu revolver dan 10 butir munisi dalam patroli di Distrik Aifat Selatan, Maybrat.
2. Dua anggota OPM Kodap Sorong Raya dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah anggota lainnya disebut melarikan diri dan masih dikejar.
3. TNI menekankan kehati-hatian, profesionalisme, nilai kemanusiaan, serta ajakan jalan damai, tetapi kronologi dan klaim operasi tetap penting dibaca berdasarkan sumber keterangannya.


Pengamanan tersebut, menurut Koops TNI Habema, dilakukan oleh personel gabungan Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir sebagai bagian dari upaya penguasaan wilayah dan menjaga keamanan masyarakat di daerah tersebut.

Dalam operasi itu, dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya dilaporkan meninggal dunia. Keduanya disebut bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky.

Sementara itu, sejumlah anggota kelompok lainnya dilaporkan melarikan diri dari lokasi. Personel gabungan Koops TNI Habema masih melakukan pengejaran terhadap mereka.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan informasi mengenai pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya yang dipimpin Danops Kodap Sorong Raya Manfred Fatem diperoleh melalui dukungan teknologi dan informasi lapangan.

Setelah melakukan pendalaman situasi dan perencanaan operasi, personel gabungan bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi sasaran. Di wilayah Distrik Aifat Selatan, personel kemudian memperoleh kontak visual dengan kelompok tersebut dan melakukan tindakan sesuai prosedur.

Baca juga:
Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober 2026 

Selain revolver dan 10 butir munisi, personel turut mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian. Barang tersebut antara lain satu unit HT, bendera Bintang Kejora, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Koops TNI Habema menyatakan pelaksanaan operasi dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian, profesionalisme, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi,” ujar Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan tertulis yang diterima, pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Menurutnya, setiap tindakan prajurit dalam menjalankan tugas harus tetap berpedoman pada aturan dan prosedur yang berlaku.
Seruan Jalan Damai

Di tengah pengejaran terhadap anggota kelompok yang disebut melarikan diri, Brigjen TNI Riyanto mengimbau anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di wilayah hutan dan pegunungan untuk menghentikan aktivitas yang mengganggu keamanan masyarakat dan memilih jalan damai.

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan,” katanya.

Koops TNI Habema menyatakan kehadiran TNI di Tanah Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Menurut institusi tersebut, kehadiran TNI juga diarahkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas, mengembangkan perekonomian, dan menikmati pembangunan dalam suasana aman.

Baca juga:


Namun, rangkaian peristiwa tersebut juga menempatkan aspek keamanan dan kemanusiaan sebagai perhatian penting. Klaim mengenai kontak visual, korban meninggal dunia, identitas korban, serta proses pengejaran dalam laporan ini merupakan keterangan dari Koops TNI Habema yang perlu ditempatkan sesuai konteks sumbernya.

Bagi masyarakat di wilayah konflik, angka dan nama bukan sekadar bagian dari laporan operasi. Setiap kontak bersenjata memiliki konsekuensi terhadap keamanan warga, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sehari-hari. Karena itu, transparansi mengenai kronologi, dasar tindakan, serta penghormatan terhadap aturan dan nilai kemanusiaan menjadi bagian penting dari akuntabilitas setiap operasi keamanan.
Deskripsi Ringkas Satir

Patroli TNI di Aifat Selatan, Maybrat, disebut mengamankan revolver dan 10 butir munisi serta melaporkan dua anggota OPM Kodap Sorong Raya tewas. Di balik angka senjata dan korban, ada pertanyaan publik yang tak boleh ikut “diamankan”: seberapa transparan kronologi operasi dan bagaimana memastikan keamanan warga tetap menjadi tujuan utama?

 

 

Baca juga:


Revolver diamankan, 10 peluru ikut masuk daftar barang bukti, tetapi satu hal tidak boleh ikut hilang dari perhatian: keselamatan warga sipil di tengah konflik Papua.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #PapuaBaratDaya #Maybrat #KoopsTN​​IHabema #AifatSelatan #BeritaPapua

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال