GalaPos ID, Kab. Bandung.
Target medali emas Porprov XV Jawa Barat 2026 menjadi tantangan bagi Pengurus Cabang Aeromodelling Kabupaten Bandung. Empat atlet, yakni Dea Ginanjar, Algi, Aldi, dan Gita Santika Permana, kini meningkatkan intensitas latihan di Shelter Aeromodelling Lanud Sulaiman untuk mengejar hasil terbaik.
"Di cabang olahraga ini, mengejar medali bukan satu-satunya pekerjaan. Ketika pesawat meluncur 2–3 kilometer tanpa kendali jarak jauh, atlet juga membutuhkan helper untuk mengejarnya. Kabupaten Bandung tetap membidik emas di tengah keterbatasan."
Baca juga:
- Dua Atlet Tunarungu SLB Wathaniyah Cirebon Tampil di Kejuaraan Karate Umum
- Google Ulang Tahun ke-28: Dulu Mesin Pencari, Kini Raksasa AI
- LPKS Rumoh Rakyat Resmi Dibuka, Aceh Barat Dorong Talenta Muda Siap Kerja
Gala Poin:
1. Target emas: Empat atlet Aeromodelling Kabupaten Bandung dipersiapkan untuk Porprov XV Jawa Barat 2026 dengan target minimal satu medali emas.
2. Keterbatasan peralatan: Pesawat lama kembali dimaksimalkan, sementara intensitas latihan ditingkatkan dari akhir pekan menjadi latihan sehari penuh.
3. Helper sangat penting: Nomor F1A dan F1H membutuhkan tim pencari karena pesawat dapat meluncur hingga dua sampai tiga kilometer tanpa kendali jarak jauh.
Target tersebut bukan tanpa dasar. Pada babak kualifikasi sebelumnya, Kabupaten Bandung berhasil meraih medali perunggu pada nomor F1A dan F1H. Hasil itu kini menjadi pijakan untuk menaikkan target menjadi minimal satu medali emas pada Porprov 2026.
Persoalannya, persiapan tidak hanya berbicara soal kemampuan atlet. Keterbatasan peralatan juga menjadi tantangan yang harus dihadapi. Sejumlah pesawat lama kembali dimaksimalkan melalui perawatan dan peningkatan kualitas agar tetap dapat digunakan dalam persiapan menuju pertandingan.
Intensitas latihan pun ditingkatkan. Jika sebelumnya latihan berlangsung setiap akhir pekan, kini atlet berlatih sehari penuh mulai pukul 06.00 hingga sore hari. Fokus latihan mencakup peningkatan stamina atlet sekaligus penyetelan pesawat.
Di nomor F1A dan F1H, persoalan teknis pertandingan juga membuat kebutuhan personel pendukung tidak bisa dianggap sepele. Pesawat yang digunakan terbang tanpa kendali jarak jauh dan dapat meluncur hingga dua sampai tiga kilometer. Setelah pesawat diterbangkan, tim pencari atau helper diperlukan untuk menemukan dan membawa kembali pesawat ke area pertandingan.
Baca juga:
Ketua Pengcab Aeromodelling Kabupaten Bandung, Dea Ginanjar, menilai keberadaan helper menjadi bagian penting dalam menjaga ritme atlet selama pertandingan.
“Kalau tanpa helper, atlet tidak bisa cepat kembali untuk menerbangkan pesawat berikutnya. Idealnya ada enam orang helper yang dibagi dalam tiga ring pencarian,” ujar Dea, dikutip Minggu, 27 September 2026.
Kebutuhan helper tersebut memperlihatkan bahwa persiapan aeromodelling tidak berhenti pada atlet dan pesawat. Dukungan personel di lapangan turut menentukan seberapa cepat atlet dapat kembali bersiap menghadapi penerbangan berikutnya.
Sementara itu, salah satu atlet andalan Kabupaten Bandung, Gita Santika Permana, menyebut persiapannya telah mencapai sekitar 85 persen. Setelah sebelumnya meraih medali perunggu pada babak kualifikasi, ia kini membidik podium tertinggi pada nomor F1A.
“Alhamdulillah, waktu babak kualifikasi saya meraih juara tiga di nomor F1A. Untuk Porprov nanti targetnya tentu ingin meraih medali emas,” kata Gita.
Namun, target emas tersebut tidak datang tanpa persaingan. Gita menyebut nomor F1A memiliki persaingan yang cukup ketat, terutama dengan atlet dari Kota Bandung yang dinilai menjadi salah satu pesaing terkuat.
Karena itu, Pengcab Aeromodelling Kabupaten Bandung berupaya menutup celah persiapan dengan tiga hal utama: memaksimalkan peralatan yang tersedia, meningkatkan porsi latihan, dan memperkuat dukungan helper.
Bagi Kabupaten Bandung, tantangannya kini bukan sekadar menerbangkan pesawat lebih jauh atau mempertahankan performa atlet. Target emas Porprov XV Jawa Barat 2026 akan diuji oleh kesiapan teknis, ketahanan fisik, persaingan antardaerah, serta kemampuan mengelola keterbatasan yang ada.
Dengan modal medali perunggu pada babak kualifikasi, persiapan intensif, dan target minimal satu emas, Aeromodelling Kabupaten Bandung kini memasuki fase penentuan sebelum pertarungan di Porprov XV Jawa Barat 2026.
Baca juga:
- Putus Cinta, Pria di Sungailiat Sandera Mantan Pakai Sajam dan Bensin
- Bos Empire88, 1XBET, dan AJ8KEREN Ditangkap, Ini Jejak Pelariannya
Targetnya medali emas Porprov Jabar 2026. Namun sebelum mengejar lawan, Aeromodelling Kabupaten Bandung harus lebih dulu mengakali keterbatasan peralatan dan memastikan ada cukup orang untuk mengejar pesawat yang terbang hingga kilometeran.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #Aeromodelling #PorprovJabar2026 #KabupatenBandung #OlahragaJawaBarat #F1A #F1H
.jpg)
.jpg)