GalaPos ID - Iklan Banner

Dua Atlet Tunarungu SLB Wathaniyah Cirebon Tampil di Kejuaraan Karate Umum

GalaPos ID, Cirebon.
Dua atlet tunarungu dari SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berani tampil di tengah ratusan atlet dalam Kejuaraan Karate INKAI Wilayah III Cirebon. Turun di kategori kumite bersama atlet umum, Wahyu Rama Putra, 15 tahun, dan Asyraf Sani Arifin, 13 tahun, berhasil membawa pulang medali dari ajang yang berlangsung pada 26–27 September 2026 tersebut.

Atlet Tunarungu Cirebon Tampil di Kejuaraan Karate INKAI, Bawa Pulang Medali
Dua atlet tunarungu dari SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun, Cirebon, tampil di Kejuaraan Karate INKAI Wilayah III bersama atlet umum dan berhasil meraih medali. Di tengah jargon inklusi yang kerap ramai di atas kertas, Wahyu dan Asyraf justru menunjukkan buktinya langsung di arena: kemampuan tidak mengenal label disabilitas, tetapi kesempatan kadang masih harus diperjuangkan. Foto: MH

"Ketika sebagian orang masih sibuk melihat keterbatasan, Wahyu dan Asyraf justru sibuk naik ke arena. Dua atlet tunarungu ini bertanding melawan atlet umum dan pulang membawa medali."

Baca juga:

Gala Poin:
1. Dua atlet tunarungu tampil di kompetisi umum: Wahyu Rama Putra dan Asyraf Sani Arifin turun pada kategori kumite dalam Kejuaraan Karate INKAI Wilayah III Cirebon.
2. Medali bukan satu-satunya target: Pelatih menekankan pentingnya pengalaman bertanding, keberanian, dan kekuatan mental bagi atlet disabilitas.
3. Dukungan masih menjadi kebutuhan: Pengembangan bakat atlet disabilitas membutuhkan dukungan berkelanjutan agar mereka memiliki kesempatan mengejar prestasi di tingkat daerah hingga nasional.


Keikutsertaan keduanya menjadi lebih dari sekadar catatan pertandingan. Bagi pelatih karate Senpai Ali Tofan, arena kompetisi umum menjadi ruang untuk membuktikan kemampuan atlet disabilitas sekaligus membangun keberanian dan kepercayaan diri.

Wahyu dan Asyraf merupakan penyandang tunarungu yang aktif berlatih karate. Di bawah arahan Senpai Ali Tofan, keduanya berani berhadapan dengan lawan dalam pertandingan kumite dan menunjukkan kemampuan yang telah mereka bangun melalui latihan.

Bagi kedua atlet tersebut, tampil dalam kompetisi bersama atlet umum juga menjadi pengalaman penting untuk mengembangkan kemampuan. Medali yang diraih menjadi buah dari kerja keras dan keberanian mereka untuk memasuki arena pertandingan.

Namun, bagi sang pelatih, pencapaian itu bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Disabilitas mempunyai kemampuan seperti orang normal lainnya. Makanya mengikuti kejuaraan ini agar disabilitas tidak dianggap sebelah mata,” ujar Senpai Ali Tofan, dalam keterangan yang diterima, Minggu, 27 September 2026.

Baca juga:


Menurutnya, salah satu tantangan yang perlu dibangun pada atlet disabilitas ketika mengikuti pertandingan umum adalah kekuatan mental. Mereka perlu memiliki kepercayaan diri saat berhadapan dengan atlet lainnya.

“Target saya mengikuti kejuaraan ini anak-anak mempunyai kemampuan mental yang kuat dan mempunyai pengalaman,” katanya.

Kejuaraan Karate INKAI Wilayah III Cirebon pun menjadi bagian dari proses tersebut. Pengalaman bertanding di lingkungan kompetisi umum diharapkan dapat membantu Wahyu dan Asyraf mengembangkan kemampuan serta membuka peluang untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat daerah maupun nasional.

Di sisi lain, perjalanan dua atlet muda tersebut menunjukkan bahwa kesempatan bertanding menjadi bagian penting dalam pengembangan atlet disabilitas. Kemampuan yang telah diasah melalui latihan membutuhkan ruang untuk diuji, pengalaman untuk dibangun, dan dukungan agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Bukan Sekadar Medali, Dua Atlet Tunarungu Cirebon Buktikan Kemampuan di Arena Karate
Dua atlet tunarungu tampil di kompetisi umum: Wahyu Rama Putra dan Asyraf Sani Arifin turun pada kategori kumite dalam Kejuaraan Karate INKAI Wilayah III Cirebon. Medali bukan satu-satunya target: Pelatih menekankan pentingnya pengalaman bertanding, keberanian, dan kekuatan mental bagi atlet disabilitas. Foto: MH

Pelatih berharap semakin banyak pihak memberikan perhatian dan dukungan kepada atlet disabilitas agar bakat mereka tidak berhenti di arena latihan.

“Semoga atlet disabilitas ini bisa mendapatkan support dari pihak-pihak lain untuk bakat mereka meraih prestasi dan untuk bekal masa depannya di kemudian hari,” tutupnya.

 

 

Baca juga:
Bos Empire88, 1XBET, dan AJ8KEREN Ditangkap, Ini Jejak Pelariannya

Katanya semua orang punya kesempatan yang sama. Di arena karate Cirebon, dua atlet tunarungu ini memilih membuktikannya dengan bertanding, bukan sekadar mendengarkan slogan tentang inklusi.

#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #AtletDisabilitas #KarateCirebon #INKAI #SLBWathaniyah #KarateIndonesia #Cirebon

Lebih baru Lebih lama

Nasional

نموذج الاتصال