GalaPos ID, Sukamara.
Tim SAR kembali menemukan dua korban KM Virgo Transport 8 di perairan Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, Minggu, 27 September 2026. Keduanya ditemukan di lokasi berbeda, masing-masing di perairan Kuala Jelai dan Sungai Bundung, Kecamatan Jelai.
"Operasi SAR KM Virgo Transport 8 kembali membuahkan temuan dua korban. Tetapi setelah 13 hari menyelam dengan intensitas tinggi, keselamatan dan kesehatan para penyelam juga menjadi pekerjaan rumah yang tak boleh tenggelam dari perhatian publik."
Baca juga:
- Dua Atlet Tunarungu SLB Wathaniyah Cirebon Tampil di Kejuaraan Karate Umum
- Google Ulang Tahun ke-28: Dulu Mesin Pencari, Kini Raksasa AI
- LPKS Rumoh Rakyat Resmi Dibuka, Aceh Barat Dorong Talenta Muda Siap Kerja
Gala Poin:
1. Dua korban ditemukan: Tim SAR menemukan dua korban KM Virgo Transport 8 secara terpisah di Kuala Jelai dan Sungai Bundung, Sukamara.
2. Evakuasi melalui udara disiapkan: Kedua korban dibawa dari Sampit menuju Palangkaraya dan direncanakan dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas pada 28 September 2026, dengan mempertimbangkan kelayakan Bandara Tjilik Riwut.
3. Kesehatan penyelam menjadi perhatian: Setelah 13 hari operasi dengan intensitas penyelaman tinggi, personel penyelam menjalani pemulihan, termasuk terapi oksigen melalui chamber.
Penemuan dua korban tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8. Setelah ditemukan di Sukamara, kedua korban dibawa dari Sampit menuju Palangkaraya untuk menjalani proses evakuasi lanjutan.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, proses evakuasi berikutnya direncanakan menggunakan jalur udara.
"Hari ini terevakuasi dua korban lagi dari Sukamara, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah," kata Putu dalam konferensi persnya, Minggu, 27 September 2026.
"Korban saat ini sedang dalam perjalanan dari Sampit menuju ke Palangkaraya," lanjutnya.
Kedua korban direncanakan dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas pada Senin, 28 September 2026. Namun, rencana tersebut masih bergantung pada kondisi serta kelayakan Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya.
"Rencana besok akan kita evakuasi dengan menggunakan evakuasi melalui udara, dengan menggunakan heli Basarnas. Mudah-mudahan feasibility nanti di Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya itu cukup baik," tambahnya.
Baca juga:
Di tengah proses evakuasi tersebut, operasi SAR di lokasi kejadian belum menemukan korban tambahan pada Minggu. Tim SAR juga mulai memberikan perhatian terhadap kondisi personel penyelam yang telah menjalankan operasi pencarian secara intensif selama 13 hari.
Penyelaman dilakukan dengan intensitas tinggi. Dalam sehari, rata-rata terdapat empat sorti penyelaman, sementara sebagian personel bahkan melakukan penyelaman hingga dua kali dalam sehari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena beban penyelaman yang berulang dapat memengaruhi kebugaran dan kesehatan para penyelam. Pemulihan personel kemudian dilakukan melalui terapi oksigen menggunakan chamber.
Menurut Putu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan penyelam setelah menjalankan operasi pencarian selama berhari-hari.
Perkembangan operasi SAR KM Virgo Transport 8 kini berlangsung dalam dua sisi: proses evakuasi dua korban yang telah ditemukan dan pemulihan personel yang terlibat dalam pencarian. Sementara itu, pencarian di lokasi kejadian masih menjadi bagian penting dari operasi SAR.
Baca juga:
Putus Cinta, Pria di Sungailiat Sandera Mantan Pakai Sajam dan Bensin
Dua korban kembali ditemukan di Sukamara. Namun di balik kabar evakuasi, ada cerita lain yang tak kalah penting: para penyelam yang berhari-hari bekerja di bawah air kini harus menjalani pemulihan kesehatan.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KMVirgoTransport8 #OperasiSAR #Basarnas #Sukamara #KalimantanTengah
.jpg)
.jpg)